Bojonegoro, mediapantura.com – Upaya social safety net (Jaring Pengaman Sosial) bagi masyarakat terdampat covid_19 juga
dilakukan oleh para Kader HMI dan KAHMI di Bojonegoro. melalui gerakan tebar sembako bagi anak yatim, piatu dan atau yatim piatu yang dilaksanakan dalam bulan ramadhan ini dapat menghimpun sejumlah 500 kilogram, gula pasir, 1.000 liter minyak goreng dan 2.000 bungkus mie instan yang dikemas menjadi 500 paket untuk disebarkan. Hari ini (20/052020) dilaksanakan pendistribusian setelah dilaksanakan packaging oleh para kadernya. Kegiatan pendistribusian dipimpin langsung oleh Koordinator Panitia Tebar Sembako Edy Twiti dari lumbung pangan JPS HMI-KAHMI Bojonegoro yang berada di Pondok Pesantren Yasalam Ngadiluhur Balen Bojonegoro.
Edy menyampaikan “Lumbung pangan sengaja kami taruh disini karena adanya pandemi ini para santri sedang libur sehingga kami dapat memanfaatkan ruangan yang ada di Pondok Pesantren Yasalam milik Mas Singo sekretaris panitia tebar sembako ini”. “Ruangan yang nyaman dan halaman yang luas juga menjadi pertimbangan kami untuk mempermudah pendistribusian paket sembako,” tegas edy yang juga Tenaga Ahli P3MD, Singo panggilan akrab dari Aulia Singa Zanki yang merupakan sekretaris panitia juga.
Menurut dia, menyampaikan berdasarkan data kami sudah ada 550 paket sembako sebenarnya, akan tetapi tahap pertama ini baru kami sebarkan 500 sesuai target awal kami, dan sisanya kami putuskan untuk disebar pada tahap kedua, mengingat batas waktu penutupan donasi yang semestinya hari ini sudah kami tutup akan tetapi masih terus ada yang ingin ikut ambil bagian dan tentu tidak bisa kami tolak
niat baik dari para donatur ini.
“Mekanisme penyaluran paket sembako ini kami sengaja meminta para kader HMI yang berasal dari berbagai macam daerah asal dari masing-masing komisariat kampus yang ada di Bojonegoro untuk ikut ambil peran dengan kembali kemasyarakat membawa sesuatu yang bermanfaat bagi sesama khususnya anak Yatim, Piatu atau Yatim Piatu. Ini bisa menjadi sebuah Trust Kader dalam hidup bermasyarakat. Manfaat lain kegiatan ini adalah untuk mengasah kepekaan sosial para kader sesuai tujuan HMI untu mewujudkan masyarakat adil, makmur yang diridhoi Allah SWT”. Terang Singo pria lulusan S2 Psikologi Unair ini.
Perlu diketahui kegiatan tebar sembako ini dilaksanakan sebagai pengganti kegiatan tebar takjil HMI-KAHMI Bojonegoro yang sudah berjalan 4 tahun berturut-turut dan mestinya ini tahun kelima.Tebar sembako biasanya dilaksanakan diRumah Sakit untuk para penunggu pasien setiap hari 100 bungkus nasi yang digilir dimasing-masing rumah sakit yang ada diKota Bojonegoro selama Ramadhan penuh berkah.(Af)
