mediapantura.com, Tuban – Mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas) program studi Logistik Minyak dan Gas Cepu mengenalkan peluang usaha Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan tema “Pemanfaatan Tongkol Jagung Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Biobriket dengan Cara yang mudah dan Biaya yang kecil” kepada warga masyarakat Desa Manjung Kecamatan Montong Kabupaten Tuban, Kamis(17/11/2022).
Tim pengabdian masyarakat yang diketuai Dr. Eng, Ir. Oksil Venriza, S.Si., M.Eng dan dihadiri para pedagang, warga sekitar dan perangkat desa setempat. Kegiatan program studi logistik tersebut dilakukan rutin setiap tahun.
Dr. Eng, Ir. Oksil Venriza, S.Si., M.Eng selaku ketua program ini mengatakan bahwa briket tongkol jagung ini telah dilakukan uji ketahanan dan jumlah energi yang dihasilkan. Ketahanan briket tongkol jagung dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama dari kayu bakar dan nilai kalori 1.5 kali kalori dari kayu bakar. Sehingga dengan adanya biobriket ini dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan energi briket yang ketersediaannya makin kurang. Pada program pengabdian masyarakat ini juga diharapkan akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Manjung dengan cara menjual biobriket ke pedagang kecil yang membutuhkan briket sebagai bahan bakarnya dan diharapkan akan tumbuhnya pengusaha briket berskala kecil setingkat desa tetapi dapat memasarkan briketnya secara nasional bahkan internasional.
Kegiatan inti pengabdian masyarakat ini yaitu mempresentasikan biobriket tongkol jagung dan demo pembuatan biobriket dari tongkol jagung kepada masyarakat.
“Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginformasikan dan memperkenalkan kepada warga pemanfaatan tongkol jagung sebagai bahan dasar pembuatan biobriket dengan mudah dan biaya yang kecil,” ucap Oksil Venriza.

Lanjutnya, tim sudah melakukan survey, Desa Manjung memiliki luas sawah sebanyak 90 ha dan lahan kering 130 ha dimana dengan hasil jagung yang cukup tinggi dimana panen jagung bisa 2/3 kali dalam setahun. Saat panen, tongkol jagung akan dijadikan pakan ternak, dimakan hama dan dijadikan sampah. Untuk meminimalisir dan memanfaatkan tongkol jagung agar bermanfaat, maka dijadikan biobriket dengan cara dibakar lalu dicampur tepung kanji dengan kadar 70% hasil pembakaran dari tongkol jagung dan 30% tepung kanji.
Briket tongkol jagung ini telah dilakukan uji ketahanan dan jumlah energi yang dihasilkan. Ketahanan briket tongkol jagung dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama dari kayu bakar dan nilai kalori 1.5 kali kalori dari kayu bakar. Sehingga dengan adanya biobriket ini dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan energi briket yang ketersediaannya makin kurang. Pada program pengabdian masyarakat ini juga diharapkan akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Manjung dengan cara menjual biobriket ke pedagang kecil yang membutuhkan briket sebagai bahan bakarnya dan diharapkan akan tumbuhnya pengusaha briket berskala kecil setingkat desa tetapi dapat memasarkan briketnya secara nasional bahkan internasional.
“Harapannya masyarakat Desa Manjung dapat mengimplementasikan apa yang sudah disampaikan sehingga menjadi Desa dengan ketahanan ekonomi dan ketahanan EBT sebagai penghasil biobriket di Kecamatan Montong,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Manjung, Sri Andayani, SE menyambut baik dengan adanya program ini yang dilaksanakan oleh PEM Akamigas, Ibu Sri juga mengharapkan acara ini dapat memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Manjung bahkan bisa berlanjut terbentuknya unit UKM di Desa Manjung ini. (Fauzi/Red)