mediapantura.com, Kebumen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan turut berperan serta membuka stand pameran untuk mempromosikan ragam produk lokal Grobogan di acara Kebumen Internasional Expo (KIE) yang berlangsung pada 25 Juni samapai dengan 2 juli 2022 di Alun-alun Kebumen, Sabtu (1/7/2022).
Stand Pemkab Grobogan diisi dengan hasil pertanian lokal. Tak produk-produk dari Rumah Kedelai Grobogan (RKG). RKG merupakan program unggulan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan untuk menjaga dan mengembangkan varietas lokal.
Rumah Kedelai Grobogan (RKG) Kabupaten Grobogan tak hanya sebagai tempat promosi, pengembangan, dan pembelajaran kedelai varietas Grobogan. Tetapi juga tempat budidaya dan edukasi kedelai. Mulai dari pembenahan, proses pengolahan kedelai, pengembangan produk kedelai, dan penjual makanan serba kedelai.
“Didirikannya RKG sendiri berangkat dari kebingungan para petani kedelai lokal dalam menjual hasil panennya, sementara pasar kedelai masih didominasi oleh kedelai impor,” ujar Rarastianevi Annisa, manajer RKG.
Sementara itu, tambah Rarastianevi Annisa, kedelai lokal Grobogan memiliki keunggulan non GMO (Genetically Modified Organism) atau tanpa rekayasa genetika sehingga kedelai lebih aman dalam jangka panjang. Kandung protein 43,9 persen, kandungan lemak 18,4 persen, dan bobot per 100 biji adalah 18 gram. Keunggulan lainnya, kedelai lokal Grobogan bijinya lebih besar dan bersih disbanding kedelai impor.
RKG yang dilaunching tahun 2015 silam, memiliki empat bangunan. Yaitu bangunan rumah tempe, resto kedelai, rumah tempe Grobogan, dan kantor. Komplek area RKG dilengkapi dengan taman, gazebo, dan berbagai macam makanan dari kedelai. Mulai dari tempe goring, nugget kedelai, susu kedelai, bakso kedelai, es krim kedelai, sop kedelai, roti kedelai, cake kedelai, dan berbagai macam olahan kedelai.
Sunanto, Kepala Dinas Pertanian Grobogan menjelaskan, tujuan RKG selain sebagai rumah kedelai juga tempat promosi produk Grobogan. Karena tujuan lain RKG meningkatkan perekonomian masyarakat Grobogan. Tetapi hal utama di RKG yaitu menjaga kemurnian benih varietas kedelai Grobogan.
“RKG bisa dijadikan tempat untuk belajar dan studi banding. Di mana bisa mengenalkan produk keunggulan pertanian di Kabupaten Grobogan,” ujarnya.
Dilansir dari akun twitter RKG @rumahkedelai, (14/6/2022) RKG kedatangan pesertadidik TK Ayodya, mereka belajar tanaman kedelai varieties lokal Grobogan di lahan percontohan, lalu belajar membuat tahu hygienes hingga proses pengemasan.
keberadaan RKG telah mengedukasi 249 kelompok yang berasal dari 14 kecamatan sentra kedelai di Grobogan. Selain itu tercatat, hingga mei 2019, orang yang datang belajar ke RKG dari 12 provinsi dan 25 kabupaten di Indonesia.
RKG memiliki inovasi yang nyata dan menjadi hal baru. Di mana RKG memiliki instalasi pembelajaran dan lokal budi daya kedelai dari hulu sampai hilir. Kebaruan inovasi ini, RKG mendapatkan penghargaan Top 15 Kelompok Khusus Inovasi Pelayanan Publik 2021 bidang pertanian dari KemenPANRB. Sebelumnya juga mendapatkan penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019.
“Terrobosan RKG ini adalah one stop learning. Mulai dari pemilihan benig, bertanam, pengolahan, pembuatan produk, hingga pemasaran. Inovasi ini menembus batas elektoral,” tandas susanto. (Ruf/Red)
