Peningkatan Capaian Pengetahuan Peserta Didik Melalui Pemanfaatan Media Pembelajaran Dari Kain Flanel di TK DHARMA WANITA Tunas Harapan Pandanwangi Desa Pandanwangi Kecamatan Soko Kabupaten Tuban

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Sekolah sebagai tempat pelaksanaan proses belajar mengajar perlu dikelola secara baik dan benar. Keberhasilan suatu  sekolah mencapai tujuan yang diharapkan sangat tergantung kepada bagaimana model pengelolaan terhadap segala sumber daya yang dimiliki sekolah tersebut. Sumber daya sekolah yang memadai bukan jaminan akan mewujudkan harapan-harapan warga sekolah yang telah dirumuskan menjadi tujuan sekolah tersebut jika kepala sekolah sebagai pimpinan tidak mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.

Kepala sekolah adalah guru yang diserahi tugas tambahan untuk memimpin dan mengelola sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Sebagai seorang guru, kepala sekolah sejatinya adalah juga pendidik yang harus mampu membina guru-guru disekolahnya menjadi guru kreatif dan selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran. Dengan adanya tugas tambahan tersebut, kepala sekolah tidak hanya dituntut untuk membina guru saja, tetapi lebih dari itu, juga dituntut untuk membina dan mengelola seluruh komponen sekolah .Disisi lain, tujuan utama sekolah berupa peningkatan mutu pendidikan hanya dapat diraih jika seluruh komponen sekolah dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing melalui pembinaan dan pengelolaan seorang kepala sekolah yang professional

Karena begitu banyaknya tugas-tugas baru seorang kepala sekolah maka untuk menjadi seorang kepala sekolah yang profesional tentu tidaklah mudah. Diperlukan waktu yang cukup untuk belajar bagaimana melaksanakan tugas-tugas yang baru tersebut. Pelatihan, pembimbingan dan pembinaan bagi calon kepala sekolah merupakan upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka melahirkan pemimpin sekolah yang berkualitas yang diharapkan mampu untuk memimpin dan mengelola sekolah dalam upaya meningkatkan mutu Pendidikan.

Peraturan menteri pendidikan nasional (permendikas) Republik Indonesia nomor 28 tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah dijelaskan bahwa seorang guru yang telah dinyatakan lulus seleksi calon kepala sekolah diharuskan mengikuti pendidikan dan pelatihan sebagai kegiatan pemberian pengalaman pembelajaran teoretik maupun praktik yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.

Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Kepala Sekolah sebagai operasional Permendiknas Nomor 28 tahun 2010 merupakan kegiatan penyiapan kompetensi calon kepala sekolah untuk memantapkan wawasan, pengetahuan, sikap, nilai dan keterampilan dalam memimpin sekolah, sebagaimana dinyatakan dalam Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 dimana tujuan dilaksanakannya Diklat Calon Kepala Sekolah adalah memberikan pengalaman belajar yang terpadu antara sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial dengan pengalaman empirik (kontekstual) sesuai karakteristik calon kepala sekolah, mengembangkan kemampuan calon kepala sekolah dalam mengidentifikasi masalah pembelajaran untuk meningkatkan capaian belajar peserta didik, mengembangkan kemampuan calon kepala sekolah dalam menentukan strategi penyelesaian masalah sehingga dapat membangun budaya belajar sekolah dalam satu ekosistem persekolahan dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan calon kepala sekolah dalam menggerakkan warga sekolah untuk membantu penyelesaian masalah pembelajaran di sekolah, yang bermuara pada terwujudnya student wellbeing.

Adapun pendidikan dan pelatihan yang dijalani calon kepala sekolah diselenggarakan selama 300 jam  pelajaran dan dilaksanakan dengan 4 (empat) tahap yaitu tahap On-the Job Training (OJT) 1 selama 20 jam  pelajaran, tahap In-Service Training (IST) 1 selama 50 jam pelajaran, tahap On-the Job Training (OJT) 2 selama 200 jam  pelajaran, dan tahap In-Service Training (IST) 2 selama 30 jam pelajaran.  Kegiatan On-the Job Training 2 merupakan tahapan yang penting dalam  rangka melatih calon kepala sekolah membiasakan bekerja berbasis data melalui  kegiatan pengamatan (observe) kondisi nyata dan mengidentifikasi masalah pembelajaran, melakukan refleksi (reflect) atas hasil observasi, mencari alternatif pemecahan masalah dan menyusun rencana kegiatan pemecahan masalah dalam bentuk Rencana Projek Kepemimpinan  dan Peningkatan Kompetensi (plan) serta  melaksanakan  kegiatan sesuai rencana (Act), melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan dan hasil kegiatan (evaluate) dan merefleksi tindakan yang dilakukan (reflect).Adapun tahapan diklat adalah sebagai berikut :

  1. On The Job Training (OJT) I : 17 s/d 24 Oktober 2021
  2. In Service Training ( IST ) I          : 25 s/d 29 Oktober 2021
  3. On The Job Training (OJT) 2 : 30 Oktober s/d 19 Desember 2021
  4. In Service Training ( IST ) 2 : 20 s/d 23 Desember 2021

Kualifikasi dan kompetensi seorang kepala sekolah/madrasah merupakan modal dasar dan utama bagi kepala sekolah/madrasah agar mampu memahami, menguasai, dan mengaplikasikannya dalam pengelolaan tugas-tugas akademik dan manajerial di sekolah/madrasah. Keberhasilan kepala sekolah tidak terlepas dari kompetensi yang dimilikinya. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah mengamanatkan bahwa seorang kepala sekolah/madrasah harus memenuhi 5 (lima) kompetensi minimal yang dipersyaratkan yaitu kompetensi kepribadian, sosial, manajerial, supervisi, dan kewirausahaan.

Berdasarkan permendiknas nomor 13 tahun 2007 tentang standar kompetensi kepala sekolah menetapkan dimensi kompetensi manajerial kepala sekolah merupakan dimensi kompetensi yang menuntut 16 kompetensi. Jumlah kompetensi ini merupakan jumlah terbanyak dibandingkan dengan kompetensi pada dimensi kompetensi kepribadian, kewirausahaan, supervisi dan sosial. Tingkat kemampuan kepala sekolah dalam mengarahkan, memberdayakan, menggerakkan, dan mengembangakan sumber daya sekolah dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di sekolah sangat bergantung kepada kompetensi manajerial seorang kepala sekolah.

Pendidikan dan pelatihan yang dijalani calon kepala sekolah diselenggarakan selama 300 jam  pelajaran dan dilaksanakan dengan 4 (empat) tahap yaitu tahap On-the Job Training (OJT) 1 selama 20 jam pelajaran, tahap In-Service Training (IST) 1 selama 50 jam pelajaran, tahap On-the Job Training (OJT) 2 selama 200 jam pelajaran, dan tahap In-Service Training (IST) 2 selama 30 jam pelajaran.  Kegiatan On-the Job Training 2 merupakan tahapan yang penting dalam rangka melatih calon kepala sekolah membiasakan bekerja berbasis data melalui  kegiatan pengamatan (observe) kondisi nyata dan mengidentifikasi masalah pembelajaran, melakukan refleksi (reflect) atas hasil observasi, mencari alternatif pemecahan masalah dan menyusun rencana kegiatan pemecahan masalah dalam bentuk Rencana Projek Kepemimpinan  dan Peningkatan Kompetensi (plan) serta  melaksanakan  kegiatan sesuai rencana (Act), melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan dan hasil kegiatan (evaluate) dan merefleksi tindakan yang dilakukan (reflect).

Pentingnya On-the Job Training (OJT) 2 yang  dilakukan oleh peserta diklat calon kepala sekolah selain untuk menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman sebagai bekal saat diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah juga bermanfaat dalam mempraktikkan kompetensi yang telah dipelajari selama kegiatan In Service Training 1. Adapun kegiatan On-the Job Training 2 diwujudkan dengan melaksanakan Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK) disekolah asal dimana calon kepala sekolah diharuskan meningkatkan 3 dimensi kompetensi kepala sekolah dalam bidang kepribadian, kewirausahaan dan sosial   serta melaksanakan Peningkatan Kompetensi di sekolah magang dimana calon kepala sekolah diharuskan meningkatkan lima dimensi kompetensi kepala sekolah terutama pada indikator kompetensi yang masih lemah sesuai dengan hasil penilaian analisis kebutuhan pengembangan keprofesian (AKPK).

Dalam Pelaksanaan Kegiatan Proyek Kepemimpinan dipandang perlu memperhatikan acuan dan kriteria penetapan keberhasilan sekolah sebagai penyelenggaraan pendidikan melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2015 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang meliputi; standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. Untuk melihat keberhasilan sekolah dilakukan dengan menganalisis raport peningkatan mutu pendidikan (PMP) tempat penulis sebagai peserta diklat calon kepala sekolah bertugas. Dari hasil Analisa raport peningkatan  mutu Pendidikan TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi didapat hasil bahwa perolehan nilai terendah untuk Standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses dan standar penilaian terletak pada standar proses. Oleh karena itu CKS merasa perlu meningkatkan mutu layanan pendidikan khususnya pada standar proses.

