Bojonegoro, mediapantura.com – Baik buruknya masa depan budaya bangsa ditentukan oleh generasi penerus yang sekarang. Budaya menurut KBBI adalah sebuah adat istiadat, atau sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar diubah. Masa depan budaya bangsa tergantung oleh para penerusnya. Maka, anak menjadi salah satu tonggak penerus bangsa pemegang erat masa depan budaya bangsa.
seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi yang sekarang memasuki Pada era industri 4.0 yang dimana dalam kehidupan berdampingan dengan teknologi .
Segala kegiatan anak – anak sampai orang dewasa tidak luput oleh teknologi seperti, bekerja, bermain, berkomunikasi dan hal – hal lainnya bisa dilakukan dengan mudah dengan bantuan teknologi sekarang.
Teknologi yang sering membantu kehidupan masyarakat adalah Gadget. Sekarang gadget menjadi kebutuhan primer manusia. Berdasarkan hal itu membuat perubahan dan pergeseran kebudayaan dan tidak bisa di pungkiri hal ini memiliki sisi negatif terhadap kehidupan terutama bagi anak-anak yang merupakan generasi penerus yang menjadi kunci baik buruknya masa depan bangsa Indonesia, oleh karena itu perlu upgrading pola didik baru untuk merubah pemikiran anak agar lebih terbuka wawasan secara global serta mempersiapkan SDM dalam memanfaatkan teknologi dan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal bangsa kita sendiri dengan semakin majunya teknologi yang semakin hari semakin pesat.
Salah satu sisi negatif pada bidang kebudayaan bangsa adalah terkikisnya budaya gotong royong masyarakat, yang mana hal yang dulu dikerjakan dengan banyak orang, dengan adanya kemudahan dari teknologi menjadikan masyarakat bekerja hanya dengan teknologi saja, yang mana menjadikan masyarakat yang dulu aku adalah kamu, kamu adalah aku menjadi aku ya aku, kamu ya kamu (individualis)
Selanjutnya adalah bergesernya budaya tatap muka yang kental akan masyarakat Indonesia, sekarang lebih sering bertatap muka dengan aplikasi yang disediakan teknologi masa kini, disini menjadikan informasi dan juga rasa dari kebersamaan senasib seperjuangannya terasa hambar seperti sayur tanpa garam.
Dan juga kemudahan dalam mendapatkan informasi dengan adanya teknologi, anak yang rasa ingin tahunya tinggi, cenderung mudah terpengaruh dengan hal-hal yang terdapat di sosial media, internet dan juga game nya, yang mana disitu tidak semua hal adalah sesuatu yang layak dikonsumsi oleh anak usia dini, disinilah peran orang tua untuk senantiasa mengawasi dan mendampingi anaknya ketika berselancar di dunia maya.
Sedikit informasi, perkembangan pesat otak anak itu terdapat pada umur 0 – 2 tahun dengan maksimal 21 tahun stimulasi pada anak menyebabkan gangguan dalam pembelajaran serta menurunkan kemampuan anak untuk hidup mandiri .
Tumbuh kembang anak pun dapat di pengharuhi dikarenakan kurang gerak si anak karena terlalu Asyik dengan gedgetnya, dengan perubahan mental sang anak pun dapat di pengaruhi oleh gadget seperti permain game online atau tergantungan pada gadget yang dapat menmyebabkan depresi dan selalu merasa cemas bila jauh dengan gadget atau ponselnya.
Pada anak yang umur dibawah 10 tahun apabila sudah terlalu sering dan intensif memainkan gadget bagi kesehatan anak pun tidak bagus dalam penglihatan mereka karena sering terpapar terkena radiasi sinar dari ponsel sehingga menyebabkan terganggunya penglihatan sang anak karena pada usia” di bawah 10 tahun imun otak anak menerima rangsangan kurang mampu , Karena masih dalam masa perkembangan.
Di samping itu, terdapat sisi positif dari gadget dalam pola perkembangan pemikiran anak yang dipengaruhi adanya gadget adalah salah satu bukti positif dari adanya kemajuan teknologi pada saat ini. Bagaimana tidak, apapun yang memang kita butuhkan saat ini sudah dapat kita akses dan cari melalui gadget atau smartphone. Dengan adanya akses telekomunikasi yang sangat luas orang tua selaku pendidik utama dari anak, dapat leluasa memberikan pelajaran – pelajaran khusus kepada anak dengan pengetahuan yang baru.
Selain itu, pemberian muatan materi – materi yang diberikan kepada anak, akan lebih baik jika didapatkan dengan adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat ini. Contoh saja, apabila orang tua ingin mendidik anaknya belajar bahasa arab tidak perlu orang tua harus susah payah untuk hafal setiap huruf di dalamnya, cukup menerangkan materi – materi pembelajaran melewati gadget sudah bisa menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan pemikiran anak secara terbuka.
Selain itu yang menjadi hal positif lain adanya perkembangan teknologi ini adalah pada pola perkembangan anak. Sering kita jumpai anak jaman sekarang pada usia 10 tahun kebawah dapat mengakses sosial media secara baik. Bila dibandingkan dengan pola perkembangan anak pada era 90 an untuk memahami adanya teknologi yang pada saat itu berkembang lebih lambat pada umur 10 tahun keatas.
Di abad ke 20 ini kita telah dihadapkan dengan hadirnya smartphone/gadget yang memudahkan manusia untuk beraktifitas. Mulai hubungan sosial dan komunikasi hampir seluruhnya dilakukan dengan menggunakan gadget ini. Tentunya menjadi suatu hal yang positif bila kita sangkut pautkan dengan perkembang zaman. Dengan kata lain kehadiran gadget di abad ke 20 membawa nilai yg positif terhadap perkembangan zaman.
Gadget membawa perubahan positif terhadap perkembangan zaman dilihat dengan hadirnya suatu aplikasi virtual whatsapp, line, FB, ig yang mana pada zaman dulu jika kita ingin bertemu/menitipkan surat seseorang mungkin harus dititipkan kepada tukang pos dan menunggu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan baru sampai, apalagi kalau kita mempunyai sahabat atau kerabat di luar negeri mungkin bisa sampai setahun karena zaman dulu pesawat belum lazim digunakan untuk penerbangan umum. Kebanyakan pesawat terbang hanya untuk tujuan perang dan mengangkut kebutuhan hewani dan nabati untuk para tentara yang sedang bertugas di pedalaman hutan.
Perubahan positif dengan hadirnya gadget disamping lain untuk anak dengan hadirnya aplikasi berbasis edukasi contoh ruang guru, dengan aplikasi tersebut orang tua tidak perlu repot-repot mencari tutor atau guru les untuk anaknya dan tidak perlu membawa anak ke tempat les cukup belajar dirumah dan mengikuti pelajaran yg ada di dalam aplikasi tersebut sehingga waktu tidak terbuang sia-sia. Apalagi pada saat pandemi seperti sekarang sistem pendidikan telah beralih yang dahulu face to face berubah menjadi daring (online).
Dengan gadget anak-anak tidak akan beresiko penculikan anak dan lain sebagainya, jika keluar rumah dimana kita ketahui bersama bahwa banyak sekali oknum diluar sana yang menghalalkan segala cara dengan menculik anak yang sedang bermain di luar tanpa pengawasan orang tua. Sehingga dengan hadirnya gadget dapat menurunkan resiko penculikan anak di masa depan karena anak akan lebih banyak bersama keluarga dirumah dan belajar menggunakan gadget.
Dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan adanya teknologi yang berkembang pada saat ini memiliki sisi negatif dan juga positif dalam pola perkembangan dan pemikiran anak. Seperti hukum alam saat ada cahaya pasti ada kegelapan, di samping manfaat positif yang diberikan teknologi kepada manusia , nyatanya ada sisi negatifnya dalam kehidupan masyarakat.
Masa depan sudah pasti akan terjadi, namun kita tidak pernah tau bagaimana atau apa yang akan terjadi dimasa depan kelak. Apalagi jika kita dihadapkan pada suatu hal teknologi, mengulik kembali pada masa lalu pada abad ke 18 banyak manusia berlomba-lomba membuat teknologi seperti pesawat terbang dll. Di abad ke 19 manusia di bumi telah asik berlomba-lomba dengan
pembuatan senjata untuk berperang senapan, meriam, bahkan bom atom pun sudah mampu diciptakan dengan diluncurkanya bom atom di hiroshima dan nagasaki yang sekaligus mengakhiri perang dunia ke 2.
Maka dapat kita simpulkan bahwa teknologi membawa perubahan yang signifikan bagi anak baik itu positif atau negatif itu biasa, layaknya saat ada cahaya pasti akan timbul kegelapan. Sehingga dalam perkembangan teknologi ini perlu adanya peran yang sangat penting terhadap pendampingan kepada anak agar, anak tidak salah dalam mengambil keputusan dan jalan kedepan dalam merajut masa depan, Karena kita ketahui anak adalah sebagai penerus bangsa agar terbentuk penerus yang berkualitas dan tahan banting serta tidak terpengaruh atas efek negatif teknologi.
Penulis: Radika Destriawan (Wakabid Media DPC GMNI Bojonegoro)
