Home Politik|Pemerintahan 900 ASN di Bojonegoro di Rapid Test, Hasilnya 6 Reaktif Bakal di...

900 ASN di Bojonegoro di Rapid Test, Hasilnya 6 Reaktif Bakal di Swab Test

3

Bojonegoro, mediapantura.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro melakukan rapid test terhadap Aparatur Sipil Negera (ASN) di 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Rabu (05/08/2020).

Belasan OPD itu diantaranya, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas PU Sumber Daya Air, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Dinas Dinas Pekerjaan Umum Binamarga dan Penataan Ruang.

Kemudian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Sosial,
Kemudian Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Mikro.

Lalu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, dan Dinas Perdagangan.

“Sebanyak 896 ASN mengikuti rapid test hari ini,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Masirin, Rabu (05/08/2020).

Hasil rapid test, 6 orang diketahui reaktif dan sisanya non reaktif. Enam orang reaktif tersebut akan dilakukan tes swab dan tes cepat molekular (TCP) di laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Sosodoro Djatkoesoemo Bojonegoro.

“Hasil pemeriksaan tes swab menyusul dan segera kami kabari setelah keluar,” imbuhnya.

Rapid tes massal yang dilaksanakan di lingkup Pemkab Bojonegoro ini, dilaksanakan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

“Enam yang reaktif tersebut dari Disbudpar, Dinas Tenaga kerja dan Perindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas P3AKB, dan Dinas PU Bina Marga,” tandasnya.

Masirin menegaskan, untuk pencegahan penularan Virus Covid-19 ini, pihaknya tetap mengimbau agar seluruh ASN menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, serta jaga jarak aman.

“Tentu masing-masing OPD harus menerapkan itu setiap harinya. Memeriksa setiap pegawai menggunakan termometer supaya mendeteksi suhu tubuh sebelum masuk kantor,” pungkasnya.(Red)