mediapantura.com, Bojonegoro – Rangkaian proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 Kabupaten Bojonegoro Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro – Tuban, menyatakan prosentase antara SMK serta SMA di Kabupaten Bojonegoro yakni sebesar 60 dan 40 persen.
“Dari prosentase tersebut, yang jelas Pemerintah melalui Provinsi Jawa Timur. Menghendaki bahwa prosentase SMK dan SMA, sebesar 70 dan 30 persen,” tegas Kasi SMK Cabdin Wilayah Bojonegoro – Tuban, Agung Prijono.
Lanjut dia, rerata dari mereka yang masuk kategori lulusan SMK. Targetnya setelah lulus langsung bekerja, terutama bagi masyarakat ekonomi kelas menengah maupun bawah. “Ketika masuk SMA, siswa tersebut harus melanjutkan ke Perguruan Tinggi, barulah bekerja. Sedangkan lulusan SMK memiliki kompetensi yang dibutuhkan di perusahaan,” ucapnya.
Bahkan, untuk saat ini banyak perusahaan yang melakukan jalinan kerjasama Memorandum of Understanding atau kesepakatan bersama dengan SMK Negeri maupun Swasta. Serta ditunjang adanya bursa kerja di sekolah yang telah tersedia.
“Anak SMK sebelum lulus banyak yang sudah diambil oleh perusahaan. Bahkan saat mereka selesai magang di perusahaan, dilatih dan belajar secara praktik maupun teoritis. Rencananya, di kurikulum merdeka lebih banyak ke kejuruan. Perbandingannya seimbang antara mata pelajaran umum dan kejuruan,” tutupnya. (af/red)
