Ini Pesan Dari Kemenag Bojonegoro Sebagai Pemateri pada Dialog Lintas Agama oleh Gusdurian

MediaPantura.com | Ini Pesan Dari Kemenag Bojonegoro Sebagai Pemateri pada Dialog Lintas Agama oleh Gusdurian

Reporter : Dwi Purwanto

Mediapantura.com Bojonegoro – Bhinneka Tunggal Ika sebagai salah satu falsafah Bangsa Indonesia memang harus selalu dijaga dan diterapkan. Hal ini guna menjaga kerukunan antar umat beragama, juga suku dan ras.

Salah satu hal untuk menjaga kerukunan itu ialah melalui forum diskusi. Jaringan Gusdurian Bojonegoro mengadakan acara dialog lintas agama berbasis kearifan lokal. Dialog bertema “Indonesia Rumah Bersama” digelar di Natural Cafe n Angkringan Sambiroto Kapas Bojonegoro, Rabu (15/2/2023).

Hendro Sulistyo selaku koordinator Jaringan Gusdurian Bojonegoro menerangkan “Jaringan Gusdurian ini merupakan arena yang berada diruang kultur dan non politik praktis, gabungan individu dan komunitas yang merasa terinspirasi oleh teladan nilai, pemikiran dan perjuangan Gus Dur.

 

“Karena bersifat jejaring, maka tidak diperlukan keanggotaan formal untuk berbuat. Selain itu, Jaringan Gusdurian ini mempunyai 9 nilai yang diperjuangkan, yakni Ketauhidan, Kemanusiaan, Keadilan, Kesetaraan, Pembebasan, Sikap Ksatria dan Kearifan Tradisi”, terang Hendro.

 

Lanjut Hendro, “Dialog seperti ini kita selenggarakan supaya kita ketemu, dekat, sambung rasa, saling sapa, saling mengerti, saling memahami dan saling menghargai. Penghargaan ini penting supaya tidak terjadi konflik, tidak terjadi gesekan-gesekan ditingah-tengah masyarakat yang mengarah pada kekerasan-kekerasan,” tuturnya.

Hadir sebagai pemateri dalam acara dialog ini diantaranya, Hendri Nugroho dari Pemuda Katolik Gereja Santo Paulus Bojonegoro, Pendeta Henry Wibowo dari GKJTU Bojonegoro, dan Dr. H. Muh. Abdulloh Hafith, S.Ag. M.HI dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro.

Mengawali paparannya Dr. Hafith dari Kemenag menyampaikan apresiasinya karena menurutnya kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama RI.

“Kami sangat mengapresiasi para Millenial yang hadir dalam forum ini, dialog seperti ini diharapkan dapat memberi pemahaman karakteristik dari setiap agama. Kemudian, selain pemahaman, perlu didekatkan agar adanya kepercayaan satu sama lain untuk kerukunan, sebagaimana yang dicanangkan oleh Gus Menteri Agama tentang Moderasi Beragama”, pungkasnya.

“Forum lintas agama ini bisa menjadi saksi bahwa kita semua bisa duduk berdampingan, tentunya kami meyakini bahwa para pemuda pada hari ini punya peran penting untuk menciptakan kehidupan yang damai,” kata Hafith yang juga sebagai Kasi Bimas Islam di Kemenag Bojonegoro.

Terlihat dialog ini cukup gayeng penuh keakraban dan interaktif dari para peserta yang hadir. Rintik hujan diluar arena menambah suasana semakin syahdu, sambil sesekali break nyruput kopi diselingi dengan tampilan live musik dari simpatisan jaringan Gusdurian hingga larut malam. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *