Bojonegoro, mediapantura.com – Balai penelitian dan pengembangan Agama Semarang mengadakan kegiatan desiminasi hasil penelitian dan pengembangan bidang pendidikan Agama dan keagamaan, di Hotel Aston Bojonegoro, Rabu, 13 Pebruari 2020 Jumlah peserta 10 orang yaitu Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, satu orang Kepala p0Madrasah Aliyah Islamiyah Malo, MAN 2 Bojonegoro satu orang, Ketua Pokjawas Madrasah,Pengawas Madrasah Aliyah 6 orang di Aston
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Samidi kepala Balai litbang Semarang , M. Syamsuri Kepala Kankemenag Bojonegoro.
M. Syamsuri Kepala Kankemenag dalam pembinaannya mengatakan Kata kunci keberhasilan pendidikan adalah dipengawas karena ditangan pengawas yang baik akan tumbuh guru guru yang berkualitas, pengawas mempunyai peran yang angat penting,bagaimana peran pengawas, tugas dan fungsi pengawas, pengawas bertanggungjawab terhadap peningkatan kwalitas perencanaan,proses dan hasil pendidikan, mulai pembelajaran dari RA, MTS, MA. keberadaan pengawas dilindungi undang undang dalam melaksanakan amanah, terangnya.
“Tugas pengawas;pengawasan manajerial dan Pengawasan akademis yang meliputi pembinaan terhadap guru dan tenaga pendidik, pemantauan terhadap delapan standart pendidikan, penilaian terhadap kinerja guru, pembimbingan dan pelatihan profesional guru. Mulai dari enyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanakan program pengawasan, pembimbingan dan pelatihan profesional guru/kepala sekolah, pelaksanaan tugas kepengawasan didaerah terpencil, itulah tugas pengawas yang begitu banyak, maka jika pengawas memahami tugas dan fungsinya maka tidak akan ada kata tidak ada pekerjaan” tambahnya.
“Salah satu fungsi pengawas sebagai sebagai mitra guru dan tenaga pendidikan sebagai inovator, konselor, motivator, kalaborator, asesor, evaluator, konsultan, Pengawas hrs bs memotivasi bagamana supaya madrasah muncul brandingnya”.
Diakhir pembinaanya masih adanya Kendala yang dihadapi pengawas yakni adanya beberapa virus yang menghinggapi pengawas yaitu malas, virus baca itu berat, virus menulis itu berat, virus kurang Percaya diri, virus gaptek, virus sekedar kerja rutin,inilah yang harus dibrantas demi Indonesia maju, pungkasnya.
Sementara Samidi Kepala Balai litbang Agama Semarang menandaskan Dimensi Kompetensi pengawas diantaranya kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi supervisi akademik, kompetensi evaluasi pendidikan, kompetensi penelitian dan pengembangan.
“Fungsi guru dituntut sebagai pengajar/mu’alim dan uswah, ditingkat pengawas itu sebagai uswah, dan pembimbing, sebagai murokib(pengawas). Prinsip pengawas; trust, realistik, utility, suporting, Testable, terangnya. (AF/MAZ)
