Mediapantura.com, Blora – Milenial kebanggaan masyarakat Blora. Ia adalah Dewi Nur Halimah. Gadis kelahiran 7 April 1994, putri sulung dari pasangan suami istri Masdari dan Mahzunah.
Halimah menyelesaikan pendidikan tinggi dari Universitas Diponegoro (UNDIP) jurusan Biologi angkatan 2012 dan lulus 2016 dengan IPK 3,76. Tak hanya akademik yang menjulang, ragam perlombaan ia ikuti dan kerap mendapat juara.
Penghargaan yang diraih antara lain Juara 2 lomba karya ilmiah nasional SIPPI “Semarak Inovasi Perkembangan Pertanian Indonesia” tahun 2013 di IPB, Juara 1 lomba sociopreneur Tingkat Nasional Health in Campus di UI tahun 2014, delegasi UNDIP dan Forum Bidikmisi Nasinal tahun 2014, lolos Program Kreatifitas Mahasiswa bidang pengabdian, penelitian, kewirausahaan didanai tahun 2014 dan 2015, serta mendapatkan Medali Emas dalam IYIA (Internasional Young Investors Award) tahun 2015.
Kegemaran menulis karya ilmiah tak redup setelah menyelesaikan pendidikan di UNDIP. Selepas menyabet gelar sarjana biologi tahun 2016, Halimah mengajar di MTs Khozinatul Ulum, Blora. Sederet penghargaan juga diraih diantaranya, dinobatkan sebagai “Best Inspiring Woman 2018” versi Tabloid Pendidikan Indonesia Edisi Februari-Maret 2018, juara 1 lomba Autobiografi Nasional 2018, juara 2 Best Inspiring Women 2018 versi JMF (Jama’ah Muslim FISIPOL), UGM, finalis lomba karya ilmiah Santri dalam HSN tahun 2019.
Selain itu, Halimah juga menjadi satu-satunya guru dalam acara Guru Menulis Keliling Nusantara tahun 2019, juara 1 Lomba Karya Ilmiah Guru Madrasah Teladan Nasional oleh LP Ma’arif NU Jateng tahun 2019.
Kegemarannya menulis dan dunia literasi mengantarkan Halimah menjadi Duta Pustaka Kabupaten Blora 2018-2019 dan hingga sekarang. Halimah juga produktif dalam menulis buku, pada tahun 2020-2021, 10 buku (ISBN) berhasil ia terbitkan. Total keseluruhan buku yang telah terbit dari tahun 2017 – 2022 yaitu 13 buku.
Deretan prestasi yang diraih Halimah baik semasa pendidikan di UNDIP hingga saat menjadi guru di MTs Khozinatul Ulum, Blora membawanya pada kegelisahan terhadap tingkat melek literasi masyarakat.
Melalui percakapan Whatsapp, Minggu (2/7/202), “Literasi itu sangat penting. Maju mundurnya suatu bangsa bisa dilihat dari angka melek literasi. Tingkat membaca pemuda terkait artikel IPTEK, jurnal, buku sangat perlu ditingkatkan. Kondisi yang ada, pemuda memang membaca tetapi membaca sosmed,” ujar Halimah
Kondisi yang tidak mendukung itu, tambah Halimah, upaya memajukan literasi perlu kerja sama dan kesadaran pihak seperti orang tua, pihak sekolah, dan pemerintah. Kalau mau maju, berarti angka melek literasi harus ditingkatkan.
Komitmen Halimah dalam mengembangkan tingkat melek literasi, di sekolah tempat mengajar, Halimah membuka bimbingan menulis kepada pesertadidik.
“Mengubah kebiasaan anak-anak yang malas membaca menjadi rajin membaca tentu saja bukan hal mudah. Apalagi bila mengajak anak-anak agar bisa menggulirkan karya sastra dan ilmiah, tentu saja dibutuhkan kinerja dan strategi yang bagus untuk mengembangkan anak-anak agar terangsang membaca dan menulis,” tulis Halimah mengenang saat memulai membimbing menulis
Guru yang terpilih sebagai Internasional Outstanding Young Teacher Of The Year tahun 2022 ini, selain melaksanakan bimbingan menulis di MTs Khozinatul Ulum, yang berhasil menerbitkan 2 buku (ISBN) hasil karya pesertadidiknya juga mendirikan Taman Baca Masyarakat bersama rekan sejawatnya, Lucky Rusyita di Dukuh Patihan RT 03/RW 03, Desa Ketileng, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora yang diberi nama Taman Baca ALKY.
“Sebagai Duta Baca Pustaka Kabupaten Blora tugas saya mendorong kepada anak-anak datang ke perpusda Blora untuk membaca. Selain itu juga mendorong pemuda Indonesia mendownload aplikasi ipusnas agar bisa meminjam ebook online dan bisa dibaca di mana saja,” tandas Halimah
Upaya memajukan Taman Baca ALKY, Halimah mengatakan, saya mempromosikan ke donatur agar mendonasikan buku ke Rumah Baca ALKY. (Ruf/Merah)