Kegiatan On The Job Training (OJT) 2 penting bagi peserta diklat untuk mempraktekkan kompetensi yang telah dipelajari selama kegiatan tatap muka. Dalam OJT 2 di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi Calon Kepala Sekolah diwajibkan melaksanakan Rencana Proyek Kepemimpinan yang didasarkan atas Identifikasi masalah di sekolah sendiri sehingga proyek tersebut berdampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan delapan (8) Standar Nasional Pendidikan.

Laporan ini disusun sebagai tindak lanjut dan pertanggung jawaban selaku peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) calon kepala sekolah yang telah melaksanakan On The Job Training yang merupakan salah satu upaya untuk memberikan bekal tambahan berupa pengalaman bekerja sebagai calon kepala sekolah. On The Job Training  adalah pembelajaran di lapangan dalam situasi pekerjaan nyata yang dilakukan di 2 (dua) sekolah, yakni di sekolah sendiri (TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi) dan di sekolah magang 2 (TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde).

Berdasarkan uraian tersebut, maka calon kepala sekolah mengangkat judul yang terkait dengan standar proses terutama tentang media pembelajaran.  Pada kegiatan On-the Job Training (OJT) 2, judul yang saya tuangkan dalam Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK) adalah “PENINGKATAN CAPAIAN PENGETAHUAN PESERTA DIDIK MELALUI PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN”.

  1. Tujuan

Tujuan pelaksanaan On-the Job Training (OJT) 2, adalah untuk:

  1. Meningkatkan kompetensi kepribadian, kewirausahaan, sosial, managerial, dan supervisi calon kepala sekolah.
  2. Meningkatkan kompetensi kepribadiaan, kewirausahaan, dan sosial calon kepala sekolah melalui kegiatan proyek kepemimpinan dalam meningkatkan capaian pengetahuan melalui pelatihan pemanfaatan media pembelajaran di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi.
  3. Meningkatkan standar proses berdasarkan identifikasi masalah yang diperoleh dari hasil evaluasi diri sekolah melalui kegiatan pelatihan pemanfaatan media pembelajaran di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi.
  4. Meningkatkan kompetensi terendah berdasarkan AKPK calon kepala sekolah di sekolah magang 2 (TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde).
  5. Hasil Yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan melalui On-the Job Training (OJT) 2 adalah:

  1. Meningkatnya kompetensi kepribadian, kewirausahaan, sosial, managerial, dan supervisi calon kepala sekolah.
  2. Meningkatnya kompetensi kepribadiaan, kewirausahaan, dan sosial calon kepala sekolah melalui kegiatan proyek kepemimpinan dalam meningkatkan capaian pengetahuan melalui pelatihan pemanfaatan media pembelajaran di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi.
  3. Meningkatnya standar proses berdasarkan identifikasi masalah yang diperoleh dari hasil evaluasi diri sekolah melalui kegiatan pelatihan pemanfaatan media pembelajaran di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi.
  4. Meningkatnya kompetensi terendah berdasarkan AKPK calon kepala sekolah di sekolah magang 2 (TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde).

 

 

 

 

 

 

BAB II

PROFIL SEKOLAH MAGANG

 

  1. Profil Sekolah Magang I (TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi)

                                                     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    Gambar 1.1.  TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi

TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi berdiri pada tahun 1981. TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi berdiri dan beroperasi atas tuntutan masyarakat dan dibawah naungan desa untuk mengembangkan potensi, minat dan bakat putra-putri. TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi dikelola oleh Ibu Sunarti, S.Pd dan tiga gurunya atas nama Ibu Sriasih S.Pd,  Ibu Yuwiatmi, S.Pd dan Ibu Sipuk Triani, S.Pd. Dengan jumlah peserta didik 43.

Upaya TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi dalam meningkatkan layanan mutu Pendidikan diawali  dengan  menguatkan  komitmen  seluruh warga  sekolah,  yayasan, komite sekolah  dan  tokoh  masyarakat sekitar dengan  bersama-sama  merumuskan dan menyepakati visi sekolah sebagai dasar atau rujukan dalam menentukan tujuan atau keadaan masa depan sekolah yang secara khusus diharapkan oleh sekolah untuk pengembangan sekolah dimasa depan.

Adapun visi TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi adalah sebagai berikut: “Mewujudkan Anak didik yang Agamis, Cerdas, Kreatif dan Dinamis. Misi TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi sebagai berikut:

  1. Mewujudkan anak didik yang kreatif, aktif dan inovatif.
  2. Mengasuh dan mendidik anak dengan rasa kasih sayang.
  3. Menciptakan sarana yang menarik, bersih dan aman.

Tujuan Pendidikan di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi adalah

  1. Terwujudnya anak yang berakhlak mulia.
  2. Terwujudnya anak Alqur’an sejak dini.
  3. Terwujudnya anak yang taat beribadah kepada Allah.
  4. Terwujudnya anak yang sehat, jujur, senang belajar dan mandiri.
  5. Terwujudnya anak yang mampu merawat dan peduli terhadap diri sendiri, teman dan lingkungan sekitar.
  6. Menjadikan anak Yang mampu berfikir, berkomunikasi, bertindak produktif, dan kreatif melalui bahasa, music, karya dan gerakan sederhana.
  7. Terciptanya iklim belajar yang kondusif bagi penyelenggaraan pendidikan, perawatan, pengasuhan, dan perlindungan anak.

Visi dan Misi yang diusung oleh TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi ini telah memberi arah dan motivasi bagi warga sekolah untuk senantiasa berkreasi dan prestasi. Adapun startegi yang digunakan untuk suksesnya visi misi tersebut adalah senantiasa membenahi diri dalam rangka membangun sekolah yang layak untuk belajar peserta didik, meningkatkan prestasi guru dan peserta didik serta meningkatkan hubungan yang harmonis antara sekolah dengan masyarakat atau dengan instansi lain yang tidak mengikat

Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar peserta didik, TK Dharmawanita Tunas Harapan Pandanwangi pada tahun pelajaran 2021/2022 dengan jumlah peserta didik 43 siswa yang tersebar dalam 2 rombel,  proses kegiatan belajar mengajar dilakukan pagi hari. Kegiatan pembelajaran dilakukan selama 6 hari Senin-sabtu dengan alokasi waktu dalam satu minggu adalah 30 jam/900 menit.

 

  1. Profil Sekolah Magang II (TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1.2  TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde

Profil Lembaga Magang 2 di TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Propinsi Jawa Timur berdiri pada tahun 1993. Terakreditasi B, Status Lembaga TK Swasta dengan Nomor SK Kelembagaan 423/00509/424.042/2003. Yang menjabat sebagai Kepala Sekolah adalah Ibu Maimudah, S.Pd dengan guru 3 yang bernama Ibu Mukasanah, S.Pd, Ibu Kartini, S.Pd dan Ibu Kasmurah, S.Pd. Pada tahun pelajaran 2020/2021 jumlah peserta didik 48 dengan jumlah rombel ada 2. Visi, Misi dan Tujuan TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde adalah sebagai berikut: Visi TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde ”Terwujudnya generasi yang beriman, berkarakter, aktif, kreatif, cerdas dan berbudaya.”

Misi TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde adalah:

  1. Menerapkan proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan serta memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif
  2. Mendorong peserta didik untuk berkreativitas sesuai dengan kemampuan dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik
  3. Membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan

Tujuan TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde adalah:

  1. Menciptakan generasi beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT
  2. Menghasilkan peserta didik yang berbudi pekerti luhur
  3. Menjadikan peserta didik yang mampu berfikir logis, komunikatif, aktif dan kreatif melalui bahasa, seni maupun gerak

Strategi TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde adalah:

  1. Membentuk team work bidang religi, disiplin, dan prestasi untuk mempertinggi nilai jual sekolah.
  2. Meningkatkan kompetensi Guru untuk melakukan kegiatan pengembangan dalam kompetensi pedagogik atau profesionalisme sehingga mampu meningkatkan mutu/ kualitas pendidikan baik local maupun global.
  3. Membentuk jati diri siswa yang cerdas, religius dengan dilandasi keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui pembinaan mental spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Meningkatkan aktifitas, kreatifitas, siswa dalam kegiatan belajar yang mengarah pada peningkatan prestasi akademis dan non akademis.
  5. Penataan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, kondusif, rapi dan bersih.
  6. Pengadaan dan pengembangan Sarana dan Prasarana yang ideal untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar baik fisik bangunan sekolah, laboratorium, dan alat peraga / media pembelajaran

 

 

BAB III

PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)

 

  1. Pelaksanaan Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK)

 

Rencana Proyek Kepemimpinan adalah sebuah upaya untuk memberikan pengalaman kepemimpinan kepada calon kepala sekolah di sekolah sendiri dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada calon kepala sekolah menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan dan memberdayakan terhadap seluruh atau sebagian warga sekolah.

