Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Bojonegoro Buka Pelatihan Tehnologi Informasi dan Komunikasi (TIK) MTs di Wilayah Kerja Kankemenag Kabupaten Bojonegoro

Reporter: Ahmad Fauzi

Bojonegoro, mediapantura.com – Balai Diklat Keagamaan Surabaya mengadakan kegiatan Pelatihan tehnologi informasi dan komunikasi bagi guru MTs di wilayah kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro di Aula setempat, kegiatan yang diikuti oleh 30 orang peserta dari guru MTs Negeri dan Swasta di Wilayah Kankemenag Bojonegoro, ikut hadir pada pembukaan kegiatan tersebut yaitu Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kankemenag Bojonegoro, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Diklat Keagamaan Surabaya, dan Panitia serta pengajar pelatihan dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya dan Kemenag Bojonegoro.

Diawali dengan sambutan dari Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro yang di wakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Muhammad Muhlisin Mufa dalam sambutan pengarahannya, Terkait pelatihan pegawai maupun guru dihadapkan era tehnologi maka wajib menguasai teknologi informasi dan komunikas, Kalau tidak mengetahui teknologi maka akan tersisih dengan sendirinya.Tujuan Pelatihan agar peserta mampu menunjukan perilaku sesuai dengan fakta, konsep, prosedur, dan metakonotif pembelajaran TIK MTs dalam kehidupan sehari hari.Materi pelatihan terdiri dari kelompok dasar, kelompok inti dan kelompok penunjang, terangnya.

Muslimin selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Diklat Surabaya memberi sambutan sekaligus membuka acara
Pelatihan, dalam sambutannya peserta pelatihan dari Guru PNS dan Non PNS, hal ini merupakan implementasi dari PMA nomor 4/2012 bahwa Guru PNS dan non PNS Tusinya sama,jelasnya.

“Ia juga menghimbau peserta harus tetap menjaga protokol kesehatan dan mengikuti pelatihan dengan baik, dengan harapan ada perubahan, baik pengetahuan, skil mengajar, sikap perilaku bagi PNS”,terangnya.

Disampaikan pula bahwa Tusi kemenag banyak didukung dan dibantu oleh non pns dalam pembangunan bidang agama ,peran kemenang sangat penting mulai hal dari lahir hingga meninggal.pelatihan selama enam hari akan diberikan STTP, pungkasnya.(AF/MAZ).

Pos terkait