Reporter : Ahmad Fauzi
Tuban, mediapantura.com – Covid-19 datang menguji kemampuan negara di dunia. Banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari pandemi ini, salah satunya sektor pendidikan. Pendidikan juga mendapat imbasnya sehingga dilaksanakannya PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) se-Indonesia. Atau BDR (Belajar Dari Rumah)
Lalu bagaimana dengan PJJ di daerah pelosok di Kabupaten Tuban tepatnya seluruh Sekolah Dasar yang ada di perbatasan Kabupaten Tuban tepatnya di Kecamatan Soko.
Tim reporter mediapantura.com mencoba menanyakan kepada Koordinator Pengawas Pendidikan Kecamatan Soko (Korwildikcam) Arifin Kabriyanto mengatakan bahwa jumlah sekolah tingkat SD(Sekolah Dasar) di Kecamatan Soko ada 34 Satuan Pendidikan Tingkat Dasar dan seluruh sekolah Tersebut menerapkan sistem pembelajaran hampir 70 Persen Menggunakan Sistem Luring dan 30 Persen Daring dalam proses BDR Setia Hari.
Ia juga menuturkan mengapa Satuan Pendidikan khusus nya Sekolah Dasar banyak mengunakan Luring ?Korwildikcam mengatakan bahwasanya Kendala di Kecamatan Soko yaitu terkendal mengenai jaringan Internet yang beberapa desa memang tidak bisa di jangkau seperti di daerah perbukitan di Kecamatan Soko terdapat 4 Desa yang tidak bisa di akses internet serta Dua Desa di daerah pesisir Bengawan Solo juga tidak bisa di akses Internet maka solusi yang bisa di ambil agar sistem pembelajaran tetap berjalan hanya menggunakan sistem Luring.
Korwildikcam Kecamatan Soko juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada guru mapel Maupun kepala SD yang Terus Memberikan inovasi maupun dorongan kepada anak didiknya dalam proses belajar dari rumah.
Lalu bagaimana sistem pembelajaran yang dilaksanakan lembaga satuan pendidikan di Kecamatan Soko khususnya Tingkat Dasar, tim reporter mediaPantura.com mencoba bertanya kepada beberapa perwakilan guru mapel maupun Kepala SD dan hasilnya seperti ini ?
Selain menerapkan Luring beberapa Satuan Pendidikan atau gutu pendidik juga menerapkan pembelajaran luring namun bersifat tatap muka seperti di salah satu SDN Prambontergayang 3 yang menerapkan sistem pembelajaran tatap muka di sebuah tempat ibadah namun siswa tetap Menaati Protokol pencegahan Covid-19 diantaranya memakai masker, Menerapkan Physical Distancing serta jumlah siswa juga di batasi dan di laksanakan dengan jumlah jam/ waktu tertentu ucap salah satu guru didik Darmadi Mapel maupun guru kelas di SDN Prambontergayang 3.
Ini semua diLaksanakan hanya ada siswa yang kesulitan mengerjakan Tugas maka dengan cara inilah dia bisa membantu anak didiknya mengerjakan Tugas yang ia kerjakan papar pria yang aktif di pengurus Pramuka Kabupaten Tuban ini.
Hal senada juga diungkapkan oleh Oktian Ika Ardhiani guru dan Kepala SDN Glagahsari ia menuturkan kepada reporter mediapantura.com bahwa sistem pembelajaran yang dia terapakan bersama segenap Keluarga Besar SDN Glagahsari yaitu pembelajaran luring Serta menerapkan sistem Home Visit yaitu guru mendatangi rumah siswa.
Selain menerapkan sistem itu kepala SDN Glagahsari juga mempunyai cara unik dalam pelaksanaan sistem pembelajaran Jarak jauh yaitu para guru mapel di harapkan membuat mendia pembelajaran dengan ciri khas mapel masing-masing agar siswa tetap bersemangat dalam mengikuti Belajaran Dari Rumah (BDR).
“Ada beberapa media pembelajaran yang saya buat diantaranya,lapbook,scrapbook , media buku ekor ular naga,slide kalender bekas,Pop up book,” ucap Oktian panggilan akrabnya.
Hal berbeda juga dilakukan oleh salah satu Guru SDN Jegulo 3 Dian yang menerapkan sistem pembelajaran Daring/Online dengan memanfaatkan power Poin dalam setiap BDR.
Ia juga sangat bersyukur dikarenakan para anak didiknya mempunyai sarana pembelajaran yaitu Gadget/ Handphone jadi memudahkan ia bersama rekan-rekannya guru mapel dalam memberikan materi maupun tugas.