Dalam rencana proyek kepemimpinan, seorang calon kepala sekolah diharapkan mampu menentukan masalah yang harus diatasi, menentukan tujuan dan indikator pencapaian yang harus dicapai, menyusun program kegiatan yang akan efektif untuk mengatasi masalah, menggambarkan skenario kegiatan dalam penanganan masalah, menggunakan berbagai bentuk metode pengumpulan data dan menggunakan hasil temuan data hasil kegiatan sebagai refleksi untuk menentukan upaya tindakan selanjutnya.

Secara komprehensif, Rencana Proyek Kepemimpinan dimaksudkan untuk melatih seorang calon kepala sekolah belajar mengatasi berbagai masalah di sekolah, dari masalah ketidak sempurnaan kompetensi dan potensi yang telah dimiliki calon serta ketidakmapanan kinerja sekolah yang mencakup pencapaian delapan standar nasional pendidikan. Dengan Rencana Proyek Kepemimpinan maka seorang calon kepala sekolah terlatih untuk menhadapi dan mengatasi masalah dan ke depan tidak lagi ada kepala sekolah yang melakukan pembiaran ataupun menghindari masalah yang terjadi di sekolah.

Sebagai tindakan kepemimpinan calon kepala sekolah perlu meningkatkan kompetensi Kepribadian, Sosial, dan Kewirausahaan melalui penyusunan Rencana Proyek Kepemimpinan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Oleh karena itu mengawali perencanaan Proyek Kepemimpinan, calon kepala sekolah melakukan analisis terhadap hasil Evaluasi Diri Sekolah Tahun 2021 khususnya pada standar Isi, Standar Proses, Standar Kelulusan, dan Standar Penilaian.

Hasil analisis terhadap Evaluasi Diri Sekolah  EDS,  sekolah terhadap empat standar diperoleh kelemahan pada standar proses dengan rekomendasi para guru perlu mendapatkan pelatihan dalam pembuatan menyusun soal secara objektif dan akuntabel.

  1. Judul RPK

Meningkatkan capaian pengetahuan peserta didik melalui pemanfaatan media pembelajaran

  1. Tujuan
  2. Meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran
  3. Meningkatkan kompetensi kepribadian, kewirausahaan dan sosial calon kepala sekolah
  4. Meningkatkan capaian pengetahuan dan keterampilan peserta didik
  5. Meningkatkan prestasi peserta didik
  6. Indikator Keberhasilan
  7. Meningkatnya kompetensi guru dalam pemanfaatan media pembelajaran
  8. Meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran
  9. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam semua aspek perkembangan yaitu aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan
  10. Kompetensi Kepribadian
  • Meningkatnya kemampuan calon kepala sekolah dalam berbicara, bersikap, dan berperilaku diteladani oleh warga sekolah dan masyarakat
  • Meningkatnya pengetahuan dan pengalaman calon kepala sekolah berbagi kepada teman-teman sejawat berkaitan dengan tugas sehari-hari.
  1. Kompetensi Sosial
  • Meningkatnya keterlibat calon kepala sekolah secara aktif menjadi pengurus organisasi sosial kemasyarakatan di lingkungan tempat tinggal.
  • Meningkatnya pemahaman calon kepala sekolah dalam penyusunan program kerja sama dengan pihak lain, baik perseorangan maupun institusi dengan baik, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah.
  1. Kompetensi Kewirausahaan
  • Meningkatnya pemahaman calon kepala sekolah dalam  program-program inovatif yang bisa meningkatkan keefektifan sekolah dengan baik
  • Meningkatnya rasa optimis, pantang menyerah, dan berpikir alternatif terbaik calon kepala sekolah untuk mencapai keberhasilan di sekolah
  1. Program Kegiatan

Program kegiatan  Rencana Proyek kepemimpinan ini adalah pelatihan pemanfaatan media pembelajaran , dengan judul Meningkatkan capaian pengetahuan peserta didik melalui pemanfaatan media pembelajaran di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui 2 tahap yaitu siklus 1 dan siklus 2.

  1. Siklus 1

Hari                           : Selasa

Tanggal                     : 02 Nopember 2021

Waktu                       : 08.00 – 11.00 WIB

Tempat                      : Ruang Kelas TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi

  1. Siklus 2

Hari                           : Rabu

Tanggal                     : 10 Nopember 2021

Waktu                       : 08.00 – 11.00 WIB

Tempat                      : Ruang Kelas TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi

  1. Langkah-langkah Kegiatan

Kegiatan yang dirancang untuk dilaksanakan dalam Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK) ini, dilakukan dalam dua siklus dimana terdiri dari: (a) persiapan, (b) pelaksanaan, (c) monitoring dan evaluasi, dan (d) refleksi.

  1. Siklus 1
  2. Persiapan

Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK) pelaksanaannya dimulai dengan melakukan sosialisasi dan koordinasi antara calon kepala sekolah dengan guru, ketua yayasan, komite dan wali murid. Koordinasi ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 01 Nopember 2021 pukul 08.00-10.00 WIB di ruang kepala sekolah. Koordinasi ini bertujuan untuk menyampaikan perkembangan dan kegiatan lanjutan dari rangkaian Diklat Calon Kepala Sekolah yang sedang  dilaksanakan sebagai lanjutan dari OJT 1, dimana Calon Kepala sekolah harus melaksanakan sebuah proyek kepemimpinan dengan  magang di sekolah sendiri. Kegiatan Rencana Proyek Kepemimpinan ini didasarkan pada analisis capaian mutu pada raport peningkatan mutu pendidikan dimana teridentifikasi masalah dalam standar proses yang mana guru belum sepenuhnya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran belum menggunakan media pembelajaran yang tepat. Selanjutnya masalah yang sudah teridentifikasi akan ditindaklanjuti dengan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membuat media pembelajaran melalui kegiatan pelatihan.

Untuk pelaksanaan kegiatan ini perlu diadakan sosialisasi kepada warga sekolah khususnya guru sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan sekaligus membentuk kepanitiaan. Karena CKS atau Calon Kepala Sekolah sudah menjadi Kepala sekolah sekaligus sebagai mentor 1 sehingga pelaksanaanya lebih maksimal lagi. Setelah menyampaikan seluruh rencana yang akan dilaksanakan maka disepakati bahwa kegiatan ini akan diawali dengan sosialisasi kegiatan RPK pada seluruh guru pada  hari senin tanggal 01 nopember 2021 pukul 08.00 WIB bertempat di Ruang kelas B TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi yang akan diikuti oleh  ketua yayasan, komite, guru serta wali murid. Untuk kegiatan sosialisasi ditindak lanjuti dengan membuat undangan sosialisasi RPK ke warga sekolah. Undangan diberikan kepada warga sekolah melalui whatsapp grup sekolah.

Kegiatan sosialisasi kepada warga sekolah berjalan lancar dihadiri oleh ketua yayasan,, komite, CKS, guru dan perwakilan wali murid. Dalam sosialisasi disampaikan bahwa pelaksanaan rencana proyek kepemimpinan berupa pelatihan akan dilaksanakan 1 (satu) kali yaitu siklus 1, dimana siklus 1 akan dilaksanakan pada hari selasa tanggal 02 nopember 2021.

Dalam persiapan berikutnya Calon Kepala Sekolah atau CKS membuat dan menuliskan pengembangan RPK ke dalam matrik pelaksanaan RPK yang berisi tujuan yang akan di capai dalam pelatihan, indikator keberhasilan RPK, tahapan-tahapan persiapan pelaksanaan pelatihan, sumber daya yang terlibat metode pengumpulan data, indikator pencapaian student wellbeing. Dirancang dan dituliskan juga instrumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan RPK mulai dari instrumen keterlaksanan RPK, Keberhasilan RPK, dampak RPK terhadap hasil prestasi belajar peserta didik, dan instrumen  student wellbeing.

Selanjutnya membuat program pelaksanaan kegiatan berupa panduan pelaksanaan pelatihan berisi  penetapan; waktu kegiatan, tempat kegiatan, membuat undangan, undangan peserta, jadwal kegiatan dan susunan acara.

Terakhir sebelum pelaksanaan kegiatan Rencana Proyek Kepemimpinan berupa pelatihan media pembelajaran calon kepala sekolah dan panitia memastikan semua kelengkapan sarana prasarana sudah lengkap dan tidak ada kekurangan.

 

  1. Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan Rencana Proyek Kepemimpinan berupa pelatihan media pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kompetetnsi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 hari yakni hari selasa  tanggal 02 Nopember 2021, sebagai siklus 1.

