Home Peristiwa Banyak Anggota DPRD Diteror Oknum Yang Mengaku Wartawan

Banyak Anggota DPRD Diteror Oknum Yang Mengaku Wartawan

8
Teks Foto: Anggota DPRD Wahyuni Susilowati dan Agus Sugianto Menunjukan Pesan Dari Oknum Yang Mengaku Wartawan Tersebut.(mediapantura.com)

Bojonegoro, mediapantura.com – Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro geger. Pasalnya mereka diteror melalu pesan Whatsapp (WA) oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan RadarBojonegoro.

Oknum wartawan itu meminta bantuan kepada beberapa anggota DPRD untuk membantu memberikan uang. Dengan alasan digunakan biaya berobat saudaranya karena mengalami sakit getah bening yang saat ini berobat di RS dr. Soetomo.

Diketahui, oknum yang mengaku wartawan RadarBojonegoro ini memiliki nomer WA 082131307023. Dia mengaku bernama Yudi. Selain itu, ada juga oknum yang mengaku wartawan RadarBojonegoro mengatasnamakan dirinya Imron. Yang menghubungi beberapa anggota DPRD Bojonegoro.

Anggota DPRD dari Partai Golkar Wahyuni Susilowati mengaku jika dirinya telah dihubungi seseorang yang mengaku sebagai wartawan RadarBojonegoro bernama Yudi. Bahkan, Wahyuni Susilowati juga dikata-katai dengan kalimat kotor. “Saya ‘dipisui’. Saya dibilang PKI,” ujar Sekretaris DPD Partai Golkar Bojonegoro ini, Rabu (12/2).

Ia menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi mengatas namakan wartawan RadarBojonegoro. Padahal, selama ini, hubungannya dengan para wartawan saat di DPRD baik-baik saja. “Ya jangan seperti itu lah. Kan kalau sakit bisa menggunakan BPJS. Sudah saya arahkan membuat BPJS. Tapi katanya gak punya. Kan bisa mengurus BPJS,” tuturnya.

Anggota DPRD lainnga yang mengaku di hubungi oleh oknum yang mengaku wartawan RadarBojonegoro atas nama Yudi diantaranya adalah Agus Sugianto (Partai Perindo), Bambang Sutriyono (PDI-P). Selain itu ada anggota DPRD Ahmad Shofiuddin (PKB) dan Agus Dita Pratama (PKB) juga dihubungi oknum yang mengaku wartawan RadarBojonegoro bernama Imron.

Sementara itu, salah seorang wartawan RadarBojonegoro Nurkozim mengaku bila tidak ada wartawan RadarBojonegoro yang bernama Imron maupun Yudi. “Tidak ada,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Rifaldhy Hangga Putra mengaku belum monitor masalah tersebut. (top/red)