Bojonegoro, mediapantura.com – Adanya virus Corona (Covid-19) yang harus diwaspadai dan diantisipasi penyebarannya, serta himbauan dari pemerintah supaya melakukan beberapa hal yang disarankan. Diantaranya dengan menjaga pola hidup sehat, sekaligus hal-hal lainnya, sehingga membuat beberapa pelaku usaha yang ada di Bojonegoro mengalami penurunan penghasilan atau omzet.
Salah satunya, warung bakso yang ada di sekitaran Jalan Veteran Bojonegoro. Pihaknya mengatakan, koorperatif sama aturan Pemerintah untuk kebaikan bersama. Mengingat wabah virus Corona untuk selalu menjaga kebersihan dimanapun berada, terlebih aturan terkait penyediaan wastafel di pintu masuk serta hand sanitizer di meja kasir. Dan membatasi jam buka dari pukul 11.00 wib hingga 21.00 wib
“Kami kooperatif dengan aturan yang ada, mengingat pencegahan terhadap penyebaran virus Corona ini. Ya sebisa mungkin dari kami menyediakan wastafel untuk cuci tangan serta membatasi jam buka,” jelas Embun pemilik warung bakso yang menyampaikan kepada mediapantura.com pada hari Selasa (24/03/2020).
Masih kata Embun, tentu mengingat wabah virus Corona ini. Juga menjadikan dampak terhadap para pelaku usaha, yakni penurunan omzet sekitar 50%.
“Kalau mengalami penurunan omzet pasti itu terjadi. Sudah dua minggu ini mengalami penurunan sekitar 30 hingga 50% untuk omzet,” katanya.
Selain itu kafe yang biasanya tutup tengah malam juga mulai kemarin sudah harus tutup jam 22.00 wib seperti himbauan melalui edaran dari pemerintah.
Hal Senada juga di ungkapkan oleh Ali Syafi’i, pengelola cafe di seputaran Desa Campurejo, pihaknya juga berimbuh. Mengingat pencegahan dan penyebaran virus Corona, pihaknya telah menerima surat edaran terkait pembatasan jam usaha serta penyediaan perlengkapan cuci tangan di tempat.
“Sama, kami juga kooperatif dengan peraturan yang ada. Untuk kebaikan bersama tentunya, dari pihak cafe juga telah menyediakan wastafel untuk pelanggan,” ungkap Ali Syafi’i.
Masih kata Ali Syafi’i, pihaknya juga berujar selama dua minggu ini omzet juga mengalami penurunan sekitar 50%.
“Pastinya mengalami penurunan omzet hingga 50% selama dua Minggu terakhir ini,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, wabah virus Corona ini segera berakhir dan diharapkan saling bahu membahu dalam upaya pencegahan terhadap penyebaran virus. Dengan mengikuti segala aturan yang telah ditentukan pemerintah, yakni melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) maupun social distancing/menjaga jarak sosial. ( Af)
