Mediapantura.com Bojonegoro – Bertempat di salah satu rumah makan yang berada di Desa Ngampel Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, IDFoS Indonesia menggelar diskusi bersama beberapa media massa Bojonegoro.
Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Ahmad Muhajirin ini membahas terkait isu lingkungan dan cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini di Bojonegoro khususnya.
Untuk diketahui bersama bahwa Bojonegoro merupakan salah satu daerah yang terkena dampak dari kerusakan lingkungan dan juga cuaca ekstrim, salah satunya yang terjadi belakangan ini adalah bencana banjir bandang di Kecamatan Sekar Bojonegoro.
Tingginya curah hujan dan banyaknya pengalihan fungsi hutan menjadi lahan pertanian juga merupakan faktor terjadinya banjir bandang di kecamatan Sekar.
Kabupaten Bojonegoro memiliki luas kawasan hutan mencapai 94.397 atau kurang lebih 40% luas wilayah Kabupaten Bojonegoro. Namun kawasan hutan tersebut sudah banyak yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian.
Sedangkan peranan hutan sangatlah penting dalam sistem penyangga kehidupan.
Pemanfaatan lahan hutan menjadi lahan pertanian tentu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, namun disamping untuk pertanian juga harus ada tanaman sela (tanaman kehutanan) agar fungsi hutan tetap berjalan.
Menurut Imam dari Beritabojonegoro.com dalam diskusinya menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sangat tidak serius dalam menangani bencana.
“Bencana itu bukanlah aib”, jelas Imam.
Masih menurut Imam, dari 17 program pembangunan di Bojonegoro tidak satupun yang menyangkut tentang lingkungan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Tulus dari Beritajatim.com bahwa kegiatan pra bencana dari Pemkab Bojonegoro sangat kurang bahkan tidak ada
“Untuk korban yang dibutuhkan adalah pemulihan agar mereka bisa beraktivitas kembali”, ungkap Tulus.
Sementara itu Direktur IDFoS Indonesia, Joko HP menyampaikan, pertemuan ini adalah salah satu bentuk kolaborasi antara media massa dan Civil Society.
“Bersamaan dengan ini, IDFoS Indonesia bersama puluhan organisasi sosial di Bojonegoro dan Tuban akan melaksanakan aksi tanam pohon dan mengadakan aksi sosial untuk korban banjir bandang di Kecamatan Sekar Bojonegoro pada 27 November 2022 mendatang”, kata Joko HP.
Joko H P menambahkan peran masyarakat sipil dalam kebencanaan dapat dilakukan dengan aksi tanam pohon hal tersebut merupakan bentuk kontribusi masyarakat sipil dalam pencegahan bencana. (Red)
