Home Minyak|Gas Upacara Bendera Dalam HUT RI Ke-77 Dilakukan Ratusan Pekerja EMCL

Upacara Bendera Dalam HUT RI Ke-77 Dilakukan Ratusan Pekerja EMCL

27

Mediapantura.com, Bojonegoro – Para pekerja di Lapangan Minyak Banyu Urip melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia. Upacara yang menerapkan protokol kesehatan ini dipimpin oleh unsur pimpinan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Satriyo Jatmiko.

Ratusan pekerja dengan berbagai atribut masing-masing memenuhi area parkir di fasilitas perkantoran lapangan migas terbesar di Indonesia tersebut. Setiap peserta menjaga jarak lebih dari satu meter, sehingga area yang cukup luas tersebut nampak penuh.

“Karena menjaga protokol kesehatan, jadi kita batasi pesertanya,” ucap juru bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya kepada wartawan.

Kata Rexy, peserta yang masuk ke area tersebut minimal sudah vaksin ketiga dan menjalani tes antigen. Protokol ini sudah menjadi standard bagi semua yang masuk ke lapangan migas yang dioperatori EMCL tersebut.

Para peserta meliputi operator, petugas keamanan, hingga pekerja dari berbagai kontraktor yang bertugas. Peserta nampak khidmat mengikuti rangkaian upacara kemerdekaan. Meskipun menggunakan pakaian kerja dengan alat pelindung diri yang lengkap, dan berdiri selama kurang lebih dua jam di bawah terik matahari.

Rexy menambahkan bahwa upacara bendera juga dilakukan di atas Kapal Alir Muat Terapung, Gagak Rimang di lepas pantai Tuban. Puluhan pekerja di atas kapal mengibarkan bendera, menyanyikan lagu Indonesia Raya, membaca teks proklamasi dan Pancasila dengan syahdu.

“Upacara ini menambah semangat nasionalisme saya, membangkitkan darah juang untuk ketahanan energi negara kita,” ucap Usfri, seorang pekerja, usai upacara.

Saat sesi amanat pembina upacara, dibacakan sambutan dari Kepala SKK Migas, Dwi Sucipto. Dalam sambutan tersebut, Dwi mengajak seluruh penggerak industri migas menggunakan momentum yang HUT ke-77 RI ini, untuk bersama-sama membenahi diri secara fundamental. Untuk melakukan transformasi besar, menuju tercapainya strategi besar. Strategi besar tidak hanya di bidang ekonomi, hukum, dan pemerintahan, namun juga dalam pengelolaan energi.

“Industri hulu migas Indonesia bertekad untuk Pantang Menyerah dalam mencapai target produksi migas, dan akan bergerak Cepat dan Bangkit, mengikuti pulihnya ekonomi dunia pasca pandemi Covid-19 yang kita harapkan akan segera berakhir ini,” ucap pembina upacara mengutip Dwi Sutjipto.

Dwi juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan kontribusi seluruh manajemen dan pekerja SKK Migas dan KKKS, terutama pekerja di lapangan yang menjadi ujung tombak.

“Para pekerja yang telah bekerja secara Pantang Menyerah dan Extra Effort untuk menyelesaikan target pekerjaan dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan,” tegas Dwi. (Rico/Red)