Bojonegoro – Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro menggelar sosialisasi penguatan pemahamam kepemiluan kepada Disabilitas pada Jumat (20/10/2023) di Gedung Gakumdu Jl. teuku Umar Bojonegoro. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Bawaslu untuk mewujudkan pemilu yang ramah Disabilitas.
Ketua Bawaslu Bojonegoro Handoko Sastro Hadi Wijoyo mengatakan, bawaslu bojonegoro berkomitmen akan berkerjasama dengan lintas institusi agar pemilu ini dapat terasa riang gembira, namanya saja sudah pesta demokrasi, tentu tidak sepatutnya pemilu ini tegang, panas dan lain sebagainya. ” Upaya menciptakan demokrasi yang berkualitas menjadi efort kita bersama untuk mewujudkanya, ” ungkapnya.
Ia melanjutkan, keberagaman menjadi kekuatan mewujudkan pemilu yang inklusif, berbicara inklusifitas tentunya tidak ada yang tertinggal , salah satunya adalah PEMILU YANG RAMAH DISABILITAS.
Bawaslu bojonegoro memastikan upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAK bagi penyandang Disabilitas. ” kami juga akan terus berupaya memfasilitasi para teman – teman disabilitas memperoleh hak yang sama dalam pemilu, adanya undang undang disabilitas no 8 thn 2016 perlu di akselerasikan pada pemilu 2024, termasuk fasilitas mencoblos nanti di TPS untuk mendapatkan aksesbilitas.” Terangnya.
Handoko berharap semua pihak mampu menciptakan pemilu yang iklusif bagi semuanya, termasuk bagi penyandang disabilitas.
” MOU ini salah satunya sebagai wujud mengakomodasi bagi kawan kawan disabilitas, agar kawan kawan dapat mengikuti proses pemilu ini secara keseluruhan, agar kawan kawan dapat mengikuti, menikmati segala proses seperti apa yang didapatkan warga pada umumnya, sehingga kawan – kawan dapat berkontribusi secara penuh.” Jelasnya.
Selain sosialisasi juga dilakukan MoU antara Bawaslu dengan DPC Gerkatin, Rumah Bersama Difabel dan Persatuan tuna netra Indonesia Bojonegoro.
