Home Politik|Pemerintahan Kemenag Tuban Adakan Giat Terapi Huruf Hijaiyah Untuk Kesehatan Fisik, Mental Dan...

Kemenag Tuban Adakan Giat Terapi Huruf Hijaiyah Untuk Kesehatan Fisik, Mental Dan Spiritual ASN

85

Tuban, mediapantura.com – Pertama kalinya Kementerian Agama Kabupaten Tuban menyelenggarakan acara Terapi Huruf Hijaiyah Untuk Kesehatan Fisik, Mental dan Spiritual ASN Kemenag Tuban bersama Dr. Ketut Abid Halimi, S.Pd.I, M.Pd, CHt, Founder Mabes Media Creative (MMC) di aula PLHUT (Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu) Kemenag Tuban, Jumat, (24/01/2020). Acara ini diikuti oleh sekitar 150 undangan terdiri dari Pejabat Eselon IV, Kepala Satker, Kepala KUA, Penyuluh, Penghulu, Pranata Humas, Perencana dan perwakilan seksi.

Kepala kantor Kemenag Tuban, Sahid dalam sambutannya mengatakan pertama kali Kemenag Tuban mengadakan kegiatan seperti ini.

“Ini adalah kegiatan spesial, pertama karena menempati gedung baru meski belum di resmikan dan
Pembekalan yang sangat luar biasa. Beliau mas Abis ini adalah seorang motivator yang ulung, semoga bisa menerapi kita terkait Tugas dan Fungsi kita sebagai ASN, sebagai hamba Allah. Apakah kita sudah pernah melakukan Tusi sebagai ASN, sebagai istri, sebagai suami. Batin kita perlu diberikan nutrisi supaya kita tidak terlalu jauh meninggalkan kewajiban,” harapnya.

Sementara itu narasumber Ketut Abid Halimi menerangkan kekuatan huruf hijaiyah untuk kesehatan, dimana kalau jiwanya sehat, akan membuat semangat dalam melaksanakan tugas sebagai ASN.

“Penyakit itu 80 persen bersumber dari hati, dan 20 persen dari makanan. Yang utamanya harus bisa memanage diri sendiri. Usahakan bisa mengatur pola pikir, pola hidup dan pola hati. Lalu benarkah huruf Hijaiyah bisa menerapi otak kita dari penyakit, hati kita dari penyakit, dan ternyata mengaji dengan disuarakan dapat membunuh sel kanker,” paparnya.

Lebih lanjut pria kelahiran 2 Januari 1982 ini mengingatkan kepada para pejabat dan semua yang hadir untuk bisa mengucapkan terimakasih kepada satu persatu anggota tubuh yang telah bersatu padu menyatukan gerak langkah sesuai perintah otak kita. Dan semua itu bisa di implementasikan kepada para pegawai dan staf.

“Tidak akan sukses pekerjaan kita tanpa campur tangan staf dan partner kerja kita,” imbuhnya.

Hampir semua peserta menangis tersedu-sedu saat diingatkan kurang bersyukurnya kepada Allah, dan mengajak kepada semua ASN untuk tidak malas, lebih giat bekerja dan lebih menyayangi keluarga. Semua peserta tampak antusias dan semangat mengikuti semua rangkaian acara sampai selesai. (Af/lai)