mediapantura.com, Bojonegoro – Penggunaan lalu lintas di sepanjang jalan Moh. Rosyid turut Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander, sejak tadi terpantau sepi. Jalur Provinsi yang biasanya padat di pagi hari yang disebabkan oleh para pedagang pasar krempyeng yang berjualan di pinggir jalan sekarang ini nampak lengang.
“Semua pedagang yang biasanya berjualan di pinggir jalan sudah pindah di area jalan menuju GOR Dabonsia sejak hari Kamis kemarin”, tutur salah satu pedagang, Nur, Jumat (15/07/2022).
Nur menuturkan, dari berjualan ditepi jalan raya yang ramai, sekarang saya dan para pedagang lainnya berjualan ditepi jalanan desa yang terbilang sedikit masuk, walaupun dinilai kurang strategis bagi penjual tapi bagi pembeli yang sudah berlangganan pasti akan membeli.
“Kami semua sudah punya pelanggan, walaupun pindah para pelanggan tetap datang untuk membeli dagangannya”, ujar Nur kepada Mediapantura.com.
Masih menurut Nur, pasar krempyeng saat di jalan raya sangat ramai terkadang para pembeli memarkir kendaraannya sembarangan, sedangkan lalu lintas juga padat apalagi kalau jam berangkat kantor atau sekolah rawan kecelakaan. Makanya dari pihak desa berembuk agar lokasi pasar krempyeng di pindah sini.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Ngumpakdalem, Burhani mengaku telah merencanakan relokasi pasar dadakan itu sejak jauh hari. Pihak desa telah melakukan dialog dan pertemuan kepada semua pedagang supaya mau mengerti perihal keamanan dan kenyamanan ketika berdagang.
“Hasil dari musyawarah dan pertemuan dengan para pedagang pindah sempat menuai beragam tanggapan, bahkan ada beberapa pedagang sempat bersikukuh tak mau pindah, sebab akses jualan sudah nyaman dan dekat rumah”, ungkap Kades Ngumpakdalem.
Menurutnya, sekarang sudah clear. Para pedagang akhirnya mau pindah sejak hari Kamis kemarin, hal ini guna memberikan kenyamanan para pengguna jalan, kenyamanan para pembeli dan kenyamanan para pedagang itu sendiri.
“Untuk total keseluruhan para pedagang yang pindah sebanyak 98 pedagang. Dari total pedagang tersebut, 50 persen pedagang adalah warga Desa Ngumpakdalem selebihnya pedagang dari luar Desa atau Desa Sekitar”, tutup Burhani. (Pur/Red)
