DMI Kabupaten Bojonegoro Siap Jaga Keberlangsungan Program JKN

mediapantura.com, Bojonegoro – Sebagai upaya dalam meningkatkan capaian kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Kolektif di wilayah Kabupaten Bojonegoro, hal ini membuat BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro membangun sinergi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bojonegoro.

“Pihak DMI Kabupaten Bojonegoro siap mendukung penuh upaya menjaga keberlangsungan Program JKN di Kabupaten Bojonegoro”, ujar Ketua DMI Kabupaten Bojonegoro, Hanafi, Rabu (06/07/2022).

Ketua DMI Kabupaten Bojonegoro mengatakan, pihak DMI Kabupaten Bojonegoro tentunya mendukung atas upaya yang baik ini, mungkin nanti bisa MOU dulu untuk persiapan pendataan. Di Kabupaten Bojonegoro terdapat 1.437 Masjid dan 700 Takmir yang diharapkan dapat keterjaminan kesehatannya melalui Program JKN

“Pihak DMI Kabupaten Bojonegoro tak memungkiri adanya kemungkinan data yang digunakan dalam proses verifikasi nantinya akan muncul banyak peserta yang telah terdaftar ke dalam segmen Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri, mengingat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menjamin seluruh warganya ke dalam Program JKN.

Dikatakan pula bahwa, pastinya nanti akan dimusyawarahkan dulu dengan Takmir jika memang akan dialihkan kepesertaannya sesuai dengan segmen di Program JKN. Agar mereka juga tidak kaget jika kepesertaannya berubah, sehingga benar memang harus dilakukan sosialisasi.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Ndari Cahyaningsih menyampaikan akan dilakukan sosialisasi lebih lanjut pada Takmir yang terdaftar pada DMI Kabupaten Bojonegoro untuk memberikan pemahaman mengenai Program JKN beserta manfaat menjadi peserta JKN.

“Sambil nantinya berjalan verifikasi data, sosialisasi JKN ini perlu dilakukan agar Takmir yang terdaftar di Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Bojonegoro ini lebih memahami di segmen kepesertaan mana ia terdaftar”, jelas Ndari Cahyaningsih.

Menurutnya, BPJS Kesehatan Bojonegoro sangat mengapresiasi upaya dari DMI Kabupaten Bojonegoro untuk turut berperan serta menjaga keberlangsungan Program JKN.

“Kami sangat mengapresiasi penuh langkah dan upaya dari DMI Kabupaten Bojonegoro mendukung Program JKN. Kami berharap karena pendaftaran ini bersifat kolektif atas nama lembaga atau organisasi, maka kelasnya pun juga harus di daftarkan pada perawatan kelas yang sama”, tutup Ndari Cahyaningsih. (Pur/Red)

Pos terkait