Reporter : Ahmad Fauzi
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumberejo menggelar pelatihan dan simulasi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hidran dan evakuasi bencana kepada tenaga kesehatan (Nakes), staf dan karyawan di Aula RSUD Sumberejo Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro, Jum’at(19/8/2022).
Dalam kegiatan tersebut, dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Ardhian Orianto, S.STP, Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro, Kepala RSUD Sumberejo serta diikuti staf, tenaga kesehatan, karyawan RSUD Sumberejo.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Ardhian Orianto mengatakan kegiatan pelatihan dan simulasi tanggap bencana bertujuan mempersiapkan sumber daya manusia yang tanggap dan tangguh dalam menanggulangi ancaman bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Lanjut Ardhian, sosialisasi yang diberikan diantaranya terkait siklus manajemen bencana. Yang terdiri dari ancaman bencana, dampak, tanggap darurat bencana, pemulihan, rekonstruksi. Dan perencanaan pembangunan, prevensi bencana, mitigasi, kesiapsiagaan hingga peringatan dini.

“Sebagai pelayan kesehatan kita juga perlu meningkatkan kewaspadaan dan melatih diri terutama ketika kita sadar bahwa kita hidup didaerah rawan bencana, diharapkan dengan adanya pelatihan ini seluruh nakes dan karyawan memiliki sikap yang tanggap dan paham akan peranan masing masing ketika terjadi bencana,” ujar Ardhian Orianto.
Ardhian Orianto menambahkan selain siklus manajemen tanggap bencana, ada pelatihan terkait prosedur evakuasi. Diantaranya prosedur evakuasi dalam gedung dan prosedur evakuasi pada kejadian gempa bumi.
“Kita lakukan pelatihan evakuasi pasien dari tingkat atas karena rumah sakit inikan memiliki gedung bertingkat sehingga jika terjadi bencana maka kita sudah siap melakukan evakusi,” imbuhnya.
Pihaknya juga memberikan pelatihan dan simulasi cara memadamkan api menggunakan APAR.
“Jika terjadi bencana kita sudah siap. Semua sudah terlatih untuk memadamkan api dan mengevakuasi pasien. Mudah-mudahan jangan terjadi bencana namun kita sudah siap sedia untuk mengantisipasinya,” pungkas Ardhian. (Af/Red)