100 ribu lebih Bidang belum Tuntas, BPN Butuh Bantuan Anggaran dari Pemkab Bojonegoro

MediaPantura.com | 100 ribu lebih Bidang belum Tuntas, BPN Butuh Bantuan Anggaran dari Pemkab Bojonegoro

Bojonegoro – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bojonegoro terus berusaha untuk menyelesaikan target program PTSL hingga tahun 2025. Namun dengan minimnya anggaran dari pusat, BPN butuh bantuan anggaran dari pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

 

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Kepala Kantor BPN Bojonegoro Andreas Rochyadi Kamis (06/06/2024) pukul 15.00 wib di kantor.

 

“Setiap tahun kita sudah mengajukan permohonan ke Pemkab, namun belum ada bantuan anggaran, ” ucapnya.

 

Andreas mengatakan, proses penyelesaian program PTSL sangat tergantung pada besaran anggaran dari pemerintah pusat. Yang mana setiap tahun mengalami penurunan.

 

Untuk tahun 2024 ini Bojonegoro mendapatkan jatah 17 ribu lebih bidang, angka tersebut masih sangat jauh dari target tuntas. Yang mana Kabupaten Bojonegoro masih skitar 100 ribu bidang tanah yang belum terselesaikan.

 

” Proses lelang baru selesai tanggal 17 Mei kemarin, ini baru proses pengukuran saat ini, ” Kata Andreas.

 

Mantan Kepala BPN Kediri tersebut menyampaikan, harapanya agar ada kepedulian Pemkab Bojonegoro. Pasalnya Bojonegoro memiliki APBD yang cukup besar dan SILPA yang besar setiap tahunnya.

 

” Dari Kabupaten Kediri dulu kita dapat bantuan sekitar 3 Milyar, tentu untuk Kabupaten Bojonegoro hal itu bisa dipertimbangkan,”Imbuhnya.

 

Menurutnya antusiasme masyarakat dalam program PTSL sangat besar, karena sangat membantu rakyat kecil untuk mendapatkan sertifikat tanah dengan biaya dari pemerintah.

 

Dari 100 desa pemohon,pihaknya melakukan verifikasi dan akhirnya hanya sekitar 18 desa pada tahun 2024 yang mendapatkan program tersebut. Hal itu menyesuaikan alokasi anggaran yang didapatkan oleh BPN.

 

Ia menghimbau agar desa – desa yang belum mendapatkan program PTSL untuk mempersiapkan data-data yang dibutuhkan, supaya membantu panitia dalam memberikan program.

 

” Jangan sampai desa hanya menyetor jumlah kebutuhan, tapi setelah diverifikasi ternyata berkurang banyak, kan kasihan desa lain yang membutuhkan, “Jelasnya.

 

Pada bulan ini pihaknya kembali mengajukan bantuan anggaran kepada Pemkab Bojonegoro, ia berharap Pemkab Bisa memberikan bantuan anggaran untuk tahun 2026 mendatang. ” Kita terus berusaha semoga ada sinergi dari pemerintah daerah. “Pungkasnya. (Ping/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *