Bojonegoro – Bupati Bojonegoro melantik Edi Susanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro dalam upacara resmi yang digelar di Ruang Angling Darma, Pemkab Bojonegoro, Kamis (30/10/2025). Pelantikan ini menandai berakhirnya masa tugas penjabat Sekda dan sekaligus membuka babak baru dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan harapan besar terhadap terisinya jabatan strategis tersebut. Ia menekankan pentingnya soliditas dan kekompakan antarorganisasi perangkat daerah (OPD) guna memperkuat kinerja birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
“Dengan terisinya kursi Sekda, saya berharap koordinasi antar-OPD semakin solid dan sinergis. Ini penting untuk memastikan seluruh program pembangunan berjalan efektif demi kesejahteraan masyarakat Bojonegoro,” ujar Bupati.
Edi Susanto sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Bojonegoro. Dalam proses seleksi terbuka, ia meraih nilai tertinggi dibandingkan tiga kandidat lainnya, yakni Eka Atikah (Sekretaris DPRD Kota Blitar), Sukaemi (Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan), serta Mahmudi (Kepala Badan Kesbangpol Bojonegoro).
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kusnandaka Tjatur, yang telah menunaikan tugas sebagai Penjabat Sekda. Ia menilai, selama masa jabatannya, Kusnandaka berhasil mengawal sejumlah program strategis, termasuk pengesahan program dana abadi daerah, yang menjadi tonggak penting pengelolaan keuangan Bojonegoro.
Pada kesempatan itu, Bupati Setyo Wahono turut mengucapkan selamat kepada Sekda definitif yang baru dilantik. Ia menilai Edi Susanto sebagai sosok birokrat berpengalaman, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi dalam mengemban amanah pemerintahan.
“Pak Edi memiliki rekam jejak panjang di birokrasi Bojonegoro. Kami percaya beliau mampu memperkuat sistem kerja dan membawa semangat baru bagi seluruh jajaran ASN,” tutur Bupati.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus meningkatkan profesionalisme, kinerja, dan semangat gotong royong. “Tugas kita ke depan masih banyak. Mari jaga komunikasi yang baik antar-OPD, bekerja secara profesional, humanis, dan berorientasi pelayanan, demi mewujudkan visi-misi pembangunan Bojonegoro,” tegasnya. (Red)
