EMCL dan IDFoS Rampungkan Pelatihan Strategi Komunikasi dan Pelaporan Program bagi Mitra Pendamping PPM

Mediapantura.com – Operator Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan IDFoS telah merampungkan pelatihan peningkatan kapasitas mitra pendamping program pengembangan masyarakat (PPM) EMCL, Selasa (30/11/2021). Kegiatan ini ditutup dengan Program Pelatihan Strategi Komunikasi dan Pelaporan yang difasilitasi oleh Seasia.co bersama dengan EMCL.

Turut serta hadir dalam pelatihan ini yaitu Wahyu Dono Nur Amboro Spesialis Pratama Dukungan Bisnis SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Beta Wicaksono Community Relations Supervisor EMCL dan Joko Hadi Purnomo Direktur IDFoS Indonesia. Pada bulan Oktober lalu, IDFoS juga telah menawarkan pelatihan bersama kepada mitra programnya yakni pelatihan SDGS, ISO 26000, CSV dan Pelatihan SROI (Social Return On Investment).

Program ini didukung oleh SKK Migas sebagai bagian dari edukasi kepada mitra program agar lebih efisien dan cermat dalam menjalankan program. Dalam penyelenggaraan pelatihan ini, sebanyak 28 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menjadi mitra EMCL berpartisipasi berpartisipasi aktif.

Pelatihan Strategi komunikasi dan pelaporan dalam sesi terakhir ini bertujuan agar LSM Mitra mampu menyebarkan komunikasi yang bersifat informatif, persuasif, dan instruktif secara sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Harapannya, kegiatan ini mampu menyebarkan pesan komunikasi yang tepat sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal.

“Harapan kedua adalah adanya praktik oleh semua mitra Program EMCL dalam penggunaan alat SROI, ISO26.00 CSV, Strategi Komunikasi dan Pelaporan Keuangan yang baik dalam Program-program ExxonMobil Cepu Limited (EMCL),” Ungkap Ahmad Muhajirin, selaku Manager Program Pelatihan Peningkatan Kapasitas Mitra Pendamping Program EMCL.

Selain itu, menurut Hajir sapaan akrabnya dengan Strategi Komunikasi diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan media sosial, mitra EMCL dapat memperoleh keuntungan lebih tinggi, kesadaran merek, serta memperoleh lebih banyak kepercayaan publik baru. “Kemudian untuk pelaporan program agar tulisan lebih baik dan bisa dipublikasi eksternal,” imbuhnya.

Pelatihan dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak, memakai masker, membagikan handsanitizer kepada seluruh peserta dan peserta wajib melakukan swab antigen pada lokakarya H-1.
“Kita harus terus berkembang,” ucap Beta Wicaksono Community Relations Supervisor EMCL.
Spirit itu menjadi spirit kita bersama bahwa ketika kita menyadari masih banyak hal yang perlu kita kembangkan.

Ia mengungkapkan, SKK Migas memberikan kesempatan bagaimana kita bisa bersama-sama sebagai agen perubahan di masyarakat, bisa saling menguatkan saling berbagi satu sama lain sehingga kita punya standart-standart yang objektif dalam melakukan kegiatan program pengembangan masyarakat.

“Kami berharap bahwa ini semua bisa menjadi pembelajar yang bagus bagi kita untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan,” imbuhnya.
Senada dengan Yang disampaikan oleh Beta Wicaksono, Wahyu Dono Nur Amboro Spesialis Pratama Dukungan Bisnis SKK Migas menyampaikan bahwa belajar itu tidak berhenti sampai umur kita itu berakhir. Sampai sekarang pun kami juga belajar. Kami belajar dari EMCL terkait dengan kegiatan-kegiatan yang ada dilapangan.

Pelatihan-pelatihan ini adalah salah satu untuk meningkatkan baik itu pada mitra kerja maupun kepada masyarakat yang berdampak untuk dapat meningkatkan lebih baik lagi.(Denmas/Red)

Pos terkait