Susunan acara pelatihan peningkatan capaian pengetahuan siswa melalui media pembelajaran adalah sebagai berikut:

Tabel  1.1. Jadwal Kegiatan pelatihan peningkatan capaian pengetahuan siswa melalui media pembelajaran

Hari/Tgl Waktu Materi Pemateri / Ket
Selasa,

02 Nopember 2021

08.00 – 08.30 Registrasi peserta Panitia
  08.30 – 08.35 Pembukaan Panitia
  08.35 – 08.45 Doa Sipuk, S.Pd
  08.45 – 09.00 Sambutan Ketua yayasan sekaligus membuka acara Susilaningtyas, S.Pd
  09.00 – 10.00 Paparan Materi Pelatihan Tentang Media Pembelajaran Sunarti, S.Pd
  10.00 – 10.15 Persiapan peserta untuk memulai praktek membuat media pembelajaran Peserta
  10.15 – 11.00 Praktek langsung untuk membuat media pembelajaran Peserta
  11.00 – 11.30 Presentasi hasil pelatihan Peserta
  11.30 – 12.00 Penutupan kegiatan pelatihan Panitia

 

Dalam pelaksanaan pelatihan materi disampaikan dalam bentuk teori dan praktek. Dengan menggunakan metode partisipatif peserta secara langsung dapat mempraktekkan pembahasan materi. Kegiatan pelatihan media pembelajaran ini berorientasi pada proses sehingga hasil pelaksanaannya dapat diketahui saat peserta melaporkan atau mempresentasikan dan mengumpulkan tugas diakhir kegiatan. Pelaksanaan pelatihan media pembelajaran ini berjalan dengan lancar sesuai jadwal kegiatan yang sudah ditetapkan.

  1. Monev

Untuk mengetahui sejauh mana kesesuaian dan keterlaksanaan antara rencana dan pelaksanaan kegiatan, serta menemukan hambatan yang menyebabkan pelaksanaan tidak sesuai dengan rencana, maka dilakukanlah kegiatan monitoring dan evaluasi. Kegiatan monitoring dilakukan pada tahap persiapan dan pelaksanaan. Sedangkan evaluasi dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan pada tahap evaluasi pada Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah, evaluasi pada hasil kegiatan, evaluasi peningkatan prestasi peserta didik dan evaluasi pencapaian students wellbeing. Kegiatan monitoring dan evaluasi melibatkan kepala sekolah, guru, dan peserta didik.

Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung dilakukan monitoring dan evaluasi menggunakan instrumen yang telah disiapkan, antara lain menyusun instrumen monitoring evaluasi pelaksanaan kegiatan pelatihan, mengisi instrumen dengan mengamati pelaksanaan kegiatan pelatihan, menganalisis instrumen pelaksanaan kegiatan pelatihan dengan mengecek produk hasil pelatihan berupa; laporan hasil kegiatan, rekap daftar hadir peserta kegiatan, dokumentasi kegiatan berupa foto, dokumen hasil kegiatan berupa hasil kerja guru dalam mengikuti kegiatan berupa instrumen penilaian, menganalisis data hasil monitoring dan evaluasi, menyusun laporan monitoring dan evaluasi serta instrumen evaluasi dampak kegiatan kepada peserta didik (Student Wellbeing).

Calon kepala sekolah melakukan monitoring dan evaluasi  guna memastikan guru memahami pembuatan/pemanfaatan media pembelajaran sesuai dengan materi yang diajarkan.

Berikut adalah analisis hasil data yang diperoleh selama rencana proyek kepemimpinan siklus 1, yaitu:

  • Instrumen Monitoring Pelaksanaan Kegiatan

Berdasarkan pengolahan data instrumen monitoring pelaksanaan  kegiatan dari 11 orang responden diperoleh hasil gambaran capaian keberhasilan keterlaksanaan dalam diagram ketercapaian dapat dilihat pada gambar dibawah ini.sebagai berikut:

Gambar 2.1. Tabel Hasil Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Siklus 1

                     No Indikator Capaian Keterlaksanaan
1 Persiapan RPK 68,18 %
2 Pelaksanaan RPK 72,73 %
     
  Rata-rata Capaian 70,37 %

 

 

Dari gambar tabel hasil monitoring pelaksanaan kegiatan diperoleh nilai ketercapaian  persiapan RPK adalah 68,18% yang berarti persiapan pelaksanaan rencana proyek kepemimpinan dilaksanakan cukup sesuai dengan tahapan kegiatan dan kelengkapan bahan guna mendukung pelaksanaan pelatihan disiapkan sesuai kebutuhan. Sedangkan pada pelaksanaan rencana proyek kepemimpinan diperoleh nilai ketercapaian 72,73% yang mengindikasikan tahapan sudah baik dilaksanakan dalam pelaksanaan kegiatan RPK. Sedangkan untuk rata-rata capaian pelaksanaan diperoleh hasil sebanyak 70,37 dengan kategori cukup, jadi dapat dikatakan kegiatan rencana proyek kepemimpinan mulai dari persiapan berjalan cukup sesuai dengan tahapan kegiatan.

  • Instrumen Peningkatan Kompetensi Calon Kepala Sekolah Berdasarkan Hasil AKPK

Berdasarkan pengolahan data instrumen peningkatan kompetensi calon kepala sekolah dari 4 orang responden diperoleh hasil sebagai berikut:

 

 

Tabel. 2.2 Peningkatan Kompetensi Calon Kepala Sekolah Siklus 1

No Komponen Indikator Jumlah Rata-rata
1 Kepribadian Perkataan saya selaras dengan tindakan yang saya lakukan 81,82 % 79,54%
Cara saya dalam berbicara, sikap dan berperilaku diteladani oleh warga 77,27%
2 Sosial Saya memahami penyusunan program kerjasama dengan pihak lain, baik perseorangan maupun instansi dengan baik untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan di lembaga 72,73% 72,73%
3 Kewirausahaan Saya memahami program-program inovatif yang dapat meningkatkan keefektifan sekolah dengan baik 72,73% 71,59%
Saya memiliki pengalaman dalam meningkatkan keingintahuan warga sekolah dalam pengetahuan dan keterampilan melalui kerja keras dan semangat pantang menyerah 70,45%
4 Manajerial Saya memahami penyusunan rencana kerja jangka menengah (RKJM) dan rencana kegiatan anggaran sekolah (RKAS)

 

63,64% 63,64%
5 Supervisi Saya memahami perencanaan program supervisi akademik yang disesuaikan dengan kebutuhan guru yang akan disupervisi 59,09%  

 

 

60,22%

    Saya memahami tehnik-tehnik dalam melakukan supervisi akademik 61,36%
Rata-rata capaian   69,87%

 

Pada tabel peningkatan kompetensi calon kepala sekolah diatas terdiri dari 8 indikator untuk 5 kompetensi yaitu kepribadian, sosial, kewirausahaan, manajerial dan kompetensi supervisi.

Kompetensi kepribadian berdasarkan tabel diatas setelah dirata-ratakan diperoleh hasil 79,54%, kompetensi sosial dengan hasil rata-rata 72,73%, kompetensi kewirausahaan dengan hasil 71,59%, kompetensi manajerial dengan hasil rata-rata 63,64% dan kompetensi supervisi diperoleh hasil 60,22%. Diperoleh rata-rata 6 indikator peningkatan kompetensi calon kepala sekolah sebanyak 69,87% dengan kategori cukup.

  • Instrumen Evaluasi Hasil Kegiatan

Berdasarkan pengolahan data instrumen evaluasi hasil kegiatan dari 4 orang responden diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel  2.3 Evaluasi Kegiatan Siklus 1

No Indikator Jumlah
1 Peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 75%
2 Peserta didik kreatif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 68,75%
3 Peserta didik mempunyai tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas sampai selesai pada saat kegiatan pembelajaran 75%
4 Peserta didik senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 75%
     
  Rata-rata capaian 73,44%

Berdasarkan tabel evaluasi kegiatan siklus 1 diperoleh hasil 75% peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran, 68,75% peserta didik kreatif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, 75% peserta didik mempunyai tanggung jawab dan 75% peserta didik senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Kemudian diperoleh rata-rata evaluasi hasil kegiatan sebanyak 73,44% dalam kategori baik.

  • Instrumen Peningkatan Prestasi Peserta Didik

Berdasarkan pengolahan data instrumen peningkatan prestasi peserta didik dari 8 responden diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 2.4 Peningkatan Prestasi Peserta Didik Siklus 1

No Indikator Jumlah
1. Meningkatnya  kompetensi guru dalam pemanfaatan media pembelajaran 78,12%
2. Meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran 75%
3. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam semua aspek perkembangan yaitu aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan 65,62%
4. Meningkatnya kompetensi guru yakni kepribadian, sosial, kewirausahaan 65,62%
  Rata – Rata capaian 71,09%

 

Berdasarkan tabel evaluasi kegiatan siklus 2 diperoleh hasil 78,12% Meningkatnya  kompetensi guru dalam pemanfaatan media pembelajaran, 75% Meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, 65,62% Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam semua aspek perkembangan yaitu aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan dan 65,62% Meningkatnya kompetensi guru yakni kepribadian, sosial, kewirausahaan. Kemudian diperoleh rata-rata evaluasi hasil kegiatan sebanyak 71,09% dalam kategori baik.

