Bojonegoro, mediapantura.com – Bencana alam yang melanda Indonesia akhir-akhir ini, telah menjadi perhatian serius pemerintah. Mengingat Kabupaten Bojonegoro memiliki wilayah yang sebagian besar merupakan hutan dan merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, hal itu tidak menutup kemungkinan akan berdampak terjadinya bencana alam seperti Banjir,Banjir Bandang, angin puting beliung, tanah longsor dan pohon tumbang.
Sekretaris Daerah(Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Dra Nurul Azizah MM, menjelaskan dengan adanya Apel Terpadu Siaga Bencana, untuk mengecek dan kesiapan secara langsung baik dari personil TNI Polri, Damkar, BPBD, RS Bhayangkara Bojonegoro dan Dinas Kesehatan. Disamping itu juga kesiapan sarana dan prasarana baik alat serta kendaraan bermotor.
“Sebelum digunakan baik personil maupun sarana prasarana harus baik dan siap pakai. Jangan sampai pas ada kejadian sarana prasarana tidak dapat digunakan atau trouble jadi bisa menghambat,” ucap Dra Nurul Azizah saat ditemui mediapantura.com setelah Apel Terpadu, Senin,(6/1/2020).

Masih menurut, Dra Nurul Azizah, dalam penanganan bencana Pemkab Bojonegoro selalu siap siaga. Apalagi Sekda selaku Exofficio Kepala BPBD Kabupaten Bojonegoro. Untuk mapping lokasi rawan banjir, banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Bojonegoro sudah bisa diketahui. Dalam penanganan bencana perlu adanya sinergi dan kerja sama antara Pemerintah Daerah, TNI Polri, dan stakeholder yang lainnya.
“Dalam penanganan bencana Pemkab Bojonegoro selalu siap siaga. Apalagi Sekda selaku Exofficio kepala BPBD Kabupaten Bojonegoro. Pemkab Bojonegoro siap bersinergi dan kerja sama dalam tanggap bencana alam,” pungkas Sekda Kabupaten Bojonegoro, Dra Nurul Azizah.(waf/red)