Parenting KKN STIT Mubo di RA Bina Insani al-Barokah Desa Sumberarum

mediapantura.com, Bojonegoro – Pendidikan merupakan hal yang penting bagi manusia, apalagi dengan tantangan di zaman modern ini. Pendidikan anak atau yang popular dengan istilah parenting merupakan pola interaksi antara orang tua dan anak berupa cara sikap, penerapan aturan, serta teladan sikap dan perilaku yang baik dari orang tua sehingga menjadi contoh bagi anaknya.

Dalam upaya menghasilkan generasi penerus yang tangguh dan berkualitas, diperlukan adanya usaha yang konsisten dan berkesinambungan dari orangtua dalam mendidik anak-anaknya.

Poin-poin di atas mengemuka dalam kegiatan parenting bertema “Mengenali Tumbuh Kembang Anak dengan Pola Asuh yang Sesuai” yang diadakan di RA Bina Insani al-Barokah Desa Sumberarum Kecamatan Dander. Kegiatan yang diparakarsai oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Bojonegoro (STIT Mubo) diadakan pada hari Kamis (13/1/2023) lalu.

Dua pembiacarnya yakni Ibu Miftakhur Rizki, M.Pd. (Kaprodi Pendidikan Guru MI STIT Mubo) dan bapak Aulia Singa Zanki, M.Si. (dosen Prodi PIAUD yang juga merupakan alumnus magister psikologi Unair).

Kegiatan parenting ini diawali dengan pembukaan serta sambutan dari kepala sekolah RA Bina Insani Al Barokah Desa Sumberarum, Linda Charilia Iswati, S.E. Beliau sangat senang dengan diadakannya parenting ini, sebab orang tua dan wali murid dapat menimba ilmu dan menambah wawasan tentang mendidik dan memahami karakter anak serta mengenali pola asuh yang sesuai.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak -ibu dosen, mahasiswa KKN yang telah memercayai dan mengajak kerja sama dengan lembaga kami,” ujar bu Linda.

Dalam kesempatan ini Bapak Aulia Singa Zanki, M.Si, menjelaskan bahwa setiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing.

“Menurut salah satu teori terkenal dalam psikologi, teori Howard Gardner misalnya, terdapat 8 kecerdasan majemuk yaitu linguistik, matematis-logis, spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Anak cerdas itu bukan hanya yang pandai matematika saja sehingga penting bagi orang tua mengenali tipe-tipe kecerdasan anaknya,” ungkap pak Singa.

Ibu Miftakhur Rizki, M.Pd. menjelaskan tentang macam-macam pola asuh yaitu otoriter, permisif, dan demokratis.

“Pada pola asuh otoriter orang tua cenderung keras dan kaku sehingga anak harus menjadi seperti yang diinginkan orangtua. Pola asuh permisif anak cenderung bebas tanpa ada batasan sehingga anak merasa kurang disayang, kurang perhatian dan kurang disiplin. Pola asuh demokratis cenderung dinamis, fleksibel, terarah, dan mengutamakan komunikasi antar orang tua dan anak sehingga anak memiliki jiwa tanggung jawab yanng tinggi, percaya diri serta mampu menyesuaikan diri,” ujar bu Rizki.

Peserta yang mayoritas ibu-ibu nampak antusias dan menyampaikan beberapa pertanyaan seputar bagaimana pola asuh yang tepat untuk putra-putrinya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada bapak-ibu yang telah hadir sehingga acara ini berlangsung dengan lancar. Semoga bapak-ibu semua dapat menjadi orang tua terbaik bagi anak-anaknya,” ujar Nurul Hidayatul Qusna saat menutup acara.

Kegiatan parenting ini diakhiri dengan foto bersama dengan seluruh peserta, mahasiswa KKN, pemateri, dan dewan guru RA Bina Insani Al Barokah Desa Sumberarum. (rico/red)

Pos terkait