  • Instrumen Pencapaian Student Wellbeing

Hasil capaian student wellbeing digambarkan pada kegiatan rencana proyek kepemimpinan siklus 1 tergambar pada gafik sebagai berikut:

Tabel 2.5 Pencapaian Student Wellbeing Siklus 1

No Indikator Jumlah
1 Peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 68,75%
2 Peserta didik kreatif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran  59,37%
3 Peserta didik mempunyai tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas sampai selesai pada saat kegiatan pembelajaran 65,62%
4 Peserta didik senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 71,87%
  Rata-rata Capaian 66,41%

 

 

Dari tabel di atas dapat diuraikan bahwa 68,75% peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, 59,37% peserta didik kreatif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, 65,62% peserta didik mempunyai tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas sampai selesai pada saat kegiatan pembelajaran dan 71,87% peserta didik senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Diperoleh rata-rata capaian 66,41%.

  1. Refleksi

Setelah kegiatan pelatihan media pembelajaran dilaksanakan, Calon Kepala Sekolah beserta peserta melaksanakan refleksi kegiatan pelatihan media pembelajaran. Merenungi dan mencermati setiap tahapan yang telah dilakukan, mencermati hasil monev dari kepala sekolah, guru maupun peserta didik, khususnya hal-hal yang masih kurang, menganalisis hasil yang telah dan belum dicapai tersebut dengan proses tindakan yang telah dilakukan, kemudian membuat rekomendasi untuk ditindak lanjuti pada siklus kedua.

Tabel. 3.1 Keterlaksanaan program kegiatan RPK Siklus 1

No Jenis Instrumen Rata-Rata Capaian Siklus 1
1. Monitoring pelaksanaan kegiatan 70,37%
2. Peningkatan kompetensi berdasarkan hasil AKPK 69,87%
3. Evaluasi hasil kegiatan 73,44%
4. Dampak keberhasilan RPK 71,09%
5. Pencapaian students welbeing 66,41%

 

  1. Siklus 2

Siklus kedua Rencana Proyek Kepemimpinan dilaksanakan  pada hari rabu tanggal 10 nopember 2021. Tahapan pelaksanaan Rencana Proyek Kepemimpinan  siklus 2 ini tidak jauh berbeda  dengan tahapan pelaksanaan pada rencana proyek kepemimpinan siklus 1 yaitu :

  1. Persiapan

Persiapan yang CKS lakukan pada tahap persiapan pelaksanaan rencana proyek kepemimpinan siklus 2 ini adalah pendampingan kepada guru karena dalam pelatihan siklus 1 sudah dinyatakan berhasil jadi calon kepala sekolah hanya mendampingi guru tanpa melaksanakan pelatihan lagi. Selain itu calon kepala sekolah menyiapkan instrumen monitoring pelaksanaan, instrumen peningkatan kompetensi calon kepala sekolah berdasarkan hasil AKPK, instrument evaluasi kegiatan, instrumen peningkatan prestasi peserta didik dan instrumen pencapaian student wellbeing.

  1. Pelaksanaan

Kegiatan siklus 2 rencana proyek kepemimpinan berjalan dengan lancar.  Calon kepala sekolah melakukan pendampingan kepada guru cara membuat dan memanfaatkan media pembelajaran Kegiatan berjalan dengan lancar.

  1. Monev

Dalam kegiatan monitoring siklus 2 ini calon kepala sekolah memberikan pendampingan, bimbingan dan pemantauan pelaksanaan dari siklus 2. Kegiatan monitoring pelaksanaan rencana proyek kepemimpinan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan capaian pada setiap indikator keberhasilan.

Berikut adalah analisis hasil data yang diperoleh selama rencana proyek kepemimpinan siklus 2 berdasarkan beberapa instrumen yang diisi oleh guru dan peserta didik yaitu:

  • Instrumen Monitoring Pelaksanaan Kegiatan

Berdasarkan pengolahan data instrumen monitoring pelaksanaan  kegiatan dari 11 orang responden diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.1. Hasil Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Siklus 2

No Indikator Capaian Keterlaksanaan
1 Persiapan RPK 84,85 %
2 Pelaksanaan RPK 83,64 %
     
  Rata-rata Capaian 84,41 %

 

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa untuk persiapan pelaksanaan rencana proyek kepemimpinan berupa pendampingan penyusunan instrumen penilaian siklus 2 persiapan dilakukan dengan Baik, hal ini dapat dilihat pada nilai capaian sebesar 84,85%. Sedangkan pada pelaksanaan rencana proyek kepemimpinan siklus 2 capai nilai adalah sebesar 83,64% juga dalam kategori Baik. Dengan rata-rata capaian 84,41%

  • Instrumen Peningkatan Kompetensi Calon Kepala Sekolah

Berdasarkan pengolahan data instrumen peningkatan kompetensi calon kepala sekolah dari 11 orang responden diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.2 Peningkatan Kompetensi CKS Siklus 2

No Komponen Indikator Jumlah Rata-rata
1 Kepribadian Perkataan saya selaras dengan tindakan yang saya lakukan 93,18% 89,77%
Cara saya dalam berbicara, sikap dan berperilaku diteladani oleh warga 86,36%
2 Sosial Saya memahami penyusunan program kerjasama dengan pihak lain, baik perseorangan maupun instansi dengan baik untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan di lembaga 90,91% 90,91%
3 Kewirausahaan Saya memahami program-program inovatif yang dapat meningkatkan keefektifan sekolah dengan baik 88,64% 92,04%
Saya memiliki pengalaman dalam meningkatkan keingintahuan warga sekolah dalam pengetahuan dan keterampilan melalui kerja keras dan semangat pantang menyerah 95,45%
4 Manajerial Saya memahami penyusunan rencana kerja jangka menengah (RKJM) dan rencana kegiatan anggaran sekolah (RKAS) 86,36% 86,36%
5 Supervisi Saya memahami perencanaan program supervisi akademik yang disesuaikan dengan kebutuhan guru yang akan disupervisi 84,09%  

82,95%

    Saya memahami tehnik-tehnik dalam melakukan supervisi akademik 81,82%  
    88,36%

 

Berdasarkan tabel di atas dapat digambarkan perolehan pada kompetensi kepribadian calon kepala sekolah dinilai memiliki kompetensi yang sangat baik, hal ini dapat dilihat pada nilai capaian rata-rata sebesar 89,77%, untuk kompetensi kewirausahaan calon kepala sekolah juga dinilai memiliki kompetensi Sangat Baik dengan nilai capaian rata-rata sebesar 90,91%, untuk kompetensi sosial, calon kepala sekolah dinilai memiliki kompetensi Sangat Baik dengan nilai capaian rata-rata sebesar 92,04%, untuk kompetensi manajerial calon kepala sekolah juga dinilai memiliki kompetensi sangat baik dengan nilai capaian rata-rata 86,36% dan untuk kompetensi supervisi calon kepala sekolah dinilai memiliki kompetensi baik dengan nilai capaian rata-rata sebesar 82,95%. Dari hasil tersebut dirata-rata capaian memperoleh 88,36% dengan kategori sangat baik.

  • Instrumen Evaluasi hasil Kegiatan

Berdasarkan pengolahan data instrumen evaluasi hasil kegiatan dari 4 orang responden diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel. 4.3 Evaluasi Hasil Kegiatan Siklus 2

No Indikator Jumlah
1 Meningkatnya  kompetensi guru dalam pemanfaatan media pembelajaran 87,5%
2 Meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran 87,5%
3 Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam semua aspek perkembangan yaitu aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan 81,25%
4 Meningkatnya kompetensi guru yakni kepribadian, sosial, kewirausahaan 87,5%
     
  Rata-rata capaian 85,94%

 

Berdasarkan tabel evaluasi kegiatan siklus 2 diperoleh hasil 87,5% peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran, 87,5% peserta didik kreatif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, 81,25% peserta didik mempunyai tanggungjawab dan 87,5% peserta didik senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Kemudian diperoleh rata-rata evaluasi hasil kegiatan sebanyak 85,94% dalam kategori baik

  • Instrumen Peningkatan Prestasi Peserta Didik

Berdasarkan pengolahan data instrument peningkatan prestasi peserta didik dari 8 responden diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel. 4.4 Peningkatan Prestasi Peserta Didik Siklus 2

No Indikator Jumlah
1. Meningkatnya  kompetensi guru dalam pemanfaatan media pembelajaran 96,87%
2. Meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran 87,5%
3. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam semua aspek perkembangan yaitu aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan 84,37%
4. Meningkatnya kompetensi guru yakni kepribadian, sosial, kewirausahaan 81,25%
  Rata – Rata capaian 87,5%

 

Berdasarkan tabel diatas diperoleh hasil 96,87% Meningkatnya  kompetensi guru dalam pemanfaatan media pembelajaran, 87,5% Meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, 84,37% Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam semua aspek perkembangan yaitu aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan dan 81,25% Meningkatnya kompetensi guru yakni kepribadian, sosial, kewirausahaan. Kemudian diperoleh rata-rata evaluasi hasil kegiatan sebanyak 87,5% dalam kategori sangat baik.

  • Instrumen Pencapaian Student Wellbeing

Berdasarkan pengolahan data instrumen pencapaian student wellbeing dari 8 responden diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel. 4.5 Pencapaian Student Wellbeing Siklus 2

No Indikator Jumlah
1 Peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 90,62%
2 Peserta didik kreatif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 90,62%
3 Peserta didik mempunyai tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas sampai selesai pada saat kegiatan pembelajaran 81,25%
4 Peserta didik senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 87,5%
  Rata-rata Capaian 87,5%

 

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat terjadinya peningkatan pencapaian student wellbeing dengan rata-rata capaian sebesar 87,5% Dari tabel di atas dapat diuraikan bahwa 90,62% peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, 90,62% peserta didik kreatif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, 81,25% peserta didik mempunyai tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas sampai selesai pada saat kegiatan pembelajaran dan 87,5% peserta didik senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Jadi pada siklus 2 ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

  1. Refleksi

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan rencana proyek kepemimpinan siklus 2 diperoleh gambaran data seperti pada tabel dibawah ini

Tabel. 5.1 Keterlaksanaan program kegiatan RPK Siklus 2

No Jenis Instrumen Rata-Rata Capaian Siklus 2
1. Monitoring pelaksanaan kegiatan 84,41%
2. Peningkatan kompetensi berdasarkan hasil AKPK 88,36%
3. Evaluasi hasil kegiatan 85,94%
4. Dampak keberhasilan RPK 87,5%
5. Pencapaian students welbeing 87,5%

 

Dari tabel di atas diperoleh hasil peningkatan yang terjadi pada masing masing butir keterlaksanaan kegiatan dan dampak kegiatan rencana proyek kepemimpinan bagi peserta didik dengan kategori sangat baik.

Tabel 6.1 Rekapitulasi Hasil Pelaksanaan RPK Siklus 1 Dan 2

No Uraian Siklus 1 Siklus 2 Peningkatan
1 Monitoring pelaksanaan kegiatan 70,37% 84,41% 14,04%
2 Peningkatan kompetensi berdasarkan hasil AKPK 69,87% 88,36% 18,49%
3 Evaluasi hasil kegiatan 73,44 % 85,94% 12,5%
4 Dampak keberhasilan RPK 71,09% 87,5% 16,41%
5 Pencapaian students wellbeing 66,41% 87,5% 21,09%
         
  Rata – rata 70,24% 86,74% 16,51%

 

Berikut adalah hasil refleksi pada siklus 1 dan siklus 2 yaitu:

  • Pelaksanaan pada rencana proyek kempimpinan sudah sesuai dengan perencanaan dan pelaksanaan dengan peningkatan sebesar 14,04%
  • Meningkatnya kompetensi calon kepala sekolah sebesar 18,49%
  • Meningkatnya hasil evaluasi hasil kegiatan sebesar 12,5%
  • Meningkatnya prestasi peserta didik sebesar 16,41%
  • Meningkatnya pencapaian student wellbeing sebesar 21,09%

 

  1. Sumber Daya
  2. Sumber daya manusia

Kegiatan pelatihan pemanfaatan media pembelajaran didukung oleh:

  • Pengawas TK
  • Ketua Yayasan
  • Komite
  • Narasumber
  • Peserta
  1. Keuangan

Sumber pendanaan kegiatan pelatihan pemanfaatan media pembelajaran bersumber dari swadana.

  1. Sumber daya non manusia, berupa alat dan perangkat yang mendukung keterlaksanaan kegiatan Rencana Proyek Kepemimpinan adalah: Ruangan, ATK, Sound, Micropon, kain flanel, lem tembak, benang, gunting.
  2. Kajian Manajerial Sekolah
  3. Kajian Manajerial di sekolah magang 1 (TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi)

Kinerja TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi dilihat dari pencapaian 8 (delapan) standar nasional Pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Standar Kompetensi Lulusan

Standar Kompetensi Lulusan yang digunakan TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi saat ini bersumber pada dokumen Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 20 tahun 2016. Berdasarkan analisis raport penjaminan mutu pendidikan 3 tahun terakhir terlihat adanya peningkatan pada indikator kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pencapaian kompetensi peserta didik dalam artian peserta didik sudah memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan dalam standar kompetensi lulusan (SKL) Untuk penumbuhan budi pekerti dan mengembangkan nilai nilai karakter bangsa serta budaya masyarakat, TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi melaksanakan kegiatan sambut pagi di gerbang sekolah setiap pagi hari,sholat dhuha bersama – sama dilanjutkan pembacaan asmaul husna sebelum kegiatan belajar mengajar dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya atau lagu-lagu Nasional yang di pilih dan ditetapkan oleh guru kelas  sebagai bentuk rasa cinta tanah air kepada peserta didik. Setiap Jumat pagi minggu ke-1, dan setiap Jumat pagi minggu ke-2 Jumsih (jum’at bersih) setiap Jumat pagi minggu ke-3 Olahraga bersama dan setiap hari senin pagi upacara bendera.  Kegiatan Senam kesegaran jasmani dilaksanakan setiap hari sabtu.

  1. Standar Isi

Berdasarkan hasil analisis capaian mutu pada raport peningkatan mutu pendidikan selama 3 tahun terakhir terlihat adanya peningkatan. Pada indikator perangkat pembelajaran yang disusun pendidik, guru TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi sudah menyusun perangkat pembelajaran sesuai dengan rumusan kompetensi lulusan TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi telah memiliki kurikulum tingkat satuan Pendidikan yang disusun dan dikembangkan oleh kepala sekolah, guru, yayasan, komite sekolah, wali murid dan tokoh masyarakat. Kurikulum TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi dengan menggunakan panduan yang disusun Badan Standart Nasionl Pendidikan BSNP dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik dan kebutuhan pembelajaran. Kurikulum TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi menggunakan Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa jawa adalah mata pelajaran muatan lokal sekolah sesuai dengan Perbup yang ingin melestarikan bahasa jawa.

Pengembangan kurikulum yang telah dilakukan sekolah saat ini adalah pengembangan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dari SKL yang telah ada menjadi Indikator, selanjutnya dikembangkan menjadi suatu perangkat pembelajaran yang terdiri dari program semester (PROSEM), rencana program pelaksanaan mingguan (RPPM) dan rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) serta pengembangan bahan ajar sebagai sumber belajar pendamping bagi peserta didik.

  1. Standar Proses

Standar proses yang dilaksanakan di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi meliputi: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengawasan. Setiap tahapan proses ini tidak dapat dipisahkan dan saling terkait satu sama lain. Ketidakterpenuhan satu dari empat proses akan menyebabkan standar proses tidak berjalan utuh. Hal ini disebabkan standar proses merupakan penentu baik burukya kualitas proses pembelajaran.

Pada tahap perencanaan pembelajaran, guru TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi sudah memiliki prosem yang sudah disesuaikan Kompetensi Inti {KI} dan Kompetensi Dasar KD dengan mengacu pada Permendikbud Nomor 37 tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 tahun 2016 tentang kompetensi inti dan kompetensi dasar pelajaran pada kurikulum 2013 pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Sedangkan untuk rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH), guru–guru menyusun RPPH berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau yang lebih dikenal dengan RPPH 1 lembar dengan tetap menggunakan prinsip efisien, efektif dan berorientasi pada peserta didik atau mengarah pada pencapaian kompetensi peserta didik dan terbagi atas tiga komponen inti yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan penilaian pembelajaran (assessment) namun tidak menutup komponen lain ditambahkan guna melengkapi rancangan rencana pelaksanaan pembelajaran tersebut.

Guru-guru sudah melakukan penilaian otentik secara komprehensif dalam proses pembelajaran meliputi ranah sikap, pengetahuan dan ketrampilan, hanya belum memanfaatkan hasil penilaian untuk melakukan penelitian tindakan kelas guna memperbaiki proses pembelajaran yang belum maksimal. Sedangkan untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran di kelas, pengawas dan  kepala TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi melakukan supervisi dan evaluasi proses pembelajaran. Supervisi dilaksanakan 2 kali dalam 1 semester atau 4 kali dalam 1 tahun. Hasil analisis supervisi ditindak lanjuti dengan memberikan umpan balik dan pembinaan. Supervisi yang dilaksanakan di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi meliputi supervisi akademik dan supervisi manajerial.

Kelemahan lembaga pada standar proses yaitu guru belum memanfaatkan media pembelajaran yang tepat guna padahal guru-guru sudah mampu untuk membuat kreatifitas dan inovasi pembelajaran sehingga hasil capaian pengetahuan peserta didik kurang maksimal/belum sesuai harapan.

  1. Standar Penilaian

Standar penilaian yang dilakukan di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi mengacu pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan yang mencakup lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian yang dilakukan guru meliputi aspek sikap, pengetahuan dan ketrampilan dengan tujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.

  1. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Jumlah pendidik di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi ada 4 orang dengan tingkat Pendidikan S1 PG PAUD semuanya. Dari total keseluruhan pendidik di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi, 1 orang berstatus PNS dan 3 orang berstatus Guru Tetap Yayasan. Semua pendidik mempunyai sertifikat pendidik.

