Bojonegoro – Musim kemarau berkepanjangan akibatkan masyarakat kesulitan air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menyebut 30 desa dari 12 kecamatan di Bojonegoro membutuhkan bantuan air bersih. Menyikapi ini, BPBD menggalang berbagai kalangan untuk saling membantu.
Operator Lapangan Minyak Banyuk Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyambut seruan BPBD dengan meluncurkan 294 tanki air bersih. Bantuan disalurkan secara bertahap berdasarkan prioritas yang ditetapkan BPBD.
“Pagi ini kita berangkatkan 9 tanki air bersih ke 3 desa di Kecamatan Ngasem,” ucap Sekretaris BPBD Bojonegoro, Zainul Arif, Senin (16/10/2023).
Menurut Zainul, bantuan EMCL merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi multi pihak yang selama ini dijalankannya. Kata dia, kondisi alam dan bencana tidak bisa dilaksanakan pemerintah sendirian. Keterlibatn swasta dan masyarakat juga sangat penting.
Sementara itu, perwakilan EMCL, Beta Wicaksono menegaskan bahwa bantuan air bersih sifatnya taktis selama musim kering. EMCL, mendukung pemerintah dalam upaya ini. Harapannya, masyarakat terhindar dari masalah kesehatan dan lingkungan.
“Bantuan ini akan didistribusikan melalui koordinasi BPBD secara bertahap. Kebetulan hari ini ke Desa Jelu, Jampet, dan Bareng,” ucapnya.
Bantuan sebanyak 2 tangki akan didistribusikan jam 9 pagi dan jam 3 sore setiap hari hingga Desember 2023. Pemerintah berharap bantuan ini bisa memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sebelum datangnya musim hujan.
Selain memberikan bantuan air bersih, SKK Migas dan EMCL juga memprakarsai Program Pengembangan Masyarakat (PPM) air bersih. Sejak tahun 2008, lebih dari 42.000 masyarakat merasakan manfaat dari program air bersih. Mereka tersebar di 32 desa, 16 kecamatan dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Blora.(ric/red)
