Mediapantura.com, Bojonegoro – Memasuki mudik lebaran tahun 2022 Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro ajak masyarakat untuk mudik dengan aman dan sehat.
Hal tersebut disampaikan Andik Sudjarwo Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bojonegoro saat memberikan sambutan arahan pada Rapat Koordinasi lintas sektoral dalam rangka persiapan pelaksanaan operasi ketupat Semeru 2022, Rabu (20/4/2022).
“Untuk mewujudkan “Mudik Aman Mudik Sehat”, dishub menghimbau kepada seluruh masyarakat Bojonegoro utk senantiasa berhati hati saat berkendaraan, taati seluruh aturan lalu lintas dan tetap mematuhi protokol kesehatan selama melaksanakan kegiatan baik Ramadhan maupun Perayaan Idul Fitri 1443 H,”ucapnya
Acara yang bertempat di Gedung Mliwis Lantai 3 Satlantas Polres Bojonegoro, Jl. Imam Bonjol Bojonegoro itu dihadiri oleh Kapolres Bojongoro, Dandim 0813 Bojonegoro, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas PU Bina Marga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Kepala Satpol-PP Kabupaten Bojonegoro, Kapolsek, Koramil, Camat se Kabupaten Bojonegoro, Koordinator Terminal Tipe A Rajekwesi di Bojonegoro, dan Kepala Stasiun Bojonegoro.
Pada gelaran tersebut Kadishub Bojonegoro Andik Sudjarwo juga menghimbau dalam perjalanan mudik agar selalu mentaati peraturan rambu rambu lalulintas dan menjaga stamina bila dirasa lelah untuk beristirahat di rest area atau posko mudik yang disediakan pemerintah.
Untuk perkiraan masa angkutan lebaran dimulai dari tanggal 25 April 2022 s/d 10 Mei 2022 dengan puncak arus mudik diperkirakan tanggal 28 April 2022 s/d 1 Mei 2022 dan puncak arus balik diperkirakan tanggal 6 – 8 Mei 2022.
Dalam memastikan keamanan serta kelayakan transportasi team gabungan akan melakukan Ramp Check yang diperkirakan akan dilakukan pada Minggu ke 4 bulan April di Terminal Rajekwesi dan Terminal Padangan.
Mengingat hasil survey Kementerian Perhubungan akan terjadi potensi pergerakan nasional sebanyak 31,6 % atau 85,5 juta orang sedangkan moda yang paling banyak digunakan adalah mobil pribadi dan sepeda motor
Disamping itu untuk semua team gabungan baik dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan juga TNI-POLRI agar memberikan himbauan kepada warga atau tokoh masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada keluarga atau warga masyarakat yang akan melakukan mudik agar tidak memakai kendaraan roda dua guna mengurangi angka kecelakaan dan disarankan menggunakan angkutan umum.
Selain itu Dishub Bojonegoro juga akan membuat Banner jalur alternatif untuk memudahkan masyarakat dalam perjalanan mudik.
Team gabungan juga akan mendirikan 1 Pos Pelayanan di Terminal Rajekwesi, 4 Pos Pengamanan ( Depan Kecamatan Baureno, Pos Jambean, Padangan dan Margomulyo) dan 8 titik pos pematauan ( Baureno/ Rel Tawang, Simpang 4 Balen, Simpang 4 Proliman, Depan Stasiun KAI, Terminal Bethek, Terminal Temayang, Simpang 3 Purwosari dan Depan Telkom Sumberjo yang nantinya dari setiap pos pelayanan juga akan disediakan team vaksin pada pos yang telah ditentukan dan memastikan sasaran vaksin sesuai ketentuan Dinas Kesehatan sehingga vaksin tidak terbuang.
Mengingat beberapa daerah rawan macet telah diantisipasi dengan jalur alternatif di beberapa titik antara lain di Kecamatan Baureno, Padangan serta jalur alternatif Bojonegoro – Nganjuk serta akan dibentuk tim urai kemacetan di wilayah barat dan timur yang beranggotakan Dishub Bojonegoro dan Satlantas Polres Bojonegoro.
Dipastikan kegiatan arus mudik lebaran akan berjalan dengan aman dan lancar mengingat kondisi jalan Mantap di Kabupaten Bojonegoro 90% Jembatan mantap 70% dan kegiatan pembangunan insfrastruktur jalan akan dilaksanakan setelah libur lebaran.
Kegiatan tambahan dalam rangkaian momen lebaran dan arus mudik para Kapolsek, Danramil dan Camat juga ditugaskan agar memetakan warga yang akan membagikan zakat untuk mengantisipasi kerumunan sehingga tidak terjadi penambahan kasus covid-19 atau tindak kriminalitas dan kejahatan lain.
Selain itu petugas juga akan menyampaikan himbauan pembatasan operasional angkutan barang selama masa angkutan lebaran kepada perusahaan-perusahaan melalui surat, banner maupun media sosial.(Den/Red)
