mediapantura.com, Bojonegoro- Setiap bulan Suro (Jawa) bertepatan dengan hari Selasa Kliwon Kelurahan Ledok Wetan dan Ledok Kulon, Kecamatan Kota Kabupaten Bojonegoro kembali menggelar ritual kirab pusaka milik salah satu tokoh sesepuh Kelurahan Ledok.Tokoh tersebut dikenal dengan sebutan Ki Andong Sari.
Menurut kepala Kelurahan Ledok Wetan Ibu Sutiyani Pertiwi mengatakan bahwa ritual ini sebagai bentuk selamatan yang dilaksanakan setiap setahun sekali. Sebagai adat/budaya warga kelurahan Ledok.
“Mengenai kirab Pusaka Ki Andong Sari memang harus dilestarikan, Karena ini merupakan adat/budaya di tlatah Ledok,” ucap ibu Sutiyani kepada awak media di lokasi, Senin(1/8/2022).
Ibu Sutiyani Pertiwi juga menjelaskan, prosesi ritual dilakukan dengan kirab atau berkeliling melintasi dua kelurahan setempat dengan membawa sejumlah pusaka. Kemudian besuk harinya, dilanjutkan dengan acara manganan dan do’a bersama dilokasi TPU Ki Andong Sari atau yang dikenal dengan sebutan Temenggung Metaun.(Nama lain Ki Andong Sari).

“Sejarahnya, sebutan Tumenggung Mentaun dikarena sebagai pejuang di masa penjajahan Belanda,” tambahnya
Dalam kirab tersebut ada edikitnya delapan pusaka yang dikirab antara lain pusaka Gagak Cemani, Godong Andong, Galih Kelor, Menjalin Bang, Menjalin Porong, Pedang Cakra Budaya, Kentrung, dan Kutang Onto Kusumo.Selendang dan beberapa pakaian disimpan dikotak pusaka yang tidak diperbolehkan dibuka orang umum.
Selain itu, dengan adanya ritual Kirab pusaka Ki Andong Sari, ada ratusan warga kelurahan Ledok Wetan dan Kulon berantusias serta berpartisipasi andil dalam prosesi iring- iringan kirab pusaka tersebut. Mulai dari pembawa pusaka hingga bermacam kreasi dan kreatifitas yang disuguhkan warga.
“Kita tingkatkan adat)budaya ini supaya masyarakat bisa lebih memahami makna dari semua ini,” pungkasnya. (Ras/Red)