Home Minyak|Gas EMCL Bersama Gemuruh Gelar Musyawarah Pertanggung Jawaban dan Serah Terima Patra Daya...

EMCL Bersama Gemuruh Gelar Musyawarah Pertanggung Jawaban dan Serah Terima Patra Daya di Desa Maibit

19

Reporter: Ahmad Fauzi

mediapantura.com, Tuban – Operator Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) bersama mitra pendamping program, Gemuruh (Gerakan masyarakt untuk perubahan) melaksanakan musyawarah pertanggungjawaban dan serah terima pembangunan infrastruktur di Desa Maibit Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban,Senin (29/11/2021) di balai Desa Maibit.

Turut hadir peserta dalam musyawarah pertanggungjawaban dan serah terima program diantaranya Perwakilan EMCL, Joni Wicaksono Kepala Desa yang di wakili oleh Sekretaris Desa Maibit Ahmadi, Seluruh Tim Pelaksana (Timlak), Sekretaris Kecamatan Rengel Pariyadi, Ketua Gemuruh Suryanto beserta seluruh pengurus dan anggota gemuruh.

Kepala Desa Maibit yang diwakili oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Ahmadi mengatakan bahwa musyawarah pertanggung jawaban dan serah terima program yang dilaksanakan dengan menggunakan protokol kesehatan tersebut, merupakan tahapan akhir dari rangkaian kegiatan Program Patra Daya Tahun 2021.

Hal ini dilaksanakan sebagai sebagai media untuk melaporkan capaian, tahapan program, penggunaan anggaran, dan hal lain yang berkaitan dengan program, kepada masyarakat penerima manfaat khususnya pemerintah Desa Maibit.

Selain itu juga sebagai bentuk wujud transparansi sekaligus akuntabilitas program oleh Tim Pelaksana (Timlak ) Desa Maibit

Selain itu Kades juga menyampaikan terima kasih kepada EMCL karena sudah mendukung anggaran, sehingga pembangunan infrastruktur Tembok Penahan Tanah di Desa Maibit sebagai Jalan usaha tani masyarakat bisa terlaksana dengan lancar.

“Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada pendamping program Gemuruh dan juga Tim Pelaksana Program (TPP) yang sudah mendampingi dari awal hingga tahapan serah terima saat ini,” ujar Sekdes.

Hal Senada Juga di Utarakan oleh Sekretaris Kecamatan Rengel Pariyadi yang sudah mendukung secara penuh program Patra Daya di Desa Maibit berupa pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT).

Dia berharap, Semoga EMCL kedepannya dapat terus mendukung masyarakat di wilayah operasinya, sehingga semakin banyak manfaat yang dirasakan khususnya untuk masyarakat Desa Maibit dan umumnya pemerintah kecamatan Rengel maupun pemerintah kabupaten Tuban.

Perwakilan dari EMCL, Joni Wicaksono menyampaikan terima kasih dan selamat kepada Tim Pelaksana Program (TPP) dan Gemuruh yang sudah berhasil menyelesaikan proses pembangunan dari perencanaan hingga dapat terlihat dengan bentuk fisik berupa Tembok Penahan Tanah (TPT) di jalan usaha Tani yang ada di Desa Maibit Kecamatan Rengel.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, atas dukungan yang diberikan kepada EMCL. Sehingga operasi Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu dapat berjalan dengan lancar sampai dengan saat ini,” Imbuhnya.

Sementara itu Suryanto selaku Manajer Ketua Gemuruh sekaligus Manajer Program mengucapkan terima kasih kepada pemerintah maupun masyarakat Desa Maibit Kecamatan Rengel yang telah banyak membimbing dan memberikan arahan, sehingga Program Patra Daya Tahun 2021 dapat terlaksana dengan baik.

“Kami juga meminta maaf jika selama pendampingan masih ada kekurangan dan akan kami jadikan evaluasi untuk kedepannya. Semoga silaturahmi terus berlanjut dan pembangunan juga bermanfaat, tidak hanya untuk masa sekarang tetapi juga masa depan tandasnya.

Sebelum mengakhiri musyawarah pertanggungjawaban Perwakilan Timlak yang di wakili oleh Muslimin menjelaskan tentang proses mulai dari perencanaan hingga RAB serta meminta pertanggungjawaban kepada perwakilan masyarakat apakah Program ini bisa di terima dan Alhamdulillah seluruh masyarakat Desa Maibit menjawab” Menerima”.

Diakhir acara dilanjutkan serah terima secara simbolis oleh Perwakilan EMCL, Joni Wicaksono dan ketua Gemuruh Kepada pemerintah desa Maibit Kecamatan Rengel yang di saksikan oleh Sekretaris Kecamatan Rengel semua peserta yang hadir dalama acara tersebut. Maka setelah itu, terhitung bangunan infrastruktur TPT telah resmi menjadi aset milik desa.(af/red)