Home Peristiwa Jagong Masalah Haji dan Umrah Bersama Direktur Bina Umrah Dan Haji Khusus...

Jagong Masalah Haji dan Umrah Bersama Direktur Bina Umrah Dan Haji Khusus Bersama DPR RI Komisi VIII

30

Reporter : Ahmad Fauzi

Tuban, mediapantura.com – Pandemi masih berlangsung, kita diharuskan berkegiatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti giat hari ini, Selasa (24/11/2020) dilaksanakan Jamaroh (Jagong Masalah Umrah dan Haji) bersama Direktur Bina Umrah & Haji Khusus Serta DPR RI
Komisi VIII, di Resto Kayu Manis Tuban, oleh Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jatim. Acara ini di hadiri oleh Tim Bidang PHU Kanwil, dan utusan wilker Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan Gresik dengan unsur undangan ASN Kemenag, Kepala KUA, Penyuluh Agama Islam, Instansi terkait, FK KBIHU/PPIU/PIHK, Ormas, Alumni Petugas Haji, Jemaah Calon Haji dan Tokoh Masyarakat. Kakankemenag Tuban, Sahid, didaulat memberikan sambutan selamat datang sekaligus membuka acara Jamaroh.

Direktur Bina Umrah & Haji Khusus Kemenag, Arfi Hatim, menyampaikan materi secara daring, bahwa tahun 2020 Pemerintah Saudi tetap melaksanakan penyelenggaraan ibadah haji secara minimalis.

“Dengan 1000 jemaah dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat,” kata ia.
Pria berusia 48 tahun ini menambahkan pelaksanaan haji minimalis tersebut sukses. Satu kamar dihuni 1 orang dan konsumsi diantar, bukan prasmanan.

Ia juga menyampaikan tentang Kma no 719 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Umrah di masa pandemi. Dalam KMA tersebut diatur tentang syarat-syarat umrah diantaranya, usia minimal 18 tahun maksimal 50 tahun. Beliau berharap semoga pandemi segera berakhir dan vaksin bisa menyelesaikan semua wabah

Sementara itu Anggota DPR RI dari Komisi VIII, Annisa Syakur, memberikan apresiasi kepada Kementerian Agama yang telah memberikan perlindungan kepada Jemaah Haji dan Umrah. Selain itu juga mengapresiasi atas pelaksanaan Jamaroh di berbagai wilker se Jawa Timur dan berharap kegiatan berjalan lancar, tepat guna dan tepat sasaran.

Wanita yang masih enerjik diusia senja ini juga menyinggung tentang biaya ONH (Ongkos Naik Haji).
“Seharusnya biaya haji 71 juta, tetapi kemudian jamaah haji cukup membayar Rp 35 juta, selisih uang yang sekian itu dari dana optimalisasi yangAcara di kemas dalam bentuk diskusi dan tanya jawab yang di moderatori langsung oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jatim, M. Nurul Huda. Ditemui usai acara, pria bersuara emas ini menjelaskan kegiatan ini mengakomodasi kemitraan dengan DPR RI Komisi VIII.

“Kerjasama kami dengan komisi VIII itu ada program jamaroh, sosialisasi, pembinaan KBIHU dan desiminasi. Karena proses kemitraan dianggap berhasil oleh Komisi VIII maka ditambahi khusus giat hari ini, dan terpilih Kabupaten
Tuban karena berada tengah-tengah antara Bojonegoro, Lamongan dan Gresik,” kata ia.

Pria asli Pacitan ini berharap dengan adanya jamaroh ini KMA no 494 tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji bisa di break down oleh seluruh masyarakat dan mengerti kondisi saat ini. Ia juga menambahkan Umrah saat ini adalah hasil undangan dari Pemerintah Arab Saudi dan dengan undangan tersebut Indonesia bisa menunjukkan yang terbaik, walaupun ada 13 jemaah umrah yang terpapar Covid-19. “Semoga bisa menjadikan pelajaran ke depan sehingga tidak terulang lagi. Kaitan dengan haji ke depan miniatur umrah saat ini akan di buat desain untuk pemberangkatan haji di tahun 2021.

Terakhir pria humble ini menyampaikan Pemerintah menyiapkan 3 skenario, yang pertama ketika Covid-19 ini sudah tidak ada atau hilang maka jemaah haji tahun 2020 ini yang akan diberangkatkan di tahun 2021, kedua manakala Covid-19 ini masih separuh, maka yang diberangkatkan separuh, tapi kalau Covid-19 ini masih bercokol seperti pada hari ini maka pelaksanaan haji tahun 2021 akan dibatalkan dan tidak diberangkatkan lagi.

“Mudah-mudahan Covid-19 hilang dari permukaan bumi sehingga kita bisa melaksanakan haji dan umroh seperti biasanya. (Af/lai)