BPBD Kabupaten Tuban Bersama Pemerintah Desa Sandingrowo Pasang Bronjong Kali Avour

Reporter: Ahmad Fauzi

mediapantura.com, Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban Bersama Pemerintah Desa Sandingrowo kecamatan Soko memasang bronjong untuk mencegah datangnya banjir apabila Hujan Deras melanda Wilayah Desa Tersebut agar tidak masuk ke permukiman warga serta area persawahan sekitar.

“Saat ini sedang dipasang bronjong untuk mencegah terjadinya banjir dari luapan sungai kali Avour yang ada di perbatasan Desa Rahayu,Soko dan Sandingrowo Ucap Sekretaris Desa Bapak Mukhlisin, SE, Jum’at (20/01/2023).

Sekdes Juga Menuturkan bahwa Desa Sandingrowo Sering Terjadi banjir di area persawahan di sekitar Kali Avour apabila Hujan Deras serta Debit air Sungai Avour tidak mampu menahan derasnya air.

Untuk mencegah terjadi banjir akibat luapan sungai itu, kata Sekdes Maka hari ini Pemerintah Desa bersama BPBD yang di pimpin langsung oleh Kepala BPBD kabupaten Tuban Bapak Sudarmaji Memasang bronjong sepanjang lebih dari 50 meter untuk menghalangi air apabila sungai meluap.

“Jadi kalau air sungai meluap setidaknya dengan adanya bronjong bisa diminimalisir, terutama di Desa Sandingrowo yang rawan banjir,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa pembuatan bronjong itu upaya sementara pemerintah yang dinilai efektif untuk mencegah datangnya banjir dari luapan aliran sungai.

Sekdes Juga mengatakan dalam Kegiatan ini difasilitasi oleh BPBD Tuban Bapak Sudarmaji juga menyerahkan Bantuan secara Simbolis Kepada pemerintah Desa yang di Terima langsung oleh Kepala Desa Sandingrowo Bapak Abu Tholib SE.

Pria Asli Desa Sandingrowo juga mengucapkan Terimakasih Kepada Pengurus MKGR Kabupaten yg di ketuai Bapak Sugiantoro yang kebetulan juga menjabat sebagai wakil ketua DPRD kabupaten Tuban dari fraksi Golkar namun dalam kegiatan ini Bapak Sugiantoro Tidak Bisa hadir dan di wakili Sekjen MKGR Bapak Pasidi, S.Pd.

Sementara itu Kepala BPBD kabupaten Tuban Bapak Sudarmaji Berharap Meskipun sudah dibuatkan bronjong, masyarakat setempat maupun pemerintah daerah tetap harus selalu waspada karena ancaman bencana banjir bisa saja terjadi lagi.

“Jadi masyarakat harus tetap waspada,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *