Munas II PCTA Indonesia Hasilkan Aksi Nyata Taubat Nasional Kembali ke Jatidiri Bangsa

Mediapantura.com, Jombang – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia yang dijiwai manunggalnya keimanan dan kemanusiaan menggelar musyawarah tertinggi Organisasi melalui Musyawarah Nasional (Munas) yang ke II dan menghasilkan rekomendasi untuk pelaksanaan aksi nyata ‘Taubat Nasional Kembali ke Jatidiri Bangsa Indonesia yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan’.

Hal itu menggema dalam gelaran Munas II PCTA Indonesia diHotel Yusro Jalan Soekarno Hatta Jombang, Sabtu (19/03/2022).

Seperti yang kita ketahui Organisasi PCTA Indonesia sendiri didirikan oleh Kiai Muchammad Muchtar Mu’thi, tokoh agama yang juga mursyid Thariqah Shiddiqiyyah bersama para tokoh lintas agama dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha juga Konghucu dengan membawa konsep kerukunan serta menaungi keberagaman yang dijiwai manunggalnya keimanan dan kemanusiaan.

Dalam gelaran Munas II PCTA Indonesia ini selain mengagendakan penetapan ketua baru, Munas ini juga menghasilkan kesepakatan dan rekomendasi nasional untuk kembali kepada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dengan aksi nyata ‘Taubat Nasional Kembali ke Jatidiri Bangsa Indonesia yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan’.

I Dewa Nyoman S Hartana Ketua PCTA Indonesia terpilih periode 2022-2027 mengatakan akan mengawal secara penuh gerakan taubat nasional ini sampai sukses.

“Kami semua bersumpah kapan saja, di mana saja dan dalam keadaan apa saja tidak akan meninggalkan jati diri bangsa Indonesia,” ucapnya, Minggu (20/03/2022).

“Ini komitmen yang sudah betahun-tahun, dari sumpah Jatidiri Bangsa Indonesia ini kemudian melahirkan ‘Taubat Nasional Kembali ke Jatidiri Bangsa Indonesia yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan’ yang tercetus dalam Munas Ke-2 dan Hari Ulang Tahun Ke-12 ini,” imbuhnya.

Disisi lain Ketua Panitia Munas, Ismu Syamsudin menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan penyadaran yang harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian masyarakat, yang selanjutnya diharapkan bisa menjadi inspirasi dan penyadaran secara Nasional.

“Jadi kita bumikan pertama di dalam diri kita, di internal kita, maka harapannya akan menjadi katalisator, dengan kesadarannya rasa karsa kebangsaan,” ujar pria asal Pekalongan, Jawa Tengah tersebut.

Terdapat empat poin isi dari Gerakan Taubat Nasional Kembali ke Jatidiri Bangsa Indonesia ini.

Pertama, tentang pendidikan Pancasila dan cinta tanah air Indonesia. Kedua, soal Program Diklat Karakter Bangsa. Ketiga, soal relawan pendidik, dan keempat mengawali gerakan ini dengan aksi nyata menolak semua jenis money politic dan suap-menyuap.

“Jadi taubat ini muncul dari rasa kemudian menimbulkan karsa. Maka wujudnya adalah gerakan fakta bicara,” tandas Ismu Syamsudin.

Ketua Sidang Komisi C Munas, Kushartono yang menggodok ikrar ini mengatakan, Taubat Nasional Kembali ke Jatidiri Bangsa Indonesia yang dijiwai manunggalnya keimanan dan kemanusiaan ini berangkat dari keyakinan bahwa, Indonesia ini tidak akan lama lagi akan menjadi Indonesia yang lebih baik lagi.

“Kami yakin Indonesia ini akan menjadi Indonesia Raya, Indonesia Emas, Indonesia mercusuar dunia. Dan kita meyakini bahwa pintu gerbang menuju Indonesia yang hebat ini harus dimulai dengan Taubat Nasional Kembali ke Jatidiri Bangsa Indonesia yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan,” terang Kushartono.

Dikatakannya, tanda-tanda kejayaan Indonesia sudah tampak sejak Presiden Joko Widodo membuat Program Revolusi Mental, kemudian mencetuskan Pendidikan Karakter Bangsa, serta baru-baru ini mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Pendidikan Nasional terkait penanaman nilai-nilai Pancasila untuk siswa sekolah mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga perguruan tinggi.

“Jadi menurut kami, Taubat Nasional Kembali ke Jatidiri Bangsa Indonesia yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan sudah sejalan dengan program pemerintah saat ini. Untuk itu kami yakin institusi pemerintah juga pasti mendukung gerakan penyadaran ini,” pungkas Kushartono yang juga merupakan Ketua Harian Situs Persada Sukarno Kediri tersebut.(Den/Red)

Pos terkait