Bojonegoro, mediapantura.com – Seorang pria bernama berinisial MY (31), warga Desa Sembunglor Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro, ditemukan oleh keluarganya meninggal dunia gantung diri dengan menggunakan tali tampar yang diikatkan di tiang penyangga rumah (blandar) di dalam kamar milik korban, Minggu (28/06/2020) pukul 10.00 WIB pagi tadi.
Kapolsek Boureno, Iptu Suwaji saat dikonfirmasi awak media ini pada siang tadi membenarkan bahwa telah terjadi peristiwa gantung diri di wilayah Kecamatan Boureno.
Menurutnya, saat pihaknya menerima laporan, korban sudah diturunkan oleh kakak kandung korban, sehingga petugas dari Polsek Boureno dan tim medis segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap korban.
Lanjut keterangan Kapolsek Boureno, Iptu Suwaji bahwa Ibu kandung korban dan Kakak kandung Korban sehabis dari sawah, pulang kerumah kemudian masuk rumah membuka pintu rumah belakang dan kaget melihat korban MY sudah dalam posisi tergantung lehernya menggunakan tali tampar warna biru yang ditalikan ke tiang penyangga rumah (blandar) dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Kemudian kakak kandung korban mengambil sebuah clurit lalu memotong tali tampar dan menurunkan korban kemudian membuka tali tampar dari lehernya. Selanjutnya kakak kandung korban berteriak meminta tolong warga sekitar dan memanggil Kepala Desa dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Baureno untuk ditindak lanjuti.
“Berdasarkan hasil identifikasi dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Penyebab kematian korban murni karena gantung diri yang disebabkan depresi masalah keluarga” kata Kapolsek.
Selanjutnya atas kematian korban, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan.
“Jenazah korban telah kami serahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,” pungkas Kapolsek. (Waf/Red)
Catatan: Bunuh diri bukan solusi dari semua permasalahan hidup. Bila Anda, saudara, keluarga, atau teman yang Anda kenal sedang mengalami depresi atau krisis kejiwaan karena berbagai hal, dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, disarankan untuk menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas, klinik atau rumah sakit.
Untuk pencegahan tindakan bunuh diri, masyarakat yang mengetahui upaya tindakan bunuh diri, dapat menghubungi aparat yang ada di desa atau kelurahan setempat.
