Raih IP Tertinggi, Mahasiswa Asal Bojonegoro Menjadi Wisudawan Terbaik Untag 1945 Surabaya

MediaPantura.com | Raih IP Tertinggi, Mahasiswa Asal Bojonegoro Menjadi Wisudawan Terbaik Untag 1945 Surabaya

Surabaya – Mahasiswa Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) 1945 Surabaya, Zaenal Arifin terpilih menjadi wisudawan terbaik Program Pendidikan S3 Fakultas Sosial dan Ilmu Politik.

Wisudawan terbaik Doktor ilmu Administrasi Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Untag 1945 Surabaya berasal dari Kabupaten Bojonegoro ini terbaik dari 560 Mahasiswa hari Kamis tanggal 31 Agustus 2023 dikukuhkan.

Bacaan Lainnya

Yudissium pagelaran bertempat di Gedung Graha Widya lantai 2 Semolokwaru Untag 1945 Surabaya yang dihadiri seluruh Guru Besar dan dipimpin Dekan Dr Ayun Maduwinarti MP, Wisudawan asal Bojonegoro yang menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Bojonegoro itu meraih IP 3,76

“Kunci mendapatkan sebuah prestasi dan meraih predikat adalah dengan cara belajar mengatur waktu dan energi yang kita punya serta keyakinan yang kuat”, kata Zaenal Arifin, Jumat (01/09/2023).

Ia mengatakan bahwa disertasi leadership Kiai dalam dalam membangun kemandirian para santri dan pondok pesantren di Bojonegoro itu merupakan pilihan dan yang paling utama.

“Oleh karena itu, kita harus pandai membuat skala prioritas di seluruh aktivitas yang sedang dijalani maupun yang direncanakan”, tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan skala prioritas yang kita miliki saat ini kita bisa berpikir untuk menentukan mana yang benar-benar harus dijalani dan sesuai dengan harapan kita.

“Keberhasilan itu bisa kita raih dengan kerja keras dan harus berusaha dengan sungguh-sungguh yang disertai dengan ketekunan untuk mencapainya”, ucap Zaenal Arifin.

Seperti kala itu saat saya menjabat sebagai Kasi PD Pontren Kantor Kemenag Bojonegoro, Zaenal Arifin mengungkapkan, dengan belajar dari ketokohan seorang kiai dalam membangun pesantren di Bojonegoro.

“Kita bisa mendapat hikmah dari setiap kepemimpinan (leadership) seorang kiai asalkan kita mau merefleksikan diri kepada para kiai dalam membangun pesantren”, ungkapnya.

Zaenal Arifin menambahkan, keberhasilan yang diraihnya saat ini tidak terlepas dari dukungan kedua orang saya. Berkat doa itu, saya dapat meraih peringkat terbaik dari yang terbaik saat wisuda kemarin.(pur/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *