Home Minyak|Gas SKK Migas Kenalkan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ke Mahasiswa...

SKK Migas Kenalkan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ke Mahasiswa dan Akademisi Udayana

28

Mediapantura.com, Denpasar – Dalam rangka melaksanakan fungsinya sebagai Penyelenggara Pengelola Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) bersama Kontrakor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Wilayah Jabanusa melaksanakan kegiatan Kuliah Umum yang bertemakan ‘Peran Industri Hulu Migas Terhadap Ketahanan Energi Nasional’ pada hari Senin (26/9/2022) kemarin, bertempat di Aula Gedung BH Fakultas Ekomoni dan Bisnis Universitas Udayana (UNUD).

Acara tersebut dihadiri Wakil Rektor IV Universitas Udayana Prof. Dr. Dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes., SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Kangean Energy Indonesia (KEI), KKKS Husky Cnooc Madura Limited (HCML), KKKS Medco Energi, KKKS Pertamina EP Field Cepu Region 4 Zona 11, KKKS Pertamina EP Cepu – JTB dan British Petroleum (BP).

Kepala Departemen Humas SKK Migas Jabanusa Indra Zulkarnain dalam paparannya menyampaikan rasa berterima kasih kepada Bapak Wakil Rektor UNUD dan jajaran civitas akademika UNUD atas kesempatan yang diberikan kepada SKK Migas Perwakilan Jabanusa untuk melaksanakan Kuliah Umum.

“Kuliah umum ini terselenggara sebagai salah satu program kerja SKK Migas dengan dunia pendidikan. Tujuannya untuk memaksimalkan pemahaman mengenai hulu migas khususnya di Bali. Kami juga ingin menumbuhkan semangat mahasiswa mengenai pengetahuan dan kegiatan hulu migas. Kami berterima kasih kepada pihak UNUD yang telah memberikan dukungan dan antusias tinggi terhadap kegiatan ini,” ungkap Indra.

Menurutnya Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) adalah institusi yang dibentuk oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

“SKK Migas bertugas melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan Kontrak Kerja Sama. Pembentukan lembaga ini dimaksudkan supaya pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,” jelasnya.

Sementara itu Rektor UNUD yang diwakili oleh Wakil Rektor Prof. Dr. Dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes., menyambut baik kegiatan kuliah umum dan berharap SKK Migas serta perusahaan-perusahaan migas bisa berkontribusi untuk civitas akademi UNUD dan ke depan bisa ada kerjasama antara industri hulu migas dengan pihak UNUD.

“Kita harus bersyukur bahwa kita kedatangan SKK Migas yang tujuannya memberikan informasi tentang apa itu industri hulu migas, bagaimana memproduksi minyak dan gas bumi dari hulunya. Kami juga butuh tenaga ahli dari perusahaan-perusahaan migas datang ke UNUD untuk menjadi pengajar ahli,” ujar beliau.

Terdapat lima narasumber yang menyampaikan bagaimana industri migas berjalan dan menjadi bagian dari upaya menciptakan Ketahanan Energi Nasional yang menyokong pembangunan. Mereka yakni Dimas A.R. Pear yang merupakan Spesialis Dukungan Bisnis SKK Migas, Hanip Suprapto, Manager PGA KKKS KEI menjelaskan tentang Profile & Sumbangsih KKKS KEI untuk Negara dan Masyarakat sekitar wilayah operasi.

Selain itu Ali Aliyudin yang merupakan Relations Specialist HCML, menjelaskan tentang overview blok madura strait dan rencana program pemberdayaan masyarakat (PPM) kedepan, ada juga Andes Leo Purnomo, Assistant Manager Cepu Petroleum Engineering PT Pertamina EP Field Cepu Zona 11 menjelaskan tentang Upstream Business & Field Cepu Overview; dan bauran energi sampai dengan tahun 2050.

Serta tak ketinggalan juga Edy Purnomo yang merupakan Manager Site Office & PGA sumur Jambaran Tiung Biru (JTB) di Bojonegoro yang menjelaskan tentang Overview PT Pertamina EP Cepu & Kontribusi Blok Cepu untuk wilayah sekitar operasi.

Menurut Edi Purnomo, Sinergi dan kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, industri, dan akademisi dapat menciptakan kecocokan inovasi dan nilai kreasi, yaitu kolaborasi dan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah mendorong terus adanya riset terbaru, saran-saran berbasis analisis ilmiah, serta disiplin ilmu yang mendasari setiap kebijakan.

“Sedangkan kolaborasi dan sinergi antara dunia akademik dan industri berperan dalam perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Pemaparan para narasumber ini mendapat respons yang luar biasa dari peserta kuliah umum. Dibuktikan dengan antusiasme peserta menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh narasumber dan banyaknya pertanyaan yang disampaikan dengan secara kritis oleh peserta terkait dampak industri migas terhadap lingkungan dan masa depan industri hulu migas tersebut. Sesi tanya jawab ini memberikan ruang kepada SKK Migas dan KKKS untuk menyampaikan kesiapan industri hulu migas Indonesia menghadapi perubahan zaman dan masa depan. (Rico/Red)