Bojonegoro – Melalui komunikasi yang intens, Pemerintah Desa Prayungan dibawah kepemimpinan Kepala Desa Lely Yusliani, S.IP berhasil menyalurkan hak warga masyarakat dari Corporate Sosial Responsbility (CSR) PT. Shou Fong Lastindo.
Kemarin Jumat (07/04/2023) pukul 17.00 wib bertempat di balai desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, puluhan anak yatim mendapatkan santunan dari program CSR.
” Kami berterimakasih kepada PT Shou Fong Lastindo, yang telah menyalurkan hak warga masyarakat dari program CSR, ” kata Kepala Desa Prayungan dalam sambutannya.
Tidak hanya berparas cantik, Kepala Desa yang baru menjabat 3 bulan tersebut membuktikan kepiawaiannya dalam berkomunikasi.
Diawali dari silaturahim Pemerintah Desa ke perusahaan pada akhir Januari 2023 lalu, dengan menyampaikan niat baik menjalin kerjasama antara kedua belah pihak. Selanjutnya dibarengi dengan diskusi terkait program CSR yang harapanya dilaksanakan oleh perusahaan.
” Kita sampai 2 kali mendatangi perusahaan supaya ada titik temu, yang tujuannya untuk memperoleh hak warga masyarakat, ” Jelasnya.
Pertama dengan melanjutkan MOU pengelolaan limbah pabrik PT Shou Fong yang saat ini langsung ditangani pihak desa. Dengan menejemen yang lebih tertata dan akuntabel, mengedepankan prinsip pemberdayaan serta efisiensi, akhirnya pengelolaan berjalan dengan lancar.
Diakhir periode bulan pertama, bahkan manajemen bank sampah desa Prayungan berhasil membagikan sebagian keuntungan untuk kegiatan sosial di mushola – mushola Desa.
” Kita menyalurkan sebagaian laba dari pengelolaan sampah untuk kegiatan bulan ramadhan di mushola,” Imbuhnya.
Selain itu juga terkait rekruitmen tenaga kerja, Kades berharap ada prioritas utama dari warga Desa Prayungan. Hal ini sangat penting karena kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan adalah yang utama.
Tidak hanya berhenti disitu, mengenai program CSR yang mana sudah diamanatkan oleh undang – undang, Perusahaan memiliki tanggung jawab sosial yang wajib disalurkan.
” CSR ini kan seharusnya diprogramkan oleh perusahaan, dan diambilkan dari presentase laba bersih perusahaan setiap tahunnya, begitu amanat undang-undang, ” Kata Kades.
Hal itu merupakan konsekuensi dan hubungan timbal balik perusahaan dengan masyarakat yang menerima dampak sosial ekonomi dari kegiatan bisnis mereka.
Perusahaan sendiri mengaku hanya pernah menyalurkan pembagian sepatu beberapa tahun lalu. Yang mana harapannya saat ini program CSR dari PT Shou Fong harus lebih dirasakan oleh masyarakat.
” Oleh sebab itu kita arahkan terlebih dulu kepada anak yatim yang sangat membutuhkan uluran tangan kita, ” tegasnya.
Sementara itu dalam kesempatan sambutanya HRD PT. Shou Fong Lastindo Elok menyampaikan, banyak terimakasih kepada pemerintah Desa dan masyarakat yang antusias atas kerjsama yang baik.
Ia bahkan memohon maaf jika ada kegiatan perusahaan yag sampai mengganggu lingkungan masyarakat. ” Mungkin kalau ada pegawai pulang naik kendaraan kenceng, mohon maaf, ” ujar Elok.
Ia juga meminta doa kepada anak yatim dan Pemdes agar omzet perusahaan meningkat sehingga CSR yang disalurkan meningkat pula.(Ping/Red)