  1. Standar Sarana dan Prasarana

Adapun sarana prasarana yang dimiliki TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi terdiri atas 2 ruang kelas, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, halaman yang digunakan untuk upacara dan olahraga, APE Luar, APE Dalam,1 kamar mandi, 1 ruang UKS. Fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar seperti ruang perpustakaan dan ruang laborarorium juga belum ada. Sekolah sudah memiliki sarana proses belajar berupa Laptop, internet namun belum mempunyai LCD. Sehingga guru belum melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan perangkat multimedia secara menyeluruh.

  1. Standar Pengelolaan

Visi dan misi serta tujuan pendidikan TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi sudah disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat ataupun pemangku kepentingan melalui beberapa cara diantaranya melalui rapat dinas, ditempel disetiap ruang kelas, dan pemasangan banner visi misi sekolah di dinding sekolah. dengah harapan visi misi sekolah dapat dipahami dengan baik dan diupayakan untuk diwujudkan oleh seluruh warga sekolah agar layanan mutu pendidikan di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi semakin baik.

Penyusunana Rencana kerja sekolah (RKS) berupa rencana kerja jangka menengah (RKJM),Rencana Kerja Tahunan Taman Kanak-kanak (RKTTK), rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) telah disosialisasikan kepada warga sekolah saat rapat dinas. Tahap awal penyusunan RKS, Sekolah melakukan pengisian EDS sehingga dihasilkan peta mutu sekolah yang menggambarkan kondisi sekolah yang merupakan capaian SNP sekolah yang juga dapat dilihat dari rapor mutu sekolah.Bersama tim penjaminan mutu Pendidikan sekolah (TPMPS), sekolah melakukan identifikasi kekuatan dan kelemahan sekolah dengan tujuan sekolah memperoleh gambaran kinerja awal satuan pendidikan sehingga RKAS yang disusun mengacu pada rekomendasi hasil Evaluasi Diri Sekolah dan dikelompokan ke dalam delapan standar nasional pendidikan

  1. Standar Pembiayaan

TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi menyusun RKAS dengan melibatkan kepala sekolah, guru, yayasan dan komite sekolah. RKAS disusun setelah sekolah melakukan evaluasi diri sekolah dan menganalisis hasil capaian mutu dari raport peningkatan mutu pendidikan yang kemudian dituangkan dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan menentukan skala prioritas keterlaksanaan kegiatan dalam Rencana Kerja Tahunan Taman Kanak-kanak (RKTTK). Sumber keuangan sekolah masih bergantung pada bantuan pemerintah berupa dana BOP PAUD sesuai ketentuan dan mengatur alokasi dana untuk dikelola secara baik dan menyusun laporan pengelolaan dana yang dapat diakses oleh pemangku kepentingan.

  1. Kajian Manajerial di sekolah magang 2 (TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde)

Capaian 8 Standar Nasional Pendidikan TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde adalah :

  1. Standar Kompetensi Lulusan

Berdasarkan hasil EDS diatas terlihat nilai pada standar kompetensi lulusan mengalami peningkatan, peningkatan tersebut diupayakan dengan melakukan pembelajaran sesuai tuntutan SKL, meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, terutama dalam pelatihan keterampilan, melakukan kunjungan studi lapangan maupun observasi lingkungan, dan melakukan bimbingan yang intensif terhadap siswa untuk siap bekerja. Upaya juga dilakukan oleh kepala sekolah, yaitu bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung kualitas pembelajaran,  memberikan penghargaan bagi siswa yang berprestasi, meningkatkan kegiatan siswa dalam bidang sosial, budaya, dan agama dan menyediakan fasilitas serta memfungsikan seluruh sumber belajar. Penumbuhan kompetensi sikap di TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde dilakukan melalui berbagai kegiatan Pendidikan karakter seperti sambut pagi, budaya 5S, membaca do’a, membaca Asmaul Husna bersama-sama setiap awal pelajaran, ibadah khusus keagamaan bersama, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri, Setiap jumat pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, peserta didik mengadakan kegiatan sosial dengan mengumpulkan infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial yang mana dana ini diperuntukkan untuk kegiatan sosial terutama untuk keluarga besar TK  Tunas Harapan sumurcinde

  1. Standar Isi

Pada standar isi TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde terlihat peningkatan dari tahun ke tahun dengan mengupayakan dan melaksanakan pelatihan serta workshop guru, terutama menyangkut kurikulum, KTSP, silabus, RPPH dan penggunaan TIK. Sekolah mewajibkan guru-guru melakukan kerja sama yang baik untuk memenuhi standar isi, mengadakan persiapan dalam pembelajaran, dan mengembangkan silabus masing-masing guru kelas.

  1. Standar Proses

Upaya yang dilakukan TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde dalam meningkatkan mutu sekolah di standar proses adalah melaksanakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif dan inovatif membuat kegiatan pembelajaran terstruktur dan terjadwal, memanfaatkan bahan, TIK, dan media yang ada di lingkungan sekitar, memotivasi siswa untuk lebih kreatif, sehingga mendorong kemandirian sesuai bakat dan minat siswa, pengelolaan kelas yang mengikuti proses pembelajaran, dan mendokumentasikan seluruh dokumen proses pembelajaran dan terlihat pada kualitas mutu pendidikan pada standar proses mengalami peningkatan dari tahun ketahun.

  1. Standar Penilaian

Pada nilai  Pemetaan Mutu Pendidikan PMP tahun 2020, TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde mengalami lonjakan nilai yang signifikan, itu terjadi dikarenakan TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde melakukan penilaian terhadap perkembangan belajar siswa, memiliki dokumen lengkap mengenai penilaian dan hasil belajar siswa, mendalami bentuk dan teknik penilaian, melalui pelatihan dan workshop, mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai bentuk dan teknik penilaian, melaksanakan penilaian secara akademik dan non akademik, secara obyektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, dengan memanfaatkan IT, mendorong guru untuk selalu mengevaluasi setiap kegiatan yang dilakukan serta memberikan informasi tentang kegiatan tersebut, menindaklanjuti hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya serta meningkatkan keterampilan TIK untuk mempermudah pengelolaan nilai.

  1. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Meskipun tidak terlalu banyak mengalami peningkatan pada pemetaan mutu pendidikan, akan tetapi dari tahun ke tahun standar pendidik dan kependidikan di TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde terus mengalami peningkatan, keadaan tersebut di karenakan TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde menyelenggarakan pelatihan dan workshop bagi guru dan tenaga kependidikan, sesuai kebutuhan, meningkatkan jumlah guru dan tenaga kependidikan sesuai kebutuhan, memampukan guru melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran dengan baik, menyesuaikan kompetensi keahlian dengan mata pelajaran yang diampu, mendorong guru untuk menghasilkan karya tulis, melatih guru mengggunakan IT, komputer dan mengakses internet, memberikan reward kepada guru dan tenaga kependidikan berprestasi serta memantau kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran.

  1. Standar Sarana Prasarana

TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde terus meningkatkan prasarana belajar mulai dari penambahan kursi dan meja siswa, perawatan gedung sekolah setiap tahunnya dan menambahkan tempat cuci tangan sebanyak 2 buah sebagai tuntutan gerakan hidup sehat pencegahan wabah virus covid 19. Dalam hal pengelolaan asset sekolah, TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde membuat program sarpras dengan tujuan pemetaan asset sekolah yang di inventariskan dalam aset online dinas pendidikan kabupaten Tuban.

  1. Standar Pengelolaan

Pada tahun 2020, TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde mengalami lonjakan nilai pada Pemetaan Mutu Pendidikan, semua diupayakan dengan menyusun rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan, sesuai visi dan misi sekolah, dengan melibatkan semua pihak sekolah, melakukan sosialisasi visi, misi, dan tujuan sekolah dan program keahlian, rencana kerja tahunan dan jangka menengah dalam setiap kegiatan, melengkapi struktur organisasi dengan uraian tugas yang jelas, melakukan pengelolaan dan evaluasi sekolah dengan baik, memberikan pelayanan informasi yang cepat dengan menggunakan IT.

  1. Standar Pembiayaan

Untuk memenuhi Standar Pembiayaan berbasis SNP, maka TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde selalu melibatkan seluruh guru, komite dan masyarakat untuk pembuatan RKAS agar mendapat masukan yang positif serta membangun, menyediakan peraturan dan pedoman keuangan sekolah, meningkatkan pengelolaan dana dari masyarakat dan pemerintah, secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel, melakukan audit keuangan secara berkala. TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde dalam sumber keuangan adalah sekolah belum mampu untuk mencari sumber keuangan lain selain dana yang diperoleh dari pemerintah pusat dan daerah.

  1. Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi (PK)

Peningkatan Kompetensi (PK) adalah kegiatan calon kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensinya berdasarkan kebutuhan individu dengan belajar dari kepala sekolah mentor 2.  Peningkatan kompetensi dilaksanakan di tempat magang 2 yaitu TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde, kegiatan ini juga merupakan hasil analisis yang didasarkan hasil AKPK yang kurang/rendah. Berikut adalah Kompetensi calon kepala sekolah yang harus ditingkatkan di sekolah magang 2.

