Reporter: Ahmad Fauzi
mediapantura.com, Tuban – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Miyadi angkat bicara terkait jembatan Simo – Glendeng atau jembatan yang menghubungkan dua Kabupten yakni Tuban – Bojonegoro yang mengalami longsor sehingga jembatan tersebut di tutup hingga batas waktu tidak ditentukan.
Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Miyadi mengatakan permasalahan jembatan Glendeng ini segera ada titik temu dan perbaikkan karena jembatan Glendeng secepatnya bisa dipergunakan sebagaimana mestinya. Jembatan Glendeng merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan dua kabupaten. Yakni Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban. Oleh karena itu, kerusakan yang ada perlu segera mendapat penanganan.
“Kita harap ada solusi atau titik temu terkait jembatan Glendeng. Jembatan tersebut akses vital antar dua Kabupaten,” ucap Miyadi kepada awak mediapantura.com, Senin(14/6/2022).
Miyadi menambahkan pihaknya mengajak seluruh pihak untuk segera memperjuangkan nasib jembatan Glendeng guna membantu peningkatan perekonomian, pendidikan dan transportasi.
“Mari bersama-sama rasa memiliki atau rumangsa melu handarbeni demi baikkan. Kita utamakan kepentingan masyarakat,” imbuhnya.
Pihaknya menyampaikan bahwa jembatan Glendeng dalam perbaikkan sebelumnya menelan biaya Rp. 6 milyard lebih, tetapi dengan hasil kurang baik berakibat adanya pemborosan anggaran.
Ketua DPRD Tuban ini berharap selain segera melaksanakan proses perbaikkan jembatan, pihaknya juga meminta segera adanya koordinasi terkait dengan kepemilikan aset jembatan Glendeng sehingga apabila terjadi kerusakan ada yang bertanggung jawab dan secepatnya teratasi. (af/red)
