Home Politik|Pemerintahan Gelar Rese, Efendi Eko Laksono, Jaring Aspirasi Para Petani

Gelar Rese, Efendi Eko Laksono, Jaring Aspirasi Para Petani

19

Reporter: Bima Rahmat

Gelar reses masa sidang II tahun 2020, anggota Komisi A, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Efendi Eko Laksono, menyerap aspirasi masyarakat khususnya petani di Desa Jati Blimbing, Kecamatan Dander, yang saat ini para petani tersebut mengeluhkan terkait pengairan. Senin (29/06/20).

Widodo, salah satu petani, sekaligus warga Desa Jati Blimbing, mengutarakan keluhannya terkait dengan lingkungannya yang sampai saat ini masih berkutat pada permasalahan banjir. Hal ini karena saluran drainase yang buntu jika masuk musim penghujan.

“Saya mengusulkan agar ada pembongkaran gorong-gorong. Dan di RT 8 itu dulu ada salurannya, tapi ternyata untuk pembangunan TPT sudah diuruk karena tidak ada drainasenya,” katanya.

Selain itu Darsono, salah satu warga dan sekaligus petani, mengusulkan untuk Jalan Usaha Tani (JUT) untuk dilakukan pengecoran. Dirinya juga menjelaskan bahwa sampai saat ini JUT di desanya tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat setempat.

“Itu dana dari iuran masyarakat, kami minta agar jalan JUT tersebut di cor,” ujarnya.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut Efendi Eko Laksono, selaku anggota Komisi A, DPRD Kabupaten Bojonegoro, menuturkan bahwa saat ini untuk jalan JUT telah terverifikasi. Jalan dengan panjang 100 meter, lebar 60 meter dan tinggi 10 meter tersebut telah dianggarkan pada tahun 2021 mendatang.

“Sudah terverifikasi dan dianggarkan tahun 2021,” jelasnya.

Selain itu politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga menegaskan jika saat ini para petani yang berada di Kabupaten Bojonegoro sangat membutuhkan penunjang khususnya masalah pengairan. Hal ini dimaksudkan guna optimalisasi.

“Karena saat ini pada musim tanam ke 2 para petani sangat membutuhkan air,” tegasnya.

Sampai saat ini para petani khususnya di Desa Jati Blimbing para petani berinisiatif menggunakan pompa air melalu swadaya masyarakat. Sehingga Efendi Eko Laksono, berharap kepada pemerintah untuk mengoptimalkan hal tersebut.

“Yang bantuan dari pemerintah kayaknya kurang. Sehingga perlu dioptimalkan lagi,” pungkasnya. (Bim/red).