Reporter : Dwi Purwanto
Mediapantura.com, Bojonegoro – Bertempat di Hotel Joglo Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, Alas Institut Bojonegoro bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menggelar Forum Grup Discussion (FGD) dengan empat desa penerima pembangunan infrastruktur pembangunan dalam Program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat (Patra Daya), Rabu (20/07/2022).
Kegiatan FGD ini dihadiri 50 peserta diantaranya, Donny Bayu Setiawan selaku Anggota DPRD Komisi B, Yani Sandi Dharma perwakilan dari EMCL, Jajaran Alas Institut Bojonegoro, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Ketua Timlak berserta Anggota dan Ketua Gapoktan beserta Anggota.
Dalam pemaparannya, Manager Program Alas Institut Bojonegoro, Achmad Daniel Abidin menyampaikan FGD ini fokus pada CSR dari EMCL untuk empat desa yaitu dua desa untuk Jalan Usaha Tani (JUT) dan dua desa pembangunan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
“Dua desa yang memperoleh Jalan Usaha Tani yaitu Desa Ngrejeng Kecamatan Purwosari dan Desa Cancung Kecamatan Bubulan, sedangkan untuk dua desa yang memperoleh pembangunan TPS yaitu Desa Punggur Kecamatan Purwosari dan Desa Ngeringirejo Kecamatan Kalitidu”, terang Achmad Daniel Abidin kepada Mediapantura.com.
Ditempat yang sama, Anggota DPRD Bojonegoro Komisi B mengungkapkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro sebesar enam triliun rupiah lebih setelah dibagi ke berbagai pos anggaran, ternyata dinilai masih belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat petani.
“Melalui program yang dananya bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) tentu sangat penting untuk membantu menangani persoalan pertanian dengan pengelolaan sampah yang ada di Kabupaten Bojonegoro”, ungkap Donny Bayu Setiawan.
Sementara, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro, Zainal Fanani mengucapkan terimakasih kepada Alas Institut yang telah bekerjasama dengan EMCL yang ikut membantu masyarakat di sektor pertanian dengan adanya Pembangunan Jalan Usaha Tani.
“Dengan adanya Program Patra Daya hasil pertanian akan meningkat sementara ongkos produksinya bisa menurun. Itu sesuai dengan harapan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan”, tutur Zaenal Fanani.
Sementara itu perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Frika Deddy Sofyan, menyampaikan tentang peningkatan volume sampah yang tidak sebanding dengan ketersediaan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) yang ada di Bojonegoro.
“Rata-rata masyarakat Bojonegoro menghasilkan sampah tiap harinya sebanyak 520 ton”, jelas Frika Deddy Sofyan.
Menurutnya, di Bojonegoro baru ada dua TPA, yaitu TPA Bandungrejo dan TPA Banjarsari. Dinas Lingkungan Hidup sekarang ini mendapat untuk membuat tujuh TPA baru sampai dengan tahun 2041 tersebar se Bojonegoro.
“Tentu kami sangat apresiasi dan mendukung program Patra Daya khususnya pembangunan dua TPS di Punggur dan Ngringinrejo”, pungkasnya. (Pur/Red)
