mediapantura.com, Bojonegoro – Mengingat kebutuhan pasar soal buah anggur impor dan juga permintaan bibit anggur di pasar cukup tinggi dan belum bisa tercukupi membuat Mas Bowo asal Dusun Medayun Rt 02 Rw 01 Desa Margomulyo Kecamatan Balen Bojonegoro memanfaatkan peluang usaha untuk mengais rejeki.
Terbukti kegiatannya seorang petani milenial itu ssukses membudidayakan bibit tanaman anggur impor di desanya. Hal tersebut di ungkapkan nya kepada mediapantura.com, Rabu (13/07/2022) di sela-sela kegiatannya.
“Tentunya masih sangat menjanjikan sebagai peluang usaha mas, mengingat masih minim petani anggur di Bojonegoro,” jelasnya.
Disampaikan selama pandemi Covid-19 berdampak pada sektor ekonomi dan lapangan pekerjaan. Untuk itu tidak menyurutkan semangat dirinya untuk terus berinovasi.

“Meskipun otodidak dan tidak memiliki dasar sebagai petani holtikultura, saya memilih menekuni budidaya anggur impor di halaman rumahnya dan belakang rumah secara optimal,” terangnya.
Dari jerih payahnya, sekarang ini dirinya sudah bisa merasakan hasilnya dan mampu menggerakkan serta mengajak warga satu RT setempat untuk berbudidaya tanaman produktif (buah anggur_red), di pekarangan rumah masing-masing hingga bisa dikenal dengan sebutan ‘Kampung Anggur’.
“Lebih dari 5 varietas tanaman anggur impor dibudidayakan disini-diantaranya jenis anggur yang secara pasaran disebut anggur Julian, Jupiter, Ninel, Mondrop, Black Panther dll,” ujar pria berusia 31 tahun itu
Sebagai Ketua Komunitas Budidaya Anggur di Bojonegoro, Mas Bowo juga pernah didatangi untuk keperluan Study Banding/pelatihan budidaya anggur. Diantaranya datang dari Pemerintahan Desa dari wilayah Rembang dimana tertarik untuk mengembangkan pertanian tanaman anggur inovatif ini di lahan TKD (Tanah Kas Desa).
“Saya mengawali budidaya sejak tahun 2020, dan sampai saat ini sudah bisa menghasilkan uang dari menjual bibit anggur berkisar 50-100 ribuan per pot,” terangnya.
Sedangkan untuk bibit yang sudah atau siap berbuah dipatok harga sekitar 1,5 juta. Terbukti, dari pantauan awak media, di Desa Margomulyo ini sudah banyak lalu lalang orang dari luar untuk membeli bibit anggur.
“Selain mudah, hasil yang didapatkan cukup besar,” pungkas pria bernama lengkap Ahmad Yanuar Hari Wibowo.
Di kampung anggur ini juga menyapa tamunya yang berkunjung untuk bisa secara langsung memetik buah anggur dengan harga 100 ribu per kilo dimana jika di bandingkan harga anggur impor Julian tanpa biji berkisar 300 ribuan di supermarket.
Sementara itu Pemerintah Desa (Pemdes) Margomulyo cukup tinggi mengapresiasi keberhasilan warganya dengan menargetkan program kerja di tahun 2023 akan menanam anggut di sekitar mebung desa setempat. (rico/red)