Tabel 7.1. Kompetensi Calon Kepala Sekolah Berdasarkan Hasil AKPK Yang Perlu Ditingkatkan Di Sekolah Magang 2

            No Aspek Kompetensi yang paling lemah  (dari AKPK)
A B C
1. Supervisi Guru dan Tendik Calon Kepala sekolah cukup memahami penyusunan program tindak lanjut supervisi di sekolah dengan baik.

 

Merujuk pada tabel di kompetensi AKPK diatas maka mejadi satu kewajiban bagi calon kepala sekolah untuk meningkatkan  kompetensi tersebut karena masih dalam kategori lemah. Untuk itu penulis harus meningkatkannya sebagai tindaklanjut dari hasil analisis kebutuhan pengembangan keprofesian (AKPK)  dan juga merupakan salah satu tugas dari kegiatan On-the Job Training (OJT)2, di sekolah magang 2 yaitu di TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde melalui kegiatan wawancara, pengamatan atau observasi dan studi dokumentasi terkait  pelaksanaan kompetensi Kepala Sekolah tersebut.

Adapun tahapan yang penulis lakukan dalam pelaksanaan kegiatan Peningkatan Kompetensi (PK) berdasarkan hasil AKPK yang rendah dari calon kepala sekolah pada sekolah magang 2 yaitu TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde adalah sebagai berikut :

  1. Persiapan

Pada tahap persiapan, calon kepala sekolah menghubungi Kepala Sekolah di Sekolah magang  selaku mentor 2, dengan tujuan untuk meminta kesediaan waktunya dan menyampaikan maksud dan tujuan dari kegiatan Peningkatan Kompetensi pada OJT 2 dengan membawa surat dari Dinas Pendidikan.

Selanjutnya Calon kepala Sekolah mengajukan Permohonan untuk melakukan berbagai kegiatan baik wawancara, studi dokumen berkomunikasi dengan warga sekolah baik guru, dan tenaga pendidikan yang dapat memberikan informasi terkait tema kompetensi yang lemah pada calon kepala sekolah sehingga kepala sekolah mentor 2 dapat membantu peningkatan kompetensi calon kepala sekolah.

Pada tahap persiapan CKS menyiapkan buku jurnal harian kegiatan untuk dijadikan bukti kunjungan dan kegiatan yang dilakukan CKS, menyiapkan draft wawancara untuk melakukan kegiatan wawancara dengan Kepala Sekolah dan juga beberapa guru guna menggali dan mendapatkan informasi dan menyiapkan permohonan izin untuk  mempelajari  data dokumentasi sekolah terkait peningkatan kompetensi calon kepala sekolah. Untuk kepentingan tersebut maka CKS menyiapkan alat-alat dokumentasi menyiapkan surat tugas magang sekolah 2 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, menyusun pedoman wawancara, matrik peningkatan kompetensi (PK), kajian manajerial dan pedoman studi dokumen guna menginventaris hasil data di lapangan.

  1. Pelaksanaan

Pelaksanaan magang 2 di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi dimulai pada hari kamis 19 November 2021. Pada tahap pelaksanaan Peningkatan Kompetensi di Sekolah Magang 2. Calon Kepala Sekolah melakukan wawancara tentang kompetensi kepribadian dan manajerial, kompetensi supervise dan kewirausahaan, kompetensi sosial kepala sekolah dan melakukan wawancara dengan salah satu guru terkait pelaksanaan supervise di sekolah magang 2 serta melakukan studi dokumen dan observasi bersama kepala sekolah magang 2 dibantu oleh operator sekolah yang diamanahkan oleh kepala sekolah untuk membantu CKS menemukan bukti dokumen yang diperlukan.

CKS banyak memperoleh pengetahuan, pengalaman  dan wawasan selama berada di sekolah magang 2 dari  kepala sekolah. Yang mana  dengan senang hati menerima dan memberikan ilmu nya untuk CKS selama melakukan peningkatan kompetensi di sekolah beliau dalam hal pengelolaan penyelenggaraan Pendidikan. CKS belajar tentang tanggung jawab secara professional , kepribadian seorang kepala sekolah dan hubungan sosialnya dalam lingkungan sekolah dan masayarakat.

  1. Hasil

Setelah melakukan Peningkatan Kompetensi (PK) disekolah magang 2, berdasarkan  hasil wawancara, observasi, dan studi CKS dapat merangkum hal-hal  sebagai berikut: Kompetensi Supervisi, Sehubungan dengan kompetensi terendah pada kompetensi supervisi yaitu, Calon Kepala sekolah cukup memahami penyusunan program tindak lanjut supervisi di sekolah dengan baik. Oleh karena itu pertanyaan wawancara dilakukan untuk menggali informasi dan apa saja yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah dalam kompetensi supervisi yaitu, Calon Kepala sekolah cukup memahami penyusunan program tindak lanjut supervisi di sekolah dengan baik, dan diperoleh jawaban sebagai berikut ;

Cara kepala sekolah menyusun progran tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan guru, yaitu dengan cara menyesuaikan keadaan dan kemampuan guru, sehingga guru merasa mendapatkan motivasi dan penghargaan dalam proses supervisi. Setiap guru yang disupervisi tentu harus memperoleh sosialisasi tahapan yang akan ditempuh. Sehingga tugas kepala sekolah saat guru mengikuti umpan balik, maka kepala sekolah berperan sebagai guide saja tidak menggurui atau memberi masukan sehingga guru itu sendiri yang akan mengungkapkan ide dan gagasan yang diharapkan dapat mengembangkan kemampuan guru tersebut.

Teknik yang digunakan dalam mengembangkan pelaksanaan umpan balik hasil supervisi adalah diskusi, kunjungan kelas,pertemuan individu,dan evaluasi diri, atau rapat dinas sekolah. Manakala guru menunjukkan kinerja yang baik maka kepala sekolah harus memberikan reward kepada guru tersebut. Setiap guru harus memperoleh penghargaan yang sesuai dengan kinerjanya. Manfaat pelaksanaan umpan balik hasil supervisi kepada para guru secara konstruktif adalah agar guru terus berkembang secara pribadi dan menujukkan kinerja profesionalnya.

 

BAB IV

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil kegiatan on the job training (OJT)  2 diklat calon kepala sekolah yang dilaksanakan di TK Dharma Wanita Tunas Harapan Pandanwangi dan TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Pelaksanaan OJT memberikan pengalaman dalam meningkatkan kompetensi Kepribadian, Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi, dan sosial calon kepala sekolah.
  2. Untuk meningkatkan kompetensi kepribadian, kewirausahaan dan sosial calon kepala sekolah menyusun Rencana Proyek Kepemimpinan dengan mengembangkan rencana pembelajaran dan peningkatan capaian pengetahuan peserta didik melalui pemanfaatan media pembelajaran.
  3. Dalam rangka peningkatan standar proses CKS melaksanakan pelatihan tentang pemanfaatan media pembelajaran.
  4. Dari hasil pelaksanaan pelatihan pemanfaatan media pembelajaran diperoleh sebagian guru belum memanfaatkan media pembelajaran dengan tepat maka diperlukan upaya tindaklanjut pembelajaran secara tepat maka CKS melanjutkan Rencana Proyek Kepemimpinan 2 untuk mengatasi kelemahan dimaksud dengan melakukan pendampingan dan pembimbingan selama satu hari.
  5. Peningkatan kompetensi berdasarkan AKPK di sekolah magang memfokuskan pada upaya CKS mencermati keunggulan TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde yaitu upaya inovatif kepala sekolah dalam hal ini Kepala TK Tunas Harapan Desa Sumurcinde menciptakan sesuatu yang baru dan keberanian untuk mengambil resiko dalam mendapatkan suatu keuntungan untuk seluruh warga sekolah. Salah satunya dengan cara mencari dan mengelola dukungan dari masyarakat baik berupa dana, pemikiran, moral, tenaga, dan yang lainnya. Hal lainnya yaitu dengan mempromosikan sekolah kepada masyarakat, dan memberikan layanan khusus kepada guru secara berkesinambungan. Selain itu melakukan pembiasaan yang baik bagi peserta didik dalam semua kegiatan yang bermanfaat.
  6. Saran-saran
  1. Bagi guru selayaknya kegiatan OJT 2 yang dilakukan oleh para calon kepala sekolah dapat disambut dengan baik karena dapat meningkatkan kemampuan profesional guru dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
  2. Bagi para calon kepala sekolah upaya meningkatkan kompetensi yang meliputi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial dapat dikembangkan dengan melakukan studi banding atau mempelajari praktik terbaik sekolah-sekolah yang memiliki keunggulan.
  3. Bagi kepala sekolah, pelaksanaan OJT 2 yang dilakukan oleh calon kepala sekolah kiranya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama untuk mengetahui dan merefleksi segala kekurangan dan mampu meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

 Penulis : Sunarti S.Pd ( Diklat Calon Kepala Sekolah Regoin Solo tahun 2021)

Pos terkait