Antisipasi Stok Beras Saat Pandemi covid – 19, Begini Yang dilakukan Polisi di Blora Jawa Tengah

Blora, mediapantura.com – Beberapa wilayah di Indonesia telah memasuki masa panen padi. Bulan Maret lalu sampai Mei mendatang diprediksi menjadi masa puncak musim panen tanaman padi.

Maka dari itu untuk memastikan bahwa ketersediaan stok beras benar-benar aman ditengah pendemi Covid-19 dan dalam rangka memasuki bulan Ramadhan 1441 H. Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan, S.I.K, memerintahkan jajarannya agar selalu melaksanakan kegiatan patroli memantau harga dan stok kebutuhan pokok di pasaran.

Seperti yang dilakukan Kanit Binmas Polsek Bogorejo Polres Blora Aiptu Mulyono dan Bhabinkamtibmas Bripka Riyanto pada, Jumat (24/04/2020) pagi tadi, mengecek langsung gudang penyimpanan beras di tempat penggilingan milik kelompok tani Desa Jeruk, Kecamatan Bogorejo, Blora. Hal ini guna mengetahui dan memastikan stok beras di tiap-tiap desa mencukupi  di tengah mewabahnya isu corona.

“Alhamdulillah setelah kita cek di lokasi tempat penggilingan padi Desa Jeruk stok beras masih aman dan mencukupi. Beras dengan kualitas baik dijual dengan harga 10 ribu rupiah per kilogram.” Ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Bogorejo Iptu Sumaryono mengatakan bahwa dirinya mengerahkan anggota Bhabinkamtibmas untuk langsung melakukan pengecekan dan pendataan di desa binaan masing-masing.

“Semua anggota Bhabinkamtibmas saya perintahkan untuk selalu monitor ketersediaan bahan pokok di masing-masing desa binaannya. Agar masyarakat tidak merasa resah akan kenaikan harga ditengah pendemi Covid-19 dan memasuki bulan puasa.” Bebernya.

Kemudian Kapolsek mengimbau kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Bogorejo agar tidak panik dan tidak berbelanja secara berlebihan. Isu kenaikan bahan pokok, tetap menjadi perhatian pemerintah saat ini.

“Tidak usah ada pembelian besar-besaran, kalau ada yang melakukan penimbunan, segera laporkan kepada Kepolisian akan segera kami tindak lanjuti,” tambahnya.

Iptu Sumaryono juga berpesan kepada seluruh masyarakat utamanya para pengusaha agar tidak mengambil keuntungan di tengah situasi seperti ini. Contohnya melakukan penimbunan dalam jumlah besar kemudian di jual kembali.

“Sampai saat ini belum ada penimbunan di wilayah Kecamatan Bogorejo. Bagi para pedagang maupun pengusaha agar tidak melakukan penimbunan bahan pokok. Jika ditemukan maka kami dari Kepolisian akan bertindak tegas,” tandas Kapolsek Bogorejo.(Ar/Red)

Pos terkait