Keren, UKM Kewirausahaan STIEKIA Bojonegoro Sulap Botol Plastik Jadi Kursi

Reporter: Ahmad Fauzi

mediapantura.com, Bojonegoro – Sampah plastik menjadi momok menyusahkan bagi siapapun untuk menanganinya. Jika sampah plastik dibakar, maka asapnya pun bisa melubangi lapisan ozon. Sedangkan jika dikubur, sampah plastik tidak dapat diurai oleh bakteri dalam tanah. Maka di perlakuan yang tepat untuk menanganinya ialah dengan mendaur ulang sampah plastik tersebut.

Seperti yang dilakukan sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia (STIEKIA) Bojonegoro yang mengadakan pelatihan pengolahan limbah Botol plastik yang dilaksanakan di hall STIEKIA Bojonegoro dan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua 3 bidang kemahasiswaan Hafidza Nash’ul Amrina S.Pd.M.Pd, Sabtu (13/11/2021).

Ketua UKM Kewirausahaan STIEKIA Bojonegoro Moh Basofi mengatakan bahwa kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah sampah botol plastik ini memanfaatkan barang-barang bekas (sampah) atau botol plastik air mineral kemasan yang berada di lingkungan Kampus untuk disulap maupun dibuat jadi kursi dan meja.

Basofi juga menambahkan menambahkan, tujuan pelatihan ini juga kedepannya UKM Kewirausahaan ingin membuat kreasi kursi plastik dari sampah air mineral ini agar dapat menghasilkan barang yang berguna dan memiliki nilai estetik dan ekonomis dengan memanfaatkan barang yang mudah ditemukan.

“Sampah adalah barang berguna jika kita bisa memanfaatkannya,” pungkasnya

Sementara itu, wakil ketua 3 , Hafidza Nash’ul Amrina S.Pd.M.Pd mengaku salut dengan di laksanakannya pelatihan ini yang memanfaatkan limbah botol plastik itu menjadi karya ekonomis.

Pemanfaatan limbah-limbah plastik ini bagus sekali, selain bernilai ekonomi tinggi, juga mengurangi pemanasan global dan bisa menghemat lewat efesiensi penggunaan bahan-bahan plastik yang bisa digunakan untuk hal lain.

“Jadi tidak selalu plastik itu menjadi limbah, justru bisa bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat untuk digunakan untuk hal-hal lain baik di rumah tangga sendiri maupun di rumah dan lingkungan sekitar,” ucap Hafidza Nash’ul Amrina. (red)

Pos terkait