mediapantura.com, Bojonegoro – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ternyata masih mengalami beberapa kendala dalam pelaksanaanya. Utamanya dalam hal pendanaan dari APBN, dimana hingga bulan Juli 2022 belum ada tanda – tanda realisasi.
Hal ini membuat proses pelaksanaan program PTSL di tingkat Kabupaten mau tidak mau harus menunggu kabar baik dari pemerintah pusat. ” Lelang untuk menentukan petugas pengukur tanah saja belum dilakukan, dan itu semua dari pusat, ” Kata Kapala kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Bojonegoro Andreas Rochyadi Selasa (13/07/2022).
Ia menjelaskan, dari target penyelesaian 60.000 bidang tanah di Bojonegoro pada tahun 2022 ini, sebagian besar pendanaan berasal dari luar negeri yakni sebesar 55.000 bidang, sisanya 5.000 bidang dari dalam negeri.
Tentunya program PTSL ini akan segera tuntas jika ada dukungan dana dari pemerintah daerah. Yang mana hingga hari ini belum ada kebijakan anggaran kearah sana.
” Kalau ada dukungan anggaran ya tentu bagus, semua untuk masyarakat Bojonegoro, “Jelasnya.

Pria yang juga masih merangkap kepala kantor kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Kediri ini memprediksi, butuh kurang lebih sekitar Rp. 21 milyar untuk menuntaskan PTSL di Bojonegoro hingga tahun 2024.
Dengan asumsi kebutuhan anggaran untuk program PTSL, sebesar Rp. 250.000 per bidang. Yang mana di Bojonegoro masih menyisakan sekitar 197.000 bidang tanah yang belum digarap.
Ini bisa dianggarkan setiap tahun, sebesar Rp.7 milyar hingga tahun 2024. ” Saya rasa Bojonegoro mampu dengan kekuatan APBD nomor 2 di Jawa Timur, Kediri saja bisa Rp. 3 Milyar,” Pungkasnya.(Ping/